Tuesday, November 26, 2013

Why Look Like A Dead Fish?

Bagi individu, apakah passion itu memerdekakan atau menyesatkan?
Bagi keluarga atau komunitas, apakah passion itu menjelaskan dan menegaskan atau justru membingungkan dan merepotkan?
Bagi perusahaan, apakah passion itu memberdayakan atau merunyamkan?


Pembahasan passion tidak selalu berakibat baik karena masih sering disalah-artikan. Banyak yang berpandangan bahwa diskusi mengenai passion tidaklah bermanfaat dan tidak produktif. Apa jadinya jika passion tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup? Jika terus menerus mengejar passion, apakah itu artinya harus berpindah pekerjaan atau harus menjadi manusia super idealis yang siap hidup susah? 

Haram hukumnya bagi kebanyakan perusahaan untuk membicarakan passion. Kenapa? Karena mungkin para pemimpin perusahaan macam ini khawatir mereka akan kehilangan karyawan mereka apabila karyawan tahu, paham dan peduli passion. Apa jadinya bisnis perusahaan apabila perusahaan yang notabene berorientasi profit harus meluangkan waktu dan sumber daya untuk passion para karyawannya? Oleh karena itu, pilihan paling aman adalah ya, lupakan saja passion. Jadikan karyawan fokus pada pekerjaan dan produktivitas kerja semata!

Apa pun alasan dan argumen Anda, kenyataannya setiap orang memiliki passion-nya masing-masing yang memiliki kemampuan untuk merubah segalanya, mulai dari orang lain, makhluk lain, dan alam semesta. Kenapa bisa? Karena semua karya, kreasi, terobosan, inovasi, kontribusi yang pernah, masih, dan akan terjadi dilandasi oleh passion.

Passion seharusnya menjadi hal pertama yang menjadikan hidup Anda berjalan. Ketenaran, kekayaan, dan kesuksesan hanya menjadi efek samping atau sekedar akibat passion Anda. Semua orang memiliki jalan hidupnya masing-masing dalam hal passion. Anggap saja jalan hidup tersebut adalah remah-remah roti. Serpihan roti itu adalah perasan yang dirasakan setiap kali Anda mengerjakan sesuatu dan perasaan itu menarik minat Anda akan hal-hal tertentu yang seringkali tidak kita perhatikan. 

Rasa keingintahuan, ketertarikan dan minat adalah petunjuk awal untuk memahami passion Anda. Apa minat Anda? 
Apa yang senantiasa menggugah keingintahuan Anda? 
Apakah Anda peduli dengan hal tersebut? 
Semua minat Anda ini tidak pernah bergerak acak, tetapi justru membentuk pola yang harus dipahami agar kita mengerti diri kita sendiri. Minat bisa berganti, tetapi senantiasa merupakan bagian dari sebuah pola besar yang telah ada di dalam diri Anda. Sebagian minat bisa bertumbuh dan berkembang, sementara sebagian lain tetap tersembunyi. Semua tergantung pada bagaimana kita menetapkan pilihan-pilihan yang datang dalam hidup kita.

Pertanyaan terbesarnya adalah mungkin ini, "Kenapa saya harus mengikuti passion saya? toh saya baik-baik saja meski saya tidak menjalani passion saya", tidak salah memang tetapi mengikuti arah kehidupan menggunakan passion yang sudah ada dalam diri sendiri adalah hal paling alamiah yang bisa dilakukan seseorang. Mencari passion bukanlah berorientasi pada jenis pekerjaan yang tersedia di passar, berhubungan dengan uang berlimpah, atau ketenaran. Mencari passion adalah perjalanan berkesinambungan memahami diri sendiri yang membutuhkan kontemplasi, keheningan, dan kesabaran. Anda bertanggung jawab kepada diri Anda sendiri untuk mengembangkan passion Anda. Anda juga bertanggung jawab untuk menjadikan passion Anda menjadi sebuah karya yang memberikan arti besar untuk orang lain.

Passion seringkali disangkut-pautkan dengan kreatifitas. Kenapa? Karena dengan kreatifitas kita dapat bertahan hidup, bertumbuh, dan terus berkembang. Dunia tidak lagi dan tidak akan pernah sama. Ingatlah bahwa suatu hari nanti, munyak bumi akan habis, krisis pangan akan terjadi. Krisis air bersih mungkin tidak dapat dihindari. 

Salah satu penghambat orang malas menjalani passion mereka adalah pemikiran ini : "Passion tidak memberikan uang dalam jumlah besar dalam hidup saya" Jadi, harus bagaimana ketika passion tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup? Karena semua hal harus dibayar dengan uang, bukan? Permasalahannya adalah mereka tidak mengerti pemikiran ini : passion bukan barang komoditas, Anda tidak akan dapat membeli passion A, B, C di toko serba ada. Passion hanya dapat ditemukan di dalam setiap diri individu, tetapi membayar tagihan, cicilan, biaya, investasi tetap menggunakan uang nyata. Darimana asal uang? Tentu saja dari kinerja kita bekerja, yang mana akan sangat keren apabila Anda bekerja dengan dilandasi oleh passion Anda. Bukan hanya bekerja karena sekedar bertahan hidup (seperti saya saat ini). 

Apakah bisa mendapatkan uang tanpa passion? Bisa saja, tetapi prosesnya belum tentu mengasyikkan dan yang sudah pasti hasilnya tidak maksimal. Mempertanyakan bagaimana jika passion tidak dapat membuat Anda dapat membayar tagihan bulan Anda sama saja mempertanyakan kenapa tamatan SD tidak dapat menghasilkan uang banyak. Kenapa karyawan baru tidak dapat menjadi direktur? Kenapa anggota politik tidak langsung menjadi Presiden? Jawabannya, semua dan apa pun di dunia ini perlu proses.

Passion dapat didefinisikan dengan banyak cara. Definisi yang tepat adalah semua aktifitas yang membuat kita berdaya. Kata kunci pertama adalah "aktivitas". Kata kunci kedua "merasa berdaya", sehingga tidak harus langsung piawai, tetapi prosesnya terasa dimudahkan, diasyikkan dan diberdayakan. Apabila Anda berpikir bahwa passion Anda tidak dapat memberikan banyak uang untuk Anda, tanyakan 3 hal ini ke diri Anda sendiri :
1. Apakah Anda sudah mengetahui aktifitas yang membuat diri Anda merasa berdaya, mampu, tahan banting, dan seterusnya?
2. Apakah Anda sudah menekuni aktifitas itu sehingga Anda menjadi piawai?
3. Aoakah Anda sudah menghasilkan karya keren yang bermanfaat bagi banyak orang dari aktifitas tersebut? 

Jika semua jawabannya "ya!", saya pastikan uang tidak akan menjadi masalah untuk Anda. Untuk Anda yang masih mempertanyakan kenapa harus tahu tentang passion, paham tentang passion dan peduli, jawabannya sudah disajikan dalam serangkaian kalimat indah karya Jalaludin Rumi sekitar 800 tahun lalu berikut ini. 

"With passion, we pray
With passion, we eat & drink & dance & play
Why look like a dead fish in this ocean of God?"

-------------------------------------------------------------------
Artikel blog ini disadur dari Kompas, Jumat, 22 Nov 2013, Penulis  : Rene Suhardono

Wednesday, October 16, 2013

Anda Begitu Berpengaruh

"Think twice before you speak, because your words and influence will plant the seed of either success or failure in the mind of another. - Napoleon Hill"


Beberapa hari kemarin saya mendengarkan acara TawCo dari 101 JakFm. Untuk Anda yang tidak mengetahui siaran acara ini, inti acara ini adalah si host menawarkan sebuah tawaran yang cukup ngaco kepada si korban yang biasanya si korban bereaksi lucu saat tahu dia sedang dikerjai. Saya cukup sering mendengarkan siaran ini saat saya dalam perjalanan ke kantor karena selain menghibur, reaksi si korban dan cara penyajian siaran ini menarik. 

Kebetulan kemarin kru TawCo "mengerjai" korban yang adalah seorang staff Human Resources, dimana sang host mengatakan bahwa mereka berasal dari SeHaRi (Serikat HRD Seluruh Indonesia) yang ingin mengangkat sang korban menjadi kepala divisi mereka, memang siaran ini hanyalah guyonan, tetapi ketika si host mengatakan bahwa mereka ingin mengangkat sang korban menjadi kepala divisi SeHaRi karena menurut mereka, si korban telah berpengaruh besar kepada HRD Indonesia.

Memang acara ini hanyalah guyonan, tetapi bayangkan ini. Bayangkan ketika saya atau Anda (tanpa sadar) ternyata memiliki influence atau pengaruh yang positif yang ternyata satu bangsa ini mengapresiasinya. Untuk saya, pikiran itu wow sekali. Atau bayangkan juga kalau benar si korban ini ternyata memang benar memiliki pengaruh besar untuk HRD Indonesia yang notabene kebijakannya membela karyawan (seperti hari senin dan jumat libur mungkin? #ngarep), siapkah Anda menerima pujian itu? Kebanyakan dari kita berpikir, kalaupun kita bekerja di kantor, kita tidak berpengaruh apa-apa, kita tidak mempengaruhi orang lain, kita hanya bekerja untuk gaji semata atau sehabis kuliah, ya kerja, kita bekerja hanya untuk sebatas "bertahan hidup" saja. Pertanyaannya, benarkah demikian? Bagaimana kalau Anda ternyata berarti banyak bagi orang lain? Anda lebih daripada yang Anda bayangkan?

Saya teringat dengan seorang pembicara di gereja saya yang berasal dari luar negeri. Dia memiliki banyak influence besar kepada dunia dan gereja. Ia menanyakan banyak pertanyaan yang menggugah pemikiran saya tentang influence. Pertanyaannya adalah "Seberapa besar kontribusi yang telah Anda berikan dalam hidup Anda selama Anda hidup? 
Apakah Tweets yang Anda kicaukan memberikan influence kepada orang lain? (Ya, ada aplikasi untuk mengukur apakah Tweets Anda memberikan pengaruh besar untuk orang lain atau tidak) 
Apakah status Facebook yang Anda posting menyelamatkan jiwa orang lain? 
Apakah foto yang Anda gugah di Instagram berfokus kepada diri Anda sendiri atau juga memberikan pengaruh kepada orang lain?
Atau jangan-jangan semua tindakan Anda hanya berfokus untuk, dari, dan hanya untuk Anda sendiri?" Jawaban akan pertanyaan itupun dia jawab bahwa dia merasa masih belum berkontribusi banyak. Lah, kalau dia saja merasa belum memberikan pengaruh besar untuk dunia, apalagi saya? 

Detik berikutnya adalah saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah saya memberikan kontribusi atau pengaruh positif kepada orang lain. Lupakan sejenak skala nasional atau internasional, kita bisa bertanya hal tersebut dalam skala RT/RW. Apakah influence yang dapat kita berikan? Apa effort yang dapat kita lakukan? Apa terobosan yang dapat kita jalani? Jawaban saya adalah jauh dari sudah. Saya sendiri merasa belum melakukan apa-apa untuk dapat 'layak' mengatakan saya sudah sanggup memberikan influence. Tetapi alangkah gilanya apabila nanti, entah kapan, saya dapat memberikan pengaruh yang besar kepada orang lain, bangsa ini, atau negara ini. 

Saya jadi ingat lagu yang dibawakan oleh choir gereja saya minggu kemarin dari Michael Jacksonyang liriknya berbunyi :
I'm starting with the man in the mirror, asking him to change his ways
And no message could have been any clearer, If you want to make the world a better place
Take a look at yourself, and then make a change.

NB : Saya berharap saya dapat memberikan pembaharuan, restorasi, inspirasi, motivasi yang berujung pada eksekusi positif yang mumpuni. (Bukan pengaruh aneh seperti Vickysisasi. Amin)

Wednesday, July 10, 2013

Menjadi Seperti Spiderman

"With great power, comes great responsibility" Uncle Ben - Spiderman


Dari semua superheroes, saya paling menyukai Spiderman. Karena menurut saya, dibandingkan dengan Superman atau tokoh superheroes lainnya, saya merasa Spiderman lebih manusiawi, digambarkan Spiderman seringkali nyaris kalah, baju laba-labanya seringkali sobek-sobek disana-sini setelah bertempur dengan musuh, terluka disana-sini sehingga Marry Jane seringkali khawatir.

Apabila Anda ditanya kekuatan super apa yang ingin Anda miliki, mungkin Anda akan berkataAnad ingin memiliki kekuatan bisa terbang seperti Superman, kekuatan super seperti Hulk, bisa menjadi super cepat seperti Flash, menghilang dan lainnya. Tapi kalau saya? jawaban saya adalah memiliki kekuatan super seperti Spiderman (meskipun rasanya males juga sih harus digigit dulu oleh laba-laba)

Sama seperti Superman, Spiderman pun menutupi identitas diri aslinya dengan menjadi Peter Parker, seorang manusia biasa yang bekerja sebagai fotografer yang berpenampilan kutu-buku dan seringkali diomeli oleh atasannya. Tidak ada yang menyadari bahwa di balik penampilannya, ia adalah seorang superhero.

Setiap pria ingin menjadi pahlawan untuk seseorang. Mungkin ini alasan kenapa pria-pria menggemari tokoh-tokoh superhero karena di dalam hati mereka, ada sebuah keinginan untuk menjadi superhero untuk menyelamatkan dunia meskipun mereka tidak terlihat seperti seorang pahlawan (setidaknya menjadi pahlawan untuk orang-orang yang mereka cintai)

Saya jadi ingat ketika saya masih duduk di kelas 4 SD dengan rambut super culun seperti batok kelapa, menenteng-nenteng botol minum saya yang berbentuk robot-robotan berwarna perak untuk menikmati roti buatan mama saya di bawah pohon besar, tiba-tiba di seberang sana, di sebuah tempat main ayunan dan panjat-panjatan, seorang gadis (anak perempuan tepatnya) tiba-tiba terjatuh saat tergelincir memanjat tangga panjatan, dia terjatuh dan lututnya terluka dan menangis. Saya seketika langsung meninggalkan roti mama saya dan menghampirinya dan detik kemudian… mengeluarkan tensoplast dari saku baju saya, menempelkannya di lututnya. Pada saat itu, si Mary Jane versi cilik itu tersipu malu dan berterima kasih dan tidak lama kemudian dia kabur dan bergabung dengan teman-temannya kecilnya. Perasaan saya adalah bangga, merasa keren dan merasa saya menjadi Spiderman versi cilik .. Oke..oke..CUT! CUT! #jadimalunulisnya

Jadi ini adalah petunjuk untuk para wanita yang membaca blog ini yang sedang membangun hubungan mereka dengan pria -siapapun pria itu, suami, pacar, ayah, anak, karyawan, atau kakak. Ingat bahwa setiap pria memiliki tendensi untuk menjadi seorang pahlawan.

Kita menyukai tokoh superhero karena mereka "super". Super kuat, super hebat, bisa melakukan lebih dari orang biasa. Dan saya percaya, di jaman ini, kita membutuhkan orang-orang yang "super". Kita membutuhkan pahlawan dalam keluarga kita, pernikahan kita, gereja kita, bisnis kita, bahkan negara kita. Bahkan sekarang kita mulai merayakan Hari Ayah, saya rasa itu bagus untuk pengingat bahwa pria juga memiliki kekuatan super dan hari tersebut dapat digunakan oleh para pria untuk mengingatkan bahwa mereka harus menjadi lebih baik lagi. Dan menurut saya, para pria juga harus ingat dan sadar bahwa kalau kita terus menerus hidup seperti Peter Parker yang biasa-biasa saja, kita akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjadi Spiderman.

Jadi, apa yang harus dilakukan para pria untuk menjadi pahlawan super? Sama seperti Spiderman, ini adalah kekuatan-kekuatan super yang dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari :

1. Spider-Example
Untuk para pria, saya ingatkan bahwa suatu hari nanti, akan ada seseorang yang mengikuti langkah Anda. Bagaimana Anda memperlakukan orang lain akan membentuk perilaku orang lain memperlakukan sesama. Anak Anda akan memperlakukan perempuan dengan cara yang sama Anda memperlakukan wanita. Anak Anda akan menghormati Ibunya sebagaimana Anda menghormati istri Anda.

Mungkin mereka tidak menyadari bahwa mereka mengamati Anda. Jadi bagaimana menjadi seorang pahlawan super-contoh yang hebat. Sama seperti Spiderman, dia menggunakan kekuatannya bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk melayani sesama. Dia melawan musuh untuk melayani kotanya, melayani negaranya. Menjadi pelayan sesama adalah kunci utamanya. Anda dapat melayani anak-anak Anda, istri atau suami Anda, orang tua Anda, teman, bahkan pelanggan Anda. Apabila Anda tidak pernah melayani, Anda tidak akan pernah menunjukkan contoh dari sukses dan pemenuhan diri.

2. Spider-Sense
Pria yang kuat adalah pria yang merasa aman dengan dirinya. Dia aman untuk diajak bersama-sama. Dia amat untuk diajak berbicara dan dapat dipercaya. Bukan berarti pria tersebut tidak boleh mengambil resiko atau tidak boleh berpetualang di alam. Tetapi seorang pahlawan adalah seseorang yang tidak ditakuti oleh keluarganya. Seorang pahlawan adalah seseorang yang dapat kita percaya. Rasa percaya membawa rasa aman dan nyaman.

3. Spider-Safety
Di jaman kita sekarang, kita seringkali berpikir kekuatan harus ditunjukkan dengan cara mengambil atau menghancurkan kekuatan pihak lain. Ini bukan cara pria yang hebat, melainkan pria yang lemah. Pria yang lemah biasanya mencari cara untuk menunjukkan kehebatan dirinya dengan merasa orang lain merasa dirinya kecil atau kalah saat pria tersebut datang. Pria yang super seharusnya tidak melakukan itu, dia seharusnya membagi-bagikan kekuatan itu.

4. Spider-Faith
Iman artinya, secara dewasa mempercayai Tuhan dalam hidup Anda. Iman yang dewasa menginspirasi orang lain. Iman yang dewasa menyentuh hidup orang lain. Mudah bagi kita untuk menunjukkan iman kita saat keadaan baik-baik saja. Dan ketika keadaan berjalan buruk, kita seharusnya berbalik ke Tuhan dan mencari kekuatan dari Dia. Kita berdoa untuk sesama dan mencari Tuhan untuk meminta petunjuk. Di saat Spiderman merasa kalah dalam menghadapi musuh pun, orang-orang masih memiliki iman dia masih bisa menang menghadapi musuh. Apalagi kalau kita dipercaya oleh Bapa untuk dapat melanjutkan hidup kita. Kekuatan yang diberikan oleh Bapa kita di Surga dapat menjadi landasan bagi kita.

Seperti kutipan di filmnya, ingat bahwa di dalam kekuatan yang hebat, datang tanggung jawab yang besar juga. Dan iman akan membantu kita melakukan tanggung jawab kita. Baik ke Tuhan, keluarga, anak-anak, teman, pekerjaan dan orang tua. Saya rasa tidak ada perasaan yang lebih membanggakan untuk kita, para pria rasakan, ketika seseorang mengatakan kepada kita hal-hal seperti ini:
Terima kasih sudah menjadi suami yang hebat.
Terima kasih sudah menjadi ayah yang hebat.
Terima kasih sudah menjadi anak yang hebat.

Monday, June 17, 2013

Cara melewati garis finish

But for each of us, isn't life about determining your own finish line? ~ Diana Nyad 


Saat saya pergi outing beberapa hari lalu bersama teman-teman kantor saya, saya belajar banyak hal tentang kepemimpinan. Saya merasa cukup beruntung memiliki atasan-atasan hebat yang mau agar anak buahnya berkembang, dimana dalam outing kali ini, para atasan saya mengatakan mereka tidak mau menjadi atasan dan menginginkan bawahan yang memimpin. Jadi saya pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadi 'leader' meski ini dalam skala game semata. Saya dipilih menjadi 'leader' di beberapa games yang diadakan oleh panitia outing dimana saya memimpin rekan sejawat ataupun atasan saya di permainan-permainan ini. 

Saya mencoba menjadi pemimpin di game membuat simpul dimana saya menjadi pengarah dimana lima rekan kerja dan dua atasan saya bergerak sesuai perkataan saya untuk membuat simpul tersebut. Susah? pastinya. Berhasil? (akhirnya) berhasil. Setelah beberapa saat pusing berpikir dan banyak trial-error yang dilakukan. Untuk kita kebanyakan, mungkin kita berpikir bahwa kemenangan biasanya diraih oleh orang-orang yang berbakat dan bertalenta saja. Tetapi yang saya pelajari dari outing kali ini adalah bahwa terkadang, kemampuan kita untuk mempertahankan fokus kita dapat memberikan perbedaan besar untuk meraih sukses atau malah mendulang kegagalan.

Begitu pula mungkin nasib negara kita di bidang olahraga, saya sering mendengar bahwa kita seringkali kalah menjelang garis finish. Seringkali kita merasa sudah menang saat kita melihat garis finish, padahal kemenangan sebenarnya terjadi saat kita melewati garis finish. Entah kenapa kita seringkali melonggarkan fokus kita kepada garis finish yang telah kita lihat. Saya malu untuk mengatakan ini, tetapi tampaknya kebiasaan kita untuk melonggarkan fokus untuk melewati garis finish bisa dibilang#IndonesiaBanget. Kita merasa sudah sangat senang saat melihat garis finish dan memutuskan untuk beristirahat sejenak dan ketika musuh merebut kemenangan, kita merasa bingung kenapa kita kalah. 

Terlepas dari pertandingan olahraga, games di outing, pernikahan Anda, memantapkan karir Anda, Anda sebagai orang tua sedang membesarkan anak, atau keinginan untuk memperdalam iman Anda ke Tuhan, Anda harus ingat untuk melewati garis finish tersebut. Tidak ada orang yang ikut pertandingan lari dan puas untuk mencapai setengahnya, mereka semua ingin mencapai garis finish dan melewatinya. Sebuah finish yang hebat yang diakui. Dan untuk menjaga hal itu terjadi, Anda harus mempertahankan fokus Anda kepada hal-hal yang telah Dia taruh di dalam hidup Anda. Omong-omong soal lari, saya jadi ingat sebuah ayat yang menyuruh kita lari, bunyinya : 

"Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku. (Filipi 3:16)

Thursday, June 13, 2013

Berikan saya kembali hari-hari itu ...

"I could really use a wish right now ..."~ B.O.B


Sebutlah namanya @Costa, seorang ilustrator yang kurang ternama namun cukup handal di bidangnya. (setidaknya begitu di mata saya) dia baru saja menyelesaikan pameran galleri tunggalnya. Dia menyiapkan sekitar 24 karya ilustrasi terbaiknya. Ketika saya bertanya berapa besar uang yang dia persiapkan untuk pamerannya, dia hanya tertawa. Bukan karena dia merahasiakannya tetapi karena dia mengejek cara pikir saya yang berorientasi kepada uang.

Menurutnya tidak semua pameran harus mengeluarkan uang. Sebutlah @Costa nyeleneh tetapi menurutnya  passion yang dia lakukan secara jujur terhadap dirinya sendiri akan mendatangkan uang secara otomatis, tidak peduli berapa besarannya. Dia malah balik bertanya kenapa saya menanyakan berapa jumlah uang yang dikeluarkannya? Saya menjawab setahu saya membuat sebuah galeri pameran biasanya cukup mahal. Dia terdiam sejenak dan menjawab dia tidak mengeluarkan sepeser uang pun karena pamerannya dilakukan di garasi rumah kakaknya. Dia hanya mempromosikan jadwal pameran itu lewat sosial media dan berhasil menjual beberapa hasil ilustrasinya.

Uang yang diterimanya mungkin tidak besar tetapi apresiasi orang-orang akan hasil karyanya yang memberikan  kenikmatan yang luar biasa sehingga harga tidak dapat diukur dan membuat dia terus berkarya. Mungkin saya pun sudah melupakan hal itu. Saya jadi tersentak dan mulai ingat kembali rasanya bagaimana apresiasi orang lain benar-benar dapat membuat kita ingin membuat karya-karya berikutnya. Apabila Anda berpikir hanya orang-orang seniman yang saya maksud, Anda salah.

Apabila Anda seorang ibu rumah tangga, tentu Anda akan senang saat suami Anda memuji masakan Anda. Anda akan berusaha menjadi lebih baik.
Apabila Anda seorang ayah, tentu Anda akan sangat senang saat anak Anda mengatakan betapa dia bangga memiliki seorang ayah seperti Anda. Anda akan berusaha menjadi lebih baik.
Apabila Anda seorang karyawan biasa, tentu Anda akan sangat senang saat atasan atau bawahan Anda merasa Anda adalah seseorang yang dapat diandalkan. Anda akan berusaha menjadi lebih baik.

Jujur, saya ingin seseorang membawa saya kembali ke masa-masa dimana saya belum bekerja, sebelum saya mendapatkan penghasilan. Terkadang rasanya uang memberikan lebih banyak masalah ketimbang solusi. Saat ini, saya lebih disibukkan oleh kegiatan monoton yang tujuannya hanya satu : mengisi pundi-pundi rekening bank saya. Mungkin Anda pun begitu. Kita semua berubah menjadi para maniak uang yang pura-pura tidak mendengar teriakan dan tangisan jiwa kita.

Saya tidak lagi bermain drum karena saya tidak memiliki drum dan untuk apa bermain drum karena toh, saya tidak akan menjadi musisi drum juga.
Saya tidak lagi menuliskan puisi-puisi karena siapa yang mau membayar saya untuk puisi-puisi tidak penting seperti itu? yang saya tulis adalah artikel-artikel berdasarkan data dengan sejumlah bayaran.
Mencobai bidang pekerjaan lain? Apakah penghasilannya sepadan dengan apa yang saya dapatkan sekarang? Bagaimana kalau penghasilannya tidak seperti yang sekarang? Patutkah di coba?

Mungkin Anda pun merasa tersentil saat membaca blog ini meski Anda tahu hal itu yang terjadi. Saya ingin sekali mengalami lagi masa-masa gila semasa saat saya masih kuliah tetapi dalam waktu sekarang, dimana saya telah bekerja. Bisakah hal tersebut terwujud? Saya rasa masih. Karena saya tahu banyak orang diluar sana yang masih bisa bekerja dan bahkan terkenal karena mengikuti passionnya masing-masing. 

Ingin saya mengikuti teriakan batin saya untuk mengikuti hal-hal yang saya yakin Tuhan telah persiapkan untuk saya. Saya yakin bahwa ada hal-hal yang lebih besar untuk Anda dan saya lakukan ketimbang hal-hal yang biasa-biasa saja seperti sekarang. Ketika saya menceritakan pergumulan saya kepada @Costa, dia hanya tertawa, mengejek ketakutan saya dan memberitahu saya hal ini :

"Tidak mungkin Tuhan tidak membukakan jalan terhadap passion yang kita punya. Dia yang menaruh passion itu sendiri ke dalam kita. Pertanyaannya, Anda percaya passion Anda bisa menghidupi Anda, atau tidak?"

Pertanyaan yang sama juga berlaku untuk Anda : Percayakah Anda? 

NB : Harapan saya saat hanya satu, tolong seseorang kembalikan saya ke hari-hari gila saya dimana saya tidak peduli dengan jumlah uang di rekening bank saya. Kembalikan masa-masa gila saya dan seseorang tolong buang masa-masa monoton ini. #ngarep

Monday, June 10, 2013

Tetap tenang dan tetaplah bersamaku

"Whoever claims to live in him must live as Jesus did" ~ 1 John 2:6


Beberapa minggu lalu saya menginstall aplikasi Keep Calm di iPhone saya dan membuat sebuah kalimat "Keep Calm and Stay With Me - Jesus."
Alasan kenapa saya menulis kalimat itu adalah sebagai pengingat karena saya seringkali frustasi melihat arah hidup saya yang tidak jelas. 
Saya terkadang tidak bisa melihat arah hidup saya.
Kemana tujuan saya, kemana saya berjalan dan lainnya. 
Di satu sisi yang lain, saya ingin mendengar suaraNya,
saya ingin tahu petunjukNya,
saya ingin menjalani perintahNya.
Dan terjebak di dalam kesunyian bukanlah hal yang menyenangkan.

Saya memiliki kebiasaan untuk berbicara sendiri kepada Tuhan dalam perjalanan, baik ke kantor, ke tempat hangout, dan lainnya.
Mungkin terdengar aneh namun melihat pemandangan, kemacetan, langit biru, aktifitas orang-orang di sepanjang perjalanan membuat saya lebih rileks dan dapat membuat saya bisa berterima kasih kepadaNya. Saya juga menggunakan momen itu untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mengeluhkan (banyak) hal, berterima kasih untuk (banyak) hal juga yang saya dapatkan dan lain sebagainya. 
Tetapi selama beberapa hari saya melakukan aktifitas "gila" saya, saya merasa hati saya berkata seperti ini berkali-kali :

"Bagaimana kamu bisa mengetahui apa yang Aku mau kalau engkau tidak berusaha mengenalku?
"Bagaimana kamu bisa mengetahui apa yang Aku mau kalau engkau tidak berusaha mengenalku? Tetaplah tenang dan tetaplah bersamaKu."

Saya tidak tahu siapa yang berbicara seperti itu ke hati saya, mungkin pikiran saya sendiri? Mungkin Roh Kudus? Saya tidak tahu. Tetapi sebuah pengertian dimasukkan ke dalam pikiran saya bahwa  saya ingin ini itu terjadi, ingin banyak hal terwujud, ingin harapan-harapan terkabul, ingin mendengar suaraNya tetapi suara tersebut seakan menegur saya seperti ini :
"Bagaimana engkau bisa mendengar suaraKu, kalau engkau saja tidak tahu seperti apa suaraKu?"
Kamu tentu tidak ingin menikahi sebuah bayangan bukan? 
Kamu tidak mungkin mengatakan cinta atau sayang kepada seseorang apabila Kamu tidak pernah melihat atau berbicara kepada orang tersebut?
Kamu harus mulai mengenali suaraKu. 
Kamu harus mulai mengenali karakterKu."

Saya menyadari saya sangat kurang berkomunikasi kepadaNya.
Kurang membaca firmanNya secara disiplin.
Kurang berbicara dan mencoba mendengar suaraNya (lebih banyak Dia yang mendengar suara saya sepertinya)
Kurang di banyak aspek rohani. Jadi sudah semestinya saya yang berubah terlebih dahulu. Saya rasa saya harus mendisiplinkan diri saya terlebih dahulu.

Kaimat terakhir yang mengatakan "tetaplah tenang dan tetaplah bersamaku" memberikan tamparan besar. Kenapa Tuhan mengatakan tenang? Karena saya mudah sekali merasa khawatir dan pesimis akan hal-hal. Kenapa Dia mengatakan tetaplah bersamaNya? Karena seperti anak kecil yang nakal, saya ingin lepas dan bermain api meski Dia mengatakan ada bahaya di balik api dan Dia tidak menginginkan saya celaka. Apabila Anda merasa sama seperti saya, teguran ini memberikan saya dan Anda sebuah kenyataan bahwa masih banyak hal yang harus kita mulai kerjakan dan lakukan untuk mengenal Dia.

Friday, May 17, 2013

Semua Aplikasi yang Anda Butuhkan


“A new gadget that lasts only five minutes is worth more than an immortal work that bores everyone.” ~ Francis Picabia 


Percaya tidak percaya, semua kita tidaklah diciptakan dengan kesengajaan atau keisengan Tuhan. 
Kita sudah memiliki apa yang kita butuhkan di dalam kita. 
Kita semua memiliki fungsi. 
Ada sebuah master desain dari setiap kita untuk memiliki sebuah kepribadian unik, yang dilengkapi dengan kemampuan yang berbeda-beda. 
Semua talenta yang kita punya miliki belum tentu dibutuhkan oleh Tuhan, tetapi semua talenta yang kita miliki kita perlukan. 
Dia tidak membutuhkan talenta bermusik Anda karena Dia memiliki jutaan malaikat yang dapat menyanyikan lagu atau bermain musik untuknya.
Dia tidak membutuhkan kecerdasan atau intelegensi Anda karena intelegensiNya jauh melebihi Anda.
Dia tidak membutuhkan kemahiran Anda membuat event tertentu karena semua hari yang Anda lalui adalah eventNya.
Tetapi, semua talenta itu diberikan kepada Anda meski Dia tidak membutuhkannya. 

Hari ini ada pameran Samsung S4 di tempat saya bekerja. Saya bukan penggemar android, saya masih setia dengan OS alias iPhone. Namun melihat teknologi eye-sensor dan juga samsung Beam-nya membuat saya cukup terkagum meski belum membuat saya ingin beralih ke Android. Sadarkah bahwa saat ini begitu banyak aplikasi gadget yang dapat kita download dan kita gunakan di smartphone kita. Saya dengar, teknologi Samsung Beam juga membuat kita dapat memindahkan data atau mungkin aplikasi lain atau nomor kontak hanya ketika kita mendekatkan kedua gadget yang sama. Keren tentunya. 

Melihat teknologi ini saya berpikir bahwa kita sebenarnya kurang lebih mirip dengan gadget-gadget tersebut. Ilustrasinya seperti ini, kita semua terlahir sebagai gadget kosong tanpa aplikasi. Tetapi Tuhan memasukkan aplikasi-aplikasi yang kita butuhkan ke dalam kita. Tidak semua aplikasi dimasukkan ke dalam kita, karena apabila Anda menggunakan teknologi Samsung Beam pun, Anda tidak akan mendapatkan semua aplikasi atau data yang dimiliki oleh orang tersebut. Hanya data yang diperbolehkan oleh si pengirim atau yang diinginkan oleh si penerima saja yang akan diberikan. 

Dan semua aplikasi-aplikasi yang ada di dalam Anda baik talenta Anda, pemikiran Anda, tujuan Anda, rencana Anda, memiliki satu hal yang bernama "Updates". 
Ya, bukankah setiap aplikasi yang kita install juga memiliki updatenya masing-masing? 
Update ini membantu kita membersihkan diri kita lewat kesusahan-kesusahan, kejadian-kejadian, saran dan kritik, dan lainnya. 
Tujuannya satu, membuat kita lebih berkembang dan lebih baik. 
Anda memiliki kelebihan hanya di tempat Tuhan menginginkan kelebihan itu ada pada Anda karena Tuhan memasukkan semua aplikasi itu kepada kita agar kita menggunakan aplikasi itu untuk digunakan demi kepentingan orang lain. 

Dia tidak memasukkan aplikasi Cooking Mama ke dalam saya sehingga saya tidak pintar memasak.
Dia tidak memasukkan aplikasi Hay Day sehingga saya pintar berkebun dan bercocok tanam.
Dia tidak memasukkan aplikasi Swim Star 2012 sehingga saya jago berenang (ya, saya tidak bisa berenang)

tetapi …

Dia memasukkan aplikasi adobe Photoshop sehingga saya memiliki talenta seni.
Dia memasukkan aplikasi Instagram sehingga saya memiliki talenta fotografi.
Dia memasukkan aplikasi GarageBand sehingga saya memiliki talenta bermusik
Dia memasukkan aplikasi DocToGo sehingga saya memiliki talenta menulis.

Tujuannya seperti yang saya katakan di atas, semua yang kita miliki belum tentu dibutuhkan oleh Tuhan, tetapi Dia senang dipermuliakan. Dia senang ketika Anda menggunakan aplikasi yang Dia berikan kepada Anda, dan Anda menggunakannya secara maksimal untuk membantu orang lain sehingga orang lain dapat melihat siapa pencipta aplikasi Anda dan berterima kasih tidak hanya kepada Anda. 
1 Petrus 4:10 mengatakan bahwa "Kalian masing-masing sudah menerima pemberian-pemberian yang berbeda-beda dari Allah. Sebab itu sebagai pengelola yang baik dari pemberian-pemberian Allah, hendaklah kalian menggunakan kemampuan itu untuk kepentingan bersama." 

Ini bukan tentang apa yang harusnya Anda terima, atau apa yang Anda ingin lakukan. Tetapi ini adalah pemberian gratis yang datangnya dari Tuhan. Anda tidak lagi berfungsi sebagai gadget kosong, tetapi penuh dengan aplikasi-aplikasi khusus yang secara spesial hanya Anda miliki. Ya, mungkin orang lain memiliki jenis aplikasi yang sama, tetapi satu hal yang yakin, versi Anda berbeda karena updates yang Anda dapatkan juga berbeda. Pertanyaannya, siapkah Anda menggunakan teknologi Beam untuk membagikan semua updates yang telah Anda dapatkan untuk orang lain dan mempermuliakan namaNya?