Showing posts with label Ministry. Show all posts
Showing posts with label Ministry. Show all posts

Monday, June 10, 2013

Tetap tenang dan tetaplah bersamaku

"Whoever claims to live in him must live as Jesus did" ~ 1 John 2:6


Beberapa minggu lalu saya menginstall aplikasi Keep Calm di iPhone saya dan membuat sebuah kalimat "Keep Calm and Stay With Me - Jesus."
Alasan kenapa saya menulis kalimat itu adalah sebagai pengingat karena saya seringkali frustasi melihat arah hidup saya yang tidak jelas. 
Saya terkadang tidak bisa melihat arah hidup saya.
Kemana tujuan saya, kemana saya berjalan dan lainnya. 
Di satu sisi yang lain, saya ingin mendengar suaraNya,
saya ingin tahu petunjukNya,
saya ingin menjalani perintahNya.
Dan terjebak di dalam kesunyian bukanlah hal yang menyenangkan.

Saya memiliki kebiasaan untuk berbicara sendiri kepada Tuhan dalam perjalanan, baik ke kantor, ke tempat hangout, dan lainnya.
Mungkin terdengar aneh namun melihat pemandangan, kemacetan, langit biru, aktifitas orang-orang di sepanjang perjalanan membuat saya lebih rileks dan dapat membuat saya bisa berterima kasih kepadaNya. Saya juga menggunakan momen itu untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mengeluhkan (banyak) hal, berterima kasih untuk (banyak) hal juga yang saya dapatkan dan lain sebagainya. 
Tetapi selama beberapa hari saya melakukan aktifitas "gila" saya, saya merasa hati saya berkata seperti ini berkali-kali :

"Bagaimana kamu bisa mengetahui apa yang Aku mau kalau engkau tidak berusaha mengenalku?
"Bagaimana kamu bisa mengetahui apa yang Aku mau kalau engkau tidak berusaha mengenalku? Tetaplah tenang dan tetaplah bersamaKu."

Saya tidak tahu siapa yang berbicara seperti itu ke hati saya, mungkin pikiran saya sendiri? Mungkin Roh Kudus? Saya tidak tahu. Tetapi sebuah pengertian dimasukkan ke dalam pikiran saya bahwa  saya ingin ini itu terjadi, ingin banyak hal terwujud, ingin harapan-harapan terkabul, ingin mendengar suaraNya tetapi suara tersebut seakan menegur saya seperti ini :
"Bagaimana engkau bisa mendengar suaraKu, kalau engkau saja tidak tahu seperti apa suaraKu?"
Kamu tentu tidak ingin menikahi sebuah bayangan bukan? 
Kamu tidak mungkin mengatakan cinta atau sayang kepada seseorang apabila Kamu tidak pernah melihat atau berbicara kepada orang tersebut?
Kamu harus mulai mengenali suaraKu. 
Kamu harus mulai mengenali karakterKu."

Saya menyadari saya sangat kurang berkomunikasi kepadaNya.
Kurang membaca firmanNya secara disiplin.
Kurang berbicara dan mencoba mendengar suaraNya (lebih banyak Dia yang mendengar suara saya sepertinya)
Kurang di banyak aspek rohani. Jadi sudah semestinya saya yang berubah terlebih dahulu. Saya rasa saya harus mendisiplinkan diri saya terlebih dahulu.

Kaimat terakhir yang mengatakan "tetaplah tenang dan tetaplah bersamaku" memberikan tamparan besar. Kenapa Tuhan mengatakan tenang? Karena saya mudah sekali merasa khawatir dan pesimis akan hal-hal. Kenapa Dia mengatakan tetaplah bersamaNya? Karena seperti anak kecil yang nakal, saya ingin lepas dan bermain api meski Dia mengatakan ada bahaya di balik api dan Dia tidak menginginkan saya celaka. Apabila Anda merasa sama seperti saya, teguran ini memberikan saya dan Anda sebuah kenyataan bahwa masih banyak hal yang harus kita mulai kerjakan dan lakukan untuk mengenal Dia.

Thursday, April 25, 2013

77 pertanyaan Tuhan untuk Anda

"Berdirilah. Berdiri teguh karena Aku memiliki pertanyaan-pertanyaan untukmu, dan aku mau jawaban keluar dari mulutmu!" - Tuhan



Begitu banyak pembicara handal di muka bumi ini. Begitu banyak motivator terkemuka di dunia ini. Mungkin Anda sendiri mengenal beberapa kenalan yang memiliki profesi sebagai solution-maker. Tetapi di balik semua pengetahuan itu, di balik semua kepintaran itu, saya menyadari bahwa Tuhan kita jauh lebih besar. Dia sangat besar, malah. Siapakah kita untuk dapat mengerti Dia? 

Ketika saya membaca kitab Ayub selama beberapa hari belakangan, betapa saya melihat kita semua kecil bagi Tuhan. Kita hanyalah sebuah titik dalam debu semesta. Karena dalam kitab Ayub, Tuhan berbicara sendiri dan menanyakan kepadanya pertanyaan-pertanyaan yang Ia ajukan sendiri. Ia menunjukkan bahwa kita kecil, sangat kecil namun demikian kita sangat berharga di mataNya. 

Apabila Anda merasa besar, sok tahu, dan merasa hebat, suka menggurui orang lain, merasa paling benar dan pintar, seringkali sombong, mau menang sendiri, egois seperti saya yang tidak sempurna ini, maka saya tantang Anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datangnya dari Tuhan ini. Dan apabila Anda dapat menjawab semua pertanyaan yang datangnya dari Tuhan ini, saya akan menyembah Anda karena Anda jauh lebih besar dari Tuhan. Anehnya, saat saya menghitung, ada 77 pertanyaan yang diajukan Tuhan. Mungkin benar kata mitos dan legenda dimana angka tujuh adalah angkanya Tuhan. Jadi, untuk adegan berikutnya, anggap saja Tuhan yang bertanya kepada Anda. Mari kita mulai kuisnya. 

Allah berkata kepada Anda :
"Kuatkan dirimu sendiri … (isi nama Anda sendiri). 
Berdirilah. Berdiri teguh karena Aku memiliki pertanyaan-pertanyaan untukmu, dan aku mau jawaban keluar dari mulutmu!"
  1. Sudah adakah engkau ketika bumi Kujadikan? Jika memang luas pengetahuanmu, beritahukan!
  2. Siapakah menentukan luasnya dunia?
  3. Siapakah membentangkan tali ukuran padanya? 
  4. Tahukah engkau jawabannya?
  5. Bagaimanakah tiang-tiang penyangga bumi berdiri teguh?
  6.  Siapa meletakkan batu penjuru dunia dengan kukuh, pada waktu bintang-bintang pagi bernyanyi bersama dan makhluk-makhluk surga bersorak-sorak gembira.
  7. Dan siapa yang mengambil alih laut ketika tersembur seperti bayi dari rahim? Akulah yang menudungi laut dengan awan dan membungkusnya dengan kegelapan. Aku menentukan batas bagi samudra dan dengan pintu terpalang Aku membendungnya. Kata-Ku kepadanya, 'Inilah batasnya. Jangan kaulewati! Di sinilah ombak-ombakmu yang kuat harus berhenti.'
  8. Hai (nama Anda sendiri), pernahkah dalam hidupmu engkau nyuruh datang dini hari, atau fajar kau tunjukkan tempatnya?
  9. Pernahkah engkau menyuruh fajar memegang bumi dan mengebaskan orang jahat dari tempat mereka bersembunyi? 
  10. Pernahkah engkau turun ke sumber laut, jauh di dasarnya? 
  11. Pernahkah engkau berjalan-jalan di lantai samudra raya?
  12. Pernahkah orang menunjukkan kepadamu gapura di depan alam maut yang gelap gulita?
  13. Dapatkah engkau menduga luasnya dunia? Jawablah jika engkau mengetahuinya.
  14. Tahukah engkau dari mana datangnya terang? 
  15. dan di mana sebenarnya sumber kegelapan?
  16. Dapatkah engkau menentukan batas antara gelap dan terang? 
  17. atau menyuruh mereka pulang setelah datang? Tentu engkau dapat, karena engkau telah tua, dan ketika dunia diciptakan, engkau sudah ada! 
  18. Pernahkah engkau mengunjungi gudang-gudang-Ku tempat salju dan hujan batu, yang Kusimpan untuk masa kesukaran, untuk waktu perang dan hari-hari pertempuran?
  19. Tahukah engkau tempat matahari berpangkal? 
  20. Atau dari mana angin timur berasal?
  21. Siapakah yang menggali saluran bagi hujan lebat dan memberi jalan bagi guruh dan kilat?
  22. Siapakah menurunkan hujan ke atas padang belantara?
  23. Dan ke atas tanah yang tak dihuni manusia?
  24. Siapakah menyirami bumi yang kering dan merana sehingga rumput bertunas semua?
  25. Apakah hujan mempunyai ayah kandung? 
  26. Siapa bapa titik-titik air embun?
  27. Apakah air es mempunyai ibu? 
  28. Siapa melahirkan embun beku?
  29. Siapa mengubah air menjadi batu? 
  30. Dan membuat permukaan laut menjadi kaku?
  31. Dapatkah ikatan bintang Kartika kauberkas? 
  32. Atau belenggu bintang Belantik kaulepas?
  33. Dapatkah kaubimbing bintang-bintang setiap musimnya, dan bintang Biduk besar dan kecil, kautentukan jalannya?
  34. Tahukah engkau hukum-hukum di cakrawala? 
  35. dan dapatkah engkau menerapkannya di dunia?
  36. Dapatkah engkau meneriakkan perintah kepada awan? 
  37. Dan menyuruhnya membanjirimu dengan hujan?
  38. Dan jika engkau menyuruh petir-petir bersambaran, apakah mereka datang dan berkata, "Saya, Tuan!"?
  39. Dari siapa burung ibis tahu kapan Sungai Nil akan menggenang? 
  40. Siapa memberitahu ayam jantan bahwa hujan akan datang?
  41. Siapakah cukup arif untuk menghitung awan dan membalikkannya sehingga turun hujan?
  42. Dapatkah engkau memburu mangsa untuk singa-singa dan mengenyangkan perut anak-anaknya, bilamana mereka berlindung di dalam gua atau mengendap di dalam sarangnya?
  43. Siapa membantu burung gagak yang kelaparan dan berkeliaran ke sana sini mencari pangan?
  44. Siapakah pula memberi pertolongan apabila anak-anaknya berseru kepada-Ku minta makanan?
  45. Tahukah engkau kapan kambing gunung dilahirkan induknya? 
  46. Pernahkah kauamati rusa liar melahirkan anaknya?
  47. Tahukah engkau berapa lama mereka mengandung? 
  48. Dapatkah saatnya beranak engkau hitung?
  49. Tahukah engkau kapan mereka meringkukkan tubuhnya, lalu melahirkan anak-anaknya? 
  50. Anak-anaknya bertambah besar dan kuat di padang belantara; mereka pergi dan tak kembali kepada induknya.
  51. Siapa melepaskan keledai liar di hutan? 
  52. Siapa membuka talinya dan membiarkan dia berkeliaran? 
  53. Kepadanya Kuberikan gurun sebagai rumahnya dan padang-padang garam untuk tempat tinggalnya. Ia menjauhi kota-kota dan keramaiannya, tak ada yang dapat menjinakkan dan mempekerjakannya. Padang rumput di gunung tempat makanannya, dicarinya tetumbuhan yang hijau di sana.
  54. Apakah lembu liar mau bekerja untukmu? 
  55. Maukah ia bermalam di dalam kandangmu?
  56. Dapatkah kauikat dia dan kaupaksa membajak untukmu? 
  57. Dapatkah kausuruh dia menggaru ladangmu?
  58. Dapatkah kauandalkan tenaganya yang kuat, dan kauserahkan kepadanya kerjamu yang berat?
  59. Apakah kaupercayakan dia mengumpulkan panenmu, dan membawanya ke tempat penebahanmu?
  60. Hai (isi nama Anda), engkaukah yang memberi tenaga kepada kuda dan surai yang melambai-lambai pada tengkuknya?
  61. Engkaukah yang menyuruhnya melompat seperti belalang? 
  62. Dan dengan dengusnya menakut-nakuti orang? Ia menggaruk tanah di lembah dengan gembira, dan penuh semangat ia menyerbu ke medan laga?
  63. Apakah burung elang kauajar terbang bila ia menuju ke selatan dengan sayap terkembang?
  64. Perintahmukah yang diikuti burung rajawali sebelum ia membuat sarangnya di gunung yang tinggi?
  65. Hai (nama Anda sendiri), kautantang Aku, Allah Yang Mahakuasa; maukah engkau mengalah atau maukah engkau membantah? Hadapilah Aku sebagai laki-laki, dan jawablah segala pertanyaan-Ku ini. Apakah hendak kausangkal keadilan-Ku, dan membenarkan dirimu dengan mempersalahkan Aku? 
  66. Apakah engkau kuat seperti Aku? 
  67. Dapatkah suaramu mengguntur seperti suara-Ku?
  68. Dapatkah kautangkap si buaya Lewiatan, hanya dengan sebuah pancing ikan? 
  69. Dapatkah lidahnya kautambat dengan tali-tali pengikat?
  70. Dapatkah engkau memasang tali pada hidungnya ataupun kait besi pada rahangnya?
  71. Mungkinkah ia mohon padamu untuk dibebaskan? 
  72. Atau berunding denganmu, minta belas kasihan?
  73. Mungkinkah ia membuat persetujuan denganmu, dan berjanji akan selalu melayanimu?
  74. Mungkinkah engkau mengikatnya seperti burung peliharaan, yang menyenangkan hamba-hamba perempuan?
  75. Mungkinkah ia diperdagangkan oleh nelayan-nelayan dan dibagi-bagikan di antara para pedagang?
  76. Dapatkah kautusuk kulitnya dengan tombak bermata tiga atau kaulempari dia dengan lembing yang menembus kepalanya?
  77. Siapa yang dapat menyerangnya tanpa kena cedera? Di dunia ini tak ada yang sanggup melakukannya.
Ketika saya selesai membaca semua pertanyaan Tuhan ini dan menanyakan kepada diri saya sendiri, respon saya sama seperti Ayub, yakni hanya menutup mulut saya dengan kedua tangan saya, diam hening dan semakin kagum dengan Tuhan dan mengakui bahwa Tuhan yang memegang kendali. Ia begitu besar dan siapakah saya untuk bisa memberi jawab kepada pertanyaan-pertanyaan ini? nyatanya, tidak ada manusia pun yang mampu memberi jawaban. Untuk siapa pun yang membaca blog ini dan menganggap Tuhan itu kecil dan tidak memberikan efek besar kepada hidup Anda, berpikirlah ulang. Siapakah Anda untuk bisa dengan begitu arogan menganggap Tuhan itu tidak ada atau kecil perannya? Bisakah Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan ini?

Di satu sisi kegeraman saya, ingin rasanya saya menanyakan hal-hal ini kepada para manusia munafik yang sering mengatasnamakan agama dan Allahnya untuk menindas orang lain. Dapatkah mereka menjawab pertanyaan ini? 

Tuesday, April 2, 2013

Kristen Vs Katolik : Bunda Maria


"Let us run to Mary, and, as her little children, cast ourselves into her arms with a perfect confidence." ~ Saint Francis de Sales


Saya paling bingung dengan orang-orang yang membanding-bandingkan antara Kristen dengan Katolik atau sebaliknya. Yang Katolik cenderung mengatakan kebaktian Kristen seperti nonton konser, yang Kristen mengatakan liturgi Katolik seperti di pemakaman karena sunyi. Tidak sadarkah mereka ketika mereka mengejek, menyindir satu sama lain, mereka menyindiri tubuh Kristus itu sendiri? Sama ketika jempol kanan berfungsi lebih baik daripada jempol kiri, padahal fungsinya sama?

Pernah ketika saya di gereja Kristen, saya mengatakan bahwa saya dibesarkan secara Katolik, sikap mereka sedikit terkejut dan membuat tanda salib (Entah apa maksudnya, mungkin untuk mengejek saya? #entahlah) Untuk saya pribadi, tidak ada perbedaan antara Katolik dengan Kristen. 
Kita menyembah Tuhan yang sama, yakni Yesus Kristus. 
Firman yang kita pegang sama, yakni Alkitab.
Tokoh-tokoh yang kita kenal dalam Alkitab juga sama. 
Bahkan kita berdoa dalam doa yang sama yakni Bapa Kami.

Saya dibesarkan dan dididik secara Katolik meskipun sekarang saya lebih sering ke gereja Kristen karena saya mencari perkembangan dalam iman saya namun hal tersebut tidak menajiskan saya untuk tidak lagi boleh datang ke gereja Katolik. Saya pun masih datang ke gereja Katolik untuk Jalan Salib. Saya pun mendukung Paus yang baru. Apakah ada larangan dimana orang Katolik tidak boleh ke gereja Kristen dan sebaliknya? Hanya orang-orang yang berpikiran sempit yang seperti itu. Mereka-merekalah yang membuat perbedaan itu ada. 

Perdebatan paling sering saya dengar adalah tentang Bunda Maria. Benar bahwa umat Kristen tidak berdoa kepada Bunda Maria sedangkan di Katolik ada liturgi berdoa kepada Bunda Maria. Pertanyaannya adalah kenapa harus didebatkan? Apabila Anda seorang yang mengaku mempercayai akan Yesus atau percaya akan pengaruh dari Rasul Paulus, Yohanes dan tokoh-tokoh Alkitab lainnya, sangat aneh rasanya kenapa Anda justru meragukan peran daripada Ibunda Yesus, Maria. Tentang inilah saya ingin membagi pandangan saya soal Bunda Maria.

Bunda Maria istimewa di mata Allah
Allah sendiri melalui malaikat utusan-Nya menghormati Bunda Maria. Lukas 1:28 BIS menulis "Malaikat itu datang kepada Maria dan berkata, "Salam, engkau yang diberkati Tuhan secara istimewa! Tuhan bersama dengan engkau!" kata asli yang digunakan adalah 'kecharitomene' yakni penuh rahmat“. Sapaan semacam ini tidak pernah ditujukan kepada tokoh mana pun di dalam Alkitab. Salomo boleh saja terkenal karena kebijakannya, tetapi Maria? Dia pun dihormati oleh Allah karena rahmatnya.

Maria adalah Hawa (versi) baru
Saat kejatuhan Adam dan Hawa, Allah telah merencanakan akan mengutus Sang Penyelamat yang akan lahir dari keturunan sang perempuan. Kejadian 3:15 menulis "I'm declaring war between you and the Woman, between your offspring and hers. He'll wound your head, you'll wound his heel." 

Banyak referensi mengacu bahwa perkataan 'perempuan ini' adalah Hawa. Menurut saya, Kitab ini ditulis untuk menunjukkan bahwa Maria adalah ‘sang perempuan’ yang telah dinubuatkan Allah pada awal mula dunia yang akan berada dalam permusuhan dengan Iblis dan bahwa keturunannya akan mengalahkan Iblis, yakni Yesus. 

Karena kalau kita mengatakan bahwa perempuan itu adalah Hawa dan dia harus melawan ular (Iblis), maka tentu Hawa bukanlah lawan yang seimbang bagi Iblis, karena setelah berdosa, justru Hawa semakin tidak mempunyai kekuatan untuk melawan setan. Menurut saya “Perempuan itu” hanya menjadi lawan seimbang bagi Iblis dan berlawanan secara total kalau perempuan itu telah dipersiapkan oleh Allah sedemikian sehingga ia tidak berdosa. Seperti halnya Kristus dengan ketaatannya sebagai Adam yang baru mematahkan ikatan dosa Adam, Bunda Maria dengan ketaatannya mematahkan ikatan dosa Hawa.

Kitab Yesaya 7:14 dan Matius 1:23 menulis hal yang mirip yakni "Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Anak itu akan dinamakan Imanuel." Betapa gambaran yang dinyatakan samar-samar dalam Kitab Perjanjian Lama tetapi digenapi di dalam Perjanjian Baru. Itulah mengapa Walaupun Kristus dilahirkan oleh Maria, namun tidak menjadikan Maria lebih utama dari Kristus; sebab yang menjadi Kepala adalah Kristus. Dengan demikian, Maria adalah anggota Tubuh-Nya yaitu Gereja-Nya. Namun demikian, Maria adalah anggota yang istimewa, justru karena ketaatannya yang ‘mendahului’ anggota Tubuh-Nya yang lain; dan karena dengan ketaatannya ini rencana Allah tergenapi.

Bunda Maria adalah Bunda kita juga
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. (Yohanes 19:26-27)

Kalau Anda mengaku sebagai murid Yesus, lalu kenapa Anda tidak mau menerima dan percaya Maria sebagai Bunda Rohani Anda?
Apabila para murid-murid Yesus begitu rendah hati menerima Maria di tengah-tengah mereka dan menerima Maria sebagai Ibu mereka, kenapa Anda tidak?
Kalau Yesus begitu menghormati Maria (bahkan Allah sendiri tidak menutup mata atas peran Maria) Siapakah Anda untuk mengatakan peran Maria hanyalah sebatas wanita yang mengandung Yesus semata?
Bunda Maria adalah ibu kita, sebab Yesus memberikannya kepada kita umat beriman, untuk kita kasihi, kita hormati dan kita teladani. Sebab dengan menerimanya sebagai ibu, kita dapat belajar untuk mengikuti teladan imannya sampai akhir; agar kitapun dapat masuk dalam Kerajaan-Nya dan beroleh mahkota kehidupan.

Peran Maria yang begitu besar
Terkadang banyak orang meremehkan peran Maria. Mereka lebih terkagum-kagum dengan peran Paulus atau pun Yusuf atau tokoh lainnya. Tidak salah memang memiliki panutan, tetapi sadarkah Anda bahwa Maria juga memiliki peran yang sangat besar? 

Sebagai ibu yang mengandung, melahirkan dan membesarkan Yesus, Bunda Maria hadir secara istimewa dalam kehidupan Yesus di dunia. Di setiap peristiwa hidupnya, ketaatan iman Maria terus diuji dan disempurnakan oleh Tuhan. Mulai dari sejak terbentuk-Nya Kristus dalam rahimnya, saat kelahiran-Nya di tempat yang termiskin, saat mengungsi ke Mesir, saat hilangnya dan diketemukannya kembali Yesus di bait Allah; saat pertumbuhan-Nya sejak anak-anak sampai dewasa, Maria hidup bersama-sama dengan Tuhan Yesus di bawah satu atap, dalam kesederhanaan keluarga tukang kayu. 

Penyertaan Bunda Maria mencapai puncaknya pada saat ia mendampingi Kristus, sampai di bukit Golgota, di saat hampir semua murid-Nya meninggalkan Dia. Maria melihat sendiri kesengsaraan Putera-nya yang melampaui segala ungkapan, untuk menebus dosa-dosa manusia. Di kaki salibNya, Maria melihat sendiri apa yang nampaknya seperti pengingkaran total apa yang dikatakan oleh Malaikat Gabriel saat memberikan Kabar Gembira. 

Tentu masih diingat oleh Maria ucapan Malaikat Gabriel seperti yang dicatat oleh Lukas 1:22-23 "“Ia akan menjadi besar. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Tetapi yang dilihat Maria adalah persis seperti apa yang dicatat oleh Yesaya 53:3-5 "yang terlihat adalah penderitaan Putera-nya yang tak terlukiskan, “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan. Ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia."

Betapa besarnya ketaatan iman yang ditunjukkan oleh Bunda Maria di kaki salib itu, di hadapan Allah! Betapa totalnya ia memasrahkan dirinya kepada Tuhan tanpa syarat, mempersembahkan segala kehendak dan pemahamannya kepada Tuhan yang tak terselami jalan- jalan-Nya. 

Di kaki salib itu Bunda Maria membuktikan persatuannya dengan Kristus, melalui keteguhan iman yang sama ketika ia menerima Kabar Gembira, “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu, ya Tuhan.” Saya rasa, kita perlu belajar dari Bunda Maria untuk tetap dapat mengatakan kepada Tuhan, “Terjadilah kehendak-Mu,” dengan kepasrahan yang penuh; sebab kita percaya bahwa rancangan Tuhan jauh lebih tinggi dari rancangan kita.

Pernyataan Martin Luther
Saya pernah mendengar seorang teman kristen yang berkata "Untuk apa saya berdoa kepada Bunda Maria, wong Martin Luther aja nggak nganggep Maria kok." Dulu saya tidak memiliki jawaban atas pernyataan itu, namun sekarang saya tahu bahwa hal tersebut salah besar. Pendiri Gereja Protestan, Martin Luther pun mengajarkan bahwa Maria adalah Bunda Gereja dan umat Kristen pun harus menghormatinya.

Mari kita lihat di Luther Works, (Weimar edition), 29:655:26-656:7 yang mengatakan bahwa “Bunda Maria adalah Bunda Yesus dan bunda kita semua. Kalau Kristus adalah milik kita, kita harus berada di mana Ia berada; dan semua yang menjadi milik-Nya pasti menjadi milik kita, dan oleh karena itu ibu-Nya juga adalah ibu kita.”
Luther Works, (Weimar edition), 11:224:8 bahkan berkata bahwa “Kita semua adalah anak- anak Maria.” 

Masihkah ada alasan untuk Anda untuk memperdebatkan peran tentang Maria dan tidak menerimanya sebagai Bunda Anda? 
Masihkah Anda berdebat bahwa Katolik dan Kristen itu berbeda? 
Berhentilah membedakan satu sama lain. Kita semua adalah bagian dari tubuh yang memiliki kepala yang sama. 
Untuk saya pribadi, Kristen dan Katolik tidak berbeda, melainkan melengkapi satu sama lain.  

Wednesday, March 27, 2013

Yang Sempurna Untuk Anda

"To improve is to change; to be perfect is to change often." ~ Winston Churchill


Apabila diberikan pilihan, mungkin semua orang ingin berada dalam jalannya Tuhan. Semua orang ingin menjalani hidup yang sesuai dengan arahanNya. Sadar tidak sadar, kita ingin menyenangkan Dia dengan menjalani semua kehendakNya yang sempurna. Sayang kenyataan berbicara lain karena terkadang kehendakNya yang sempurna itu terkadang tidak terlihat seperti yang kita pikiran.

Mungkin kita harus memahami lebih dalam tentang arti kata sempurna ini (karena tidak ada yang sempurna di dunia ini, bukan?) Kalau kita terlalu sibuk mengejar kesempurnaan yang datangnya dari kita, yang terjadi bisa saja kita malah kehilangan arah dari kehendakNya karena kita terlalu sibuk mengejar mimpi siang bolong kita.

Benar bahwa ide-ide yang berasal dari kita sangat cocok untuk kita.
Benar bahwa hari yang indah berarti semua berjalan sesuai dengan yang kita inginkan.
Benar bahwa sebuah hubungan yang sempurna adalah hubungan yang ringan dan tidak membawa stress ke tubuh dan jiwa kita.
Benar bahwa pekerjaan yang sempurna adalah ketika kita berada di titik piramida tertinggi dan memiliki banyak sekali uang.

Hal tersebut di atas tidaklah jelek, karena memang kenyataannya ada begitu banyak orang yang seperti itu, hanya saja semua hal di atas bukan berarti sudahlah sempurna menurutNya. Hal ini lebih penting karena apa yang menurutNya sempurna untuk kita, sudah pasti sempurna untuk kita. Keinginan terbesar Tuhan adalah untuk Anda menjadi semua yang Dia impikan agar supaya Anda dapat memuliakan Dia lewat cara yang seharusnya. Dan hal ini terkadang terjadi saat hidup kita berada di bawah atau kondisi kehidupan kita sedang di musim terbawah.

Terkadang keinginan Tuhan untuk menyempurnakan kita tidaklah datang dengan cara yang sempurna menurut ukuran mata kita. 

Di Alkitab, keinginanNya bagi Yusuf tidaklah sempurna untuk Yusuf. Dia dijadikan budak dan dipenjara. Tetapi semua itu menjadikan Yusuf sempurna. Melalui Dia, Tuhan menyelamatkan keluarganya dan bangsanya.

Di Alkitab, keinginanNya untuk Paulus mungkin tidak sempurna untuk sebagian besar orang. Hanya sedikit orang yang melalui kehidupan keras dalam menyebarkan Injil seperti Paulus. Tetapi semua penderitaan itu membuat Paulus sempurna. Kitab Paulus menjadi salah satu acuan gereja hingga saat ini.

Keinginan Bapa untuk Yesus mungkin tidak sempurna bagi murid-murid Yesus. Di taman Getsemani, bahkan Yesus sendiri tidak menyukai kondisinya. Tetapi lewat pengorbananNya di kayu Salib, rencana Allah menjadi sempurna. Yesus mengalahkan dosa dan membuat dosa malu dengan bangkit dari kematian dan memberikan keselamatan bagi semua bangsa.

Kita mungkin tidak menyukai pekerjaan kita sekarang. Tetapi melalui itu semua, Tuhan menyempurnakan karakter kita, kesabaran kita, dan iman kita.

Hubungan percintaan atau pertemanan yang baru saja hilang daripada Anda mungkin tidak terlihat sempurna bagi Anda, tetapi bisa jadi dengan kejadian tersebut, Tuhan sedang membersihkan area-area Anda dan mempersiapkan Anda untuk hubungan pertemanan baru yang jauh lebih baik untuk Anda.

Penyakit yang Anda hadapi sekarang mungkin tidaklah Anda inginkan. Tetapi Tuhan dapat menggunakan penyakit Anda sebagai dasar daripada iman untuk menggapai lebih banyak orang dan Dia menempatkan Anda dalam situasi yang sempurna untuk membuat orang lain yang sakit lebih tenang.

Tidaklah mudah menjalani itu semua.
Tetapi itu semua berarti untuk dijalani.
Semua itu memiliki tujuan.
Semua itu memiliki makna untuk dijalani.
Dan semua ketidaksempurnaan yang datangnya dari Allah-lah yang membuat Anda sempurna.

Monday, March 25, 2013

Selamat Paskah


Easter is the demonstration of God that life is essentially spiritual and timeless.  ~Charles M. Crowe


Manusia selalu menyesuaikan keinginan mereka sesuai dengan waktu dan keinginan yang mereka miliki. Pernahkah Anda melihat seseorang menikah tapi mereka naik metromini M37 atau bajaj, misalnya? Saya rasa hampir semua orang (kalau tidak sangat-sangat-sangat-terpaksa) akan lebih memilih  acara pernikahan mereka dengan menaiki Alphard, Camry atau mobil sejenis. Kita cenderung memilih penampilan dan juga tanggapan orang atas hidup kita.

Karena sebentar lagi kita akan menyambut Paskah, saya mencoba menyesuaikan keinginan kita dengan keadaan Yesus menjelang Paskah. Mari kita lihat Yesus yang datang dan disambut menaiki seekor kuda hitam yang gagah saat banyak orang melambai-lambaikan daun palma kepadanya! Ya, Yesus menaiki kuda! Bukaaan!! Yesus berada di atas seekor keledai. Ya, Keledai. 

Yesus tidak menaiki kuda yang seringkali dilambangkan sebagai keanggunan, kecepatan, kekuatan, peperangan, pertahanan dan lainnya. Keledai bisa dibilang adalah binatang kelas dua. Bahkan pepatah tentang keledai pun tidak enak untuk didengar karena keledai adalah binatang yang bodoh. Kalau dalam peperangan para tentara menunggangi keledai, bisa dipastikan pasukan itu akan kalah.

Meski demikian, kenyataannya adalah Yesus datang menaiki seekor keledai. Meski Yesus adalah seorang Raja, Ia adalah raja yang sedang dalam misi melayani. Misinya adalah menyebarkan kasih. Ia tidak membutuhkan tepuk tangan atau kekuasaan atau harta. 

Sayangnya kebanyakan dari kita lebih memilih untuk memuaskan keinginan kita akan tanggapan orang lain terhadap kita. Kita cenderung malu apabila kita dilihat sedang berada diatas seekor keledai. Kita lebih menginginkan dilihat sedang berada diatas seekor kuda hitam yang gagah. Kita cenderung ingin dilayani, bukan melayani. Kita tidak ingin berada di sebuah kehidupan kelas dua. Kita ingin berada dalam pihak VVIP. Kita ingin dianggap oleh orang-orang. 

Yang saya tahu adalah saat Yesus disambut di pintu gerbang, lima hari kemudian dia disambit habis-habisan di kayu salib.
Yang saya tahu adalah saat ribuan orang menyambut Dia saat di pintu gerbang, akhirnya hanya tersisa empat orang yang masih tinggal saat Dia mati di kayu salib.

Ketika seorang raja rela mati untuk kita, masihkah kita merasa malu akan tanggapan orang lain? 
Satu hal yang saya tahu adalah seharusnya kita tidak perlu mengikuti keinginan kita. Tidak selalu enak berada di dalam kelas VVIP. Tidaklah selalu enak menunggangi kuda hitam. 
Kita tidak perlu merasa malu atau mencoba mengikuti tanggapan semua orang atas kita,
... asalkan kita tahu siapa diri kita di dalam Kristus. 

NB : Ya saya ikut melambai-lambaikan daun palma saya yang kecil saat di gereja, namun saya berdoa walau daun palma saya kecil, iman saya besar namun entah kenapa, saya merasa iri dengan penjahat yang berada di samping kayu salib Yesus yang kini berada di Firdaus bersama Yesus. 
Selamat Paskah semuanya. 

Tuesday, March 5, 2013

Penjaring Manusia, Bukan Penjaga Akuarium


Terkadang ketika saya mengantri untuk mengikuti kebaktian, saya sempat berpikir, berapa kira-kira jumlah total umat yang datang ke gereja @JPCC. (Perkiraan saya mungkin ribuan). Saya sering mendengar kotbah tentang bahwa kita harus menjamah orang-orang yang belum pernah mengenal Yesus. Bahwa kita seharusnya lebih terfokus kepada orang-orang yang bisa kita raih, ketimbang orang-orang yang bisa kita simpan (Yesus sendiri menyuruh kita untuk menjadi penjaring manusia)


Tetapi dari ribuan orang yang datang ke gereja setiap Minggu, adakah orang-orang yang benar-benar belum pernah datang atau mengenal Yesus? Atau jangan-jangan semua yang datang adalah mereka yang telah mengenal Yesus? 
Adakah ikan-ikan baru di akuarium Anda yang bernama gereja? 
Atau jangan-jangan isi Akuarium gereja hanyalah ikan yang itu-itu saja?

Dulu, dari beberapa gereja yang saya datangi, saya melihat kebanyakan gereja lebih senang menjadi pengumpul ikan yang itu-itu saja di akuarium mereka. Mereka mengatakan mereka ingin meraih jiwa-jiwa dan lainnya, tetapi yang mereka lakukan hanya sekedar mengeluarkan strategi bertahan ketimbang strategi ekspansi. 

Mereka lebih senang didikte oleh umat mereka.
Mereka membiarkan umat mendiktekan gaya. 
Mereka membiarkan umat mendikte fokus mereka. 
Mereka membiarkan umat mendikte visi dari gereja.
Dengan satu syarat, pundi-pundi uang masuk ke kas mereka.

Yang terjadi adalah gereja penuh dengan orang-orang yang telah diselamatkan. Gereja menjadi tidak berfungsi jadi tempat yang menyelamatkan orang-orang baru. Kenapa? Karena orang-orang yang ingin diselamatkan oleh gereja tidak tertarik kepada gereja yang lebih terfokus menyenangkan orang-orang yang sudah diselamatkan. 

Untuk saya pribadi, semua gereja sebenarnya baik tujuannya, tetapi tidak semua gereja cocok dengan saya. Saya tidak cocok dengan gereja Mama saya, karena pengajaran gereja Mama saya lebih ke arah mukjizat dan penyembuhan. Saya tidak mengatakan bahwa ajaran gereja Mama saya tidak bagus. Ajarannya bagus, namun sebagai orang yang masih muda, saya lebih membutuhkan pengajaran dengan porsi lebih besar tentang relationship, pengembangan diri, motivasi, visi, misi, musik dan lainnya. Dan hal tersebut saya dapatkan di gereja saya sekarang ini.

Saya percaya bahwa tugas gereja yang baik seharusnya adalah membuat umatnya mengalami perkembangan rohani ketimbang mempertahankan mereka di gereja tersebut tetapi umat tersebut tidak berkembang sama sekali. Untuk saya, kedewasaan rohani Kristiani bukanlah orang-orang yang berkumpul dalam sebuah tempat untuk bisa melestarikan preferensi pribadi mereka sendiri dan kemudian menguduskan tempat tersebut dengan gereja. 

Tetapi, bisakah kita melakukan keduanya? Tentu bisa. Kita bisa fokus kepada orang yang ingin kita gapai tetapi juga terfokus kepada orang-orang yang telah berada di akuarium gereja kita. Sisanya biarkan Tuhan yang mengatur. Kalau mereka tidak cocok dengan gereja Anda dan memutuskan untuk keluar, jangan hardik mereka dan mengatakan mereka pendosa dan lainnya, sebaliknya, doakan agar mereka segera mendapatkan gereja yang dapat membuat mereka berkembang.

Keinginan saya untuk gereja saat ini adalah akan selalu ada tempat-tempat kosong untuk muka-muka baru yang ingin mengenal Yesus dan mendengar firmanNya. Karena, orang-orang tersebut bisa jadi adalah orang-orang yang benar-benar membutuhkan firmanNya. 

NB : Tahun ini adalah tahun ketiga saya berada di gereja lokal saya @JPCC meski ya, beberapa kali saya skip datang ke gereja karena malas dan lainnya. Tetapi saya bersyukur bahwa saya berada di gereja yang dapat membuat saya bertumbuh.

Thursday, February 28, 2013

Jangan Ikut Aku

"Don't walk behind me; I may not lead. Don't walk in front of me; I may not follow. Just walk beside me and be my friend." ~ Albert Camus


Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?"
Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." 
Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" 
Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku?
#Matius 13: 36-38

Yesus tidak mengajak Petrus untuk pergi bersamaNya bukan karena Petrus kekurangan iman. Justru sebaliknya, penaksiran iman Petrus yang terlalu tinggi itulah penyebab kenapa Yesus tidak mengajaknya. Petrus begitu yakin dan percaya bahwa dia sudah siap mati untuk Yesus. Sebenarnya, dia belum siap dan Yesus mengetahui hal itu. Jadi Yesus mengatakan untuk saat itu, Petrus belumlah bisa pergi bersamanya.

Anda mungkin berpikir? Hei, kan Yesus yang menyuruh Petrus untuk meninggalkan keluarganya, pekerjaannya dan rumahnya untuk mengikuti Dia dan sekarang Dia mengatakan kepada Petrus untuk tidak mengikutinya? Sepertinya aneh.

Bukan seperti itu. Yesus mengetahui secara pasti apa yang Dia lakukan karena Dia juga mengetahui secara pasti ukuran iman dari Petrus. Tidak diragukan bahwa Petrus secara inisiatif mengikuti Yesus, bahkan Petrus pun mencoba berjalan di atas air. Tetapi, permasalahannya adalah Petrus belum siap untuk mengikuti Yesus ke kayu salib karena toh, akhirnya Petrus menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok.

Petrus belumlah siap untuk mengikuti Yesus kemana pun Yesus pergi. Tidak untuk pada saat itu. Anda pun belumlah siap untuk mengikuti Yesus kemana pun Dia pergi juga. Setidaknya, tidak untuk saat ini. Seringkali kita bersikap seperti Petrus, kita terlalu percaya diri akan iman kita sehingga tanpa sadar kita merendahkan posisi kasih karunia dan kesabaran yang datangnya dari Yesus lebih lagi dan berakhir seperti Petrus yang menyangkal diriNya. Yang Yesus harapkan adalah kita melatih iman yang kita miliki sekarang karena kita harus mengembangkan iman kita (ketimbang mengikutiNya kemana saja)

Masih ada banyak area dalam hidup kita dimana iman kita masihlah sangat hijau. 
Ada begitu banyak momen dalam hidup kita dimana kita masih berperang melawan momen tersebut. 
Ada begitu banyak pergumulan yang sering kita ajukan ke dalam hidup kita. 
Pertanyaan untuk Anda di dalam area dan momen tersebut adalah pertanyaan yang sama yang diajukan Yesus kepada Petrus, "Apakah Anda benar-benar akan memberikan nyawa Anda untuk Yesus?"

Jawabannya adalah tidak. Dan itulah alasan kenapa Dia menyerahkan nyawanya untuk Anda. Karena penyaliban adalah misi yang Dia emban selama Yesus di dunia dan tidak ada orang lain yang dapat menggantikan tugas itu. Anda pun tidak dapat menggantikan tugas penyaliban itu.

Jadi, latihlah iman yang Anda miliki sekarang. Ikuti Yesus kemana pun sejauh Anda bisa. Dan ketahuilah bahwa kasih karuniaNya mencukupi Anda saat Anda tidak dapat mengikutiNya dan Dia akan sabar ada untuk Anda ketika Anda menjalani proses pengembangan iman dimana Anda belum bisa mengikutiNya untuk saat ini.

Ukuran Doa


"Work as if you were to live a hundred years. Pray as if you were to die tomorrow." ~ Benjamin Franklin 



Tampaknya berdoa setiap hari membutuhkan komitmen dan kedisiplinan yang sangat tinggi untuk bisa menjadikan rutinitas ini menjadi kebiasaan yang baik.Biasanya, kebanyakan orang akan mengatakan berdoa dalam jangka waktu yang panjang adalah cara doa terbaik. Ada juga cara doa yang terbaik adalah doa yang sering. Tidak perlu terlalu lama, tetapi sering Anda panjatkan. Mungkin bisa satu - lima kali dalam sehari dan lainnya.

Saya setuju dengan keduanya, namun ternyata ada satu hal yang juga membuka mata saya dalam sudut pandang berdoa yang tidak pernah saya sadari sebelumnya. Yakni tentang luasnya cakupan doa kita, besarnya ukuran doa kita.

Mungkin benar bahwa terkadang berdoa dalam waktu panjang itu baik karena kita merasa intim denganNya. Mungkin juga benar bahwa berdoa secara sering akan mengingatkan kita kepadaNya. Sayangnya, saya merasa sepertinya saya belum benar-benar berdoa karena kebanyakan dari isi doa kita berupa permintaan akan ini itu yang memuaskan kemauan kita, seperti kenaikan gaji, hari yang indah, bonus, rejeki mendadak, jodoh, karir yang menanjak, rumah idaman, motor-mobil impian dan lainnya yang berporos pada kemauan kita semata.

Efesus 3:20 berkata "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"

Ayat di atas memberitahukan kepada kita bahwa kita sedang berbicara kepada Tuhan yang besar, pencipta semesta. Tetapi kebanyakan dari kita melupakan bahwa ketika kita sedang berhadapan dengan Pencipta yang Besar (lewat doa), seharusnya kita juga membawa doa yang besar juga. Bukan sekedar meminta tentang kemauan kita (yang terkadang bukan kebutuhan kita). kebanyakan kita lupa akan konteks janji itu dan tidak melihat bahwa itu bertepatan dengan doa yang besar.

Efesus 18-19 
(18) Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, (19) dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Dikatakan ada lebar dan panjang dan tinggi dalam ukuran doa kita. Ayat ini juga segera mengingatkan kita kepada betapa tidak terbatasnya Tuhan dan Tuhan menginginkan kita berdoa kepada titik lebih jauh lagi daripada yang biasanya kita lakukan. Dia ingin kita berdoa dalam ukuran yang tidak terbatas. Dengan cara pikir baru ini, saya mulai mencoba merubah sedikit gaya berdoa saya yang tadinya hanya berfokus kepada saya menjadi lebih lebar cakupannya. Saya mencoba tidak hanya berfokus kepada diri saya sendiri. Saya mencoba berdoa untuk korban perang, korban kebakaran, kemacetan, perang saudara di dunia, binatang-binatang yang terancam punah, pemilu luar negeri, para kriminal yang ada di penjara dan lainnya. akibatnya? Durasi doa saya menjadi lebih panjang dari biasanya, lebih sering dari biasanya tetapi anehnya saya merasa lebih damai ketika saya mendoakan sesuatu yang cakupannya lebih luas daripada kemauan saya.

berdoalah lebih lama. Berdoalah lebih sering. Tetapi  pertanyaannya adalah apakah durasi dan kuantiti doa kita menjadi lebih baik apabila isi doa kita (yang panjang dan sering) hanya berisi rengekan-rengekan dan tuntutan-tuntutan kemauan kita semata?

Friday, February 22, 2013

Hope Only The Best

"I do the very best I know how - the very best I can; and I mean to keep on doing so until the end." ~ Abraham Lincoln




Seorang teman saya berniat menyatakan perasaannya ke calon pacarnya beberapa hari ke depan. Dan dia berkonsultasi sebaiknya seperti apa cara untuk menyatakan perasaannya, karena dia mau pada hari itu, adalah hari yang spesial. Dia mau semuanya yang terbaik. Setelah saya memberi beberapa saran, dia mengatakan hal ini kepada saya. "Tre, kalau semisalnya gw ditolak, piye ya?" Saya hanya menjawab "Ya, siapin hati aja untuk yang terburuk dan mudah-mudahan yang terbaik yang datang ya pak".

Hari ini saya memikirkan lagi ucapan saya itu. Memang sih, itu bahasa klise yang mana artinya adalah kita harus bersiap-siap menanggung konsekuensi seandai-andainya rencana kita gagal. Tapi, kalau dipikir-pikir, sepertinya kalimat klise itu jahat juga ya?

Jahatnya adalah berarti kita menyalah-artikan arti dasar dari pengharapan itu sendiri, dong. Kenapa? Karena harapan adalah bentuk dari iman. Kita semua pasti maunya mempercayai apa yang kita harapkan untuk terjadi, bukan akan apa yang tidak akan terjadi. Kita semua mau rencana utama kita yang berjalan, bukan rencana cadangan kita. Kita tidak mungkin mengharapkan yang terbaik kalau kita sendiri memiliki iman akan sesuatu yang terburuk yang terjadi. Kalau kita memiliki rencana cadangan, berarti kita sendiri tidak yakin rencana utama kita akan berjalan baik, toh? Omong-omong soal rencana, teman saya pasti maunya pacaran dengan calon pacarnya itu, dan rasanya teman saya tidak memiliki calon pacar cadangan semisalnya dia ditolak oleh cewek tersebut.

Anda tidak bisa berharap mendapatkan pekerjaan yang Anda butuhkan kalau Anda memiliki pemikiran Anda akan ditolak.
Anda tidak bisa berharap mendapatkan anak-anak Anda menjadi agen perubahan kalau Anda tidak percaya dengan kemampuan mereka.
Anda tidak bisa berharap Tuhan akan memulihkan hubungan Anda yang rusak kalau Anda memiliki kepercayaan bahwa hal tersebut tidak perlu diungkit-ungkit lagi.

Pemikiran ini bukan mencoba memutarbalikkan kekuatan dari pemikiran yang positif. Semua dari kita bisa berpikir positif. Hanya saja kita yang terlalu sering memencet tombol pemikiran negatif dalam diri kita. Kita lebih mudah berpikir negatif, pesimis, takut ketimbang optimis. Tombol negatif tampaknya posisinya lebih mudah dicapai, tombolnya lebih besar ukurannya, dan bunyi 'klik'nya lebih terdengar nyaring ketimbang tombol positif.

Harapan-harapan yang berasal dari iman bisa ditemukan dari tokoh-tokoh dalam Alkitab di bawah.
Daud mengharapkan Tuhan memampukan dia untuk mengalahkan Goliat. Dan itu terjadi. Tidak ada rencana cadangan saat Daud maju bertempur melawan Goliat.
Elia mengharapkan Tuhan memberikan kepadanya kemenangan melawan para penyembah Dewa Baal. Dan itu terjadi. Tidak ada rencana cadangan yang disiapkan Elia semisalnya dia kalah.
Yesus mengharapkan bahwa pengorbananNya di kayu salib akan menebus semua manusia. Dan itu terjadi. Yesus tidak mengatakan ada rencana cadangan semisalnya nanti dia tidak jadi mati menebus manusia.

Seharusnya harapan-harapan kita tidak dibangun oleh impian belaka atau keinginan sendiri yang egois. Tetapi oleh ketersediaan janji Tuhan yang tidak pernah berubah dan oleh karakter Tuhan yang tidak berubah. Kita memiliki harapan akan masa depan kita berdasarkan apa yang telah Tuhan katakan dan telah Dia lakukan di masa lalu. Jadi, harapkan hanya yang terbaik. Doakan hanya yang terbaik yang terjadi, dan jangan kaget kalau Anda mendapatkan yang terbaik. 

NB : (Mudah-mudahan teman saya juga meneriman jawaban "ya" dari calon pacarnya nanti)

Friday, January 11, 2013

Placing Your Bookmark of Life

From at least the 19th century, bookmarks have been thought of and treated as things of beauty and value to be collected, preserved and admired ~ Frank X. Roberts 


Berbeda dengan cara saya membaca buku, akhir-akhir ini saya suka memberikan tanda atau bookmark kepada bagian-bagian buku yang saya sukai. Biasanya saya malas memberikan tanda karena saya berpikir toh saya membaca buku tersebut paling hanya satu kali dan rasanya saya tidak akan membaca buku yang sama untuk kedua atau ketiga kalinya. 

Namun rasanya anggapan itu salah, karena ternyata akan selalu ada hal baru yang bisa saya dapatkan atau pelajari entah apakah buku yang saya baca itu adalah novel, fiksi, roman, filsafat, Alkitab, atau bahkan komik sekali pun. Dan sekarang rasanya puas ketika saya berhasil menyelesaikan buku dan melihat tanda-tanda itu menjulur keluar dari halamannya.

Hal ini membuat saya sedikit merenung pagi ini. 
Kalau saya suka memberikan bookmark kepada buku saya, bagaimana dengan bookmark hidup saya, sudah sampai chapter ke berapa kah hidup saya? 
Adakah quote-quote yang menarik yang saya torehkan dalam buku kehidupan saya? 
Adakah percakapan-percakapan berarti dan mendalam yang bisa orang lain resapi ketika mereka membaca kehidupan saya?
Adaah bookmark yang saya tandai dalam kehidupan saya membuat buku kehidupan saya menjadi lebih baik dan terus membaik? 
Adakah alur kehidupan saya memberikan berkat kepada orang lain di sekitar saya? Atau jangan-jangan alur kehidupan saya membuat pusing orang lain yang membaca saya dan membawa kesulitan untuk mereka?
Atau yang paling parah, jangan-jangan buku kehidupan saya masih kertas kosong yang belum ditulis sama sekali dan tidak ada bookmark yang terpasang #amitamit
Anda sadari atau tidak, bookmark yang kita berikan dalam kehidupan kita seakan menyapa kepada pembaca kita "hello, kami senang Anda datang kembali." 

Apa pun cerita yang saya dan Anda torehkan dalam kehidupan kita masing-masing, pada akhirnya kita harus memberikan buku kehidupan kita kepada sang penerbit, yakni Tuhan. Kepada Dia-lah kita pada akhirnya akan meminta tandatanganNya sebagai tanda persetujuan akan bookmark-bookmark dalam hidup kita. Dialah yang membantu kita menulis, mengedit, menambah pengetahuan baru, mengeja, menghapus, memberikan koreksi alur. Bagus atau tidaknya buku kehidupan kita, kita serahkan sepenuhnya kepada Dia. Saya hanya berharap buku kehidupan Anda dan saya akan berada di pajangan bukuNya, dan menjadi salah satu buku kesukaanNya.
Tuhan memberkati.

Tuesday, December 25, 2012

Happy Birthday Jesus

A birthday is just the first day of another 365-day journey around the sun.  Enjoy the trip.  ~Author Unknown


Hari ini, Yesus, Sang Raja, Juru Selamat, berulang tahun. 
Sudahkah Anda mempersiapkan hadiah untuknya atau berpikir kira-kira hadiah apa yang cocok untukNya? Tahukah Anda apa hadiah yang Dia mau? Kira-kira apa hadiah yang cocok untuk Dia, ya?

Kalau kita memberikan Dia uang sebesar 1 Milyar, akankah Dia terkesan? Saya rasa tidak. Kenapa? Kalau pun kita memberikan Dia emas batangan, Dia tidak akan terkesan. Karena jalanan di Surga terbuat dari emas. Dia empunya harta terbesar dan terbanyak. Apa untungnya emas batangan untuk Dia?

Kalau kita memberikan Dia seluruh waktu kita, akankah Dia terkesan? Tidak. Kenapa? Karena bukankah waktuNya tidak terbatas. Dia abadi dan Maha-hadir. Sekarang dan selama-lamanya. Dan malah, Dia yang memberikan kita waktu mulai dari detik, menit, jam, hari, bulan, tahun. Apa untungnya waktu kita untukNya? Toh, Yesus juga tidak akan bertambah tua, bukan?

Mungkin Anda berpikir, Anda akan memberikan hidup Anda. Whoa..whoa. Tunggu dulu. Bukankah Dia yang memberikan Anda hidup dan kehidupan itu sendiri? Kenapa Anda memberikan kembali hidup ke Dia? Jangan melakukan itu. Hidup Anda dan saya adalah kepunyaanNya. Jadi, apa dong hadiah yang cocok untuk Dia?

Saya rasa hadiah terbaik yang bisa kita berikan untukNya adalah dosa-dosa kita. Sadarkah Anda bahwa dosa-dosa kita bukanlah hal-hal yang Dia berikan kepada kita pada awalnya? Dia menginginkan kehidupan kita yang penuh dengan dosa. Dia ingin dosa-dosa kita. Sadarkah Anda bahwa Yesus menginginkan kehidupan orang-orang yang rusak, Dia menginginkan orang-orang yang mau menurunkan harga dirinya di hadapanNya, Dia menginginkan pertobatan yang tulus dari kita karena dosa-dosa kita. 

Dengan dosa-dosa yang kita lakukan dan miliki, Dia dapat mengubah kita. Dia dapat menyembuhkan kita dan melakukan hal-hal besar yang Dia akan senang hati lakukan dalam hidup kita. Jadi, datanglah kepadaNya. Bawa hadiah terbesar untukNya, yaitu dosa-dosa kita. Mintalah pertobatan dariNya dan tiup lilin ulang tahun bersamaNya dan minta agar dia memberikan Anda hikmat, pengampunan, jalan, visi, misi, tujuan, pengajaran dan perlindungan. Bawalah kehidupan Anda yang rusak, berbelok itu kepadaNya. Dia akan senang hati menerimanya. 

Selamat Ulang Tahun, Yesus dan Selamat Hari Natal semua.

Monday, December 24, 2012

[Renungan Malam Natal] Hadiah untuk Dia


Rasanya, ini pertama kalinya saya menulis renungan tentang arti Natal. 
Entah kenapa, saya merasa ada sebuah bisikan di hati saya yang seakan menyuruh saya untuk merenungkan arti Natal tahun ini. 
Mungkin Tuhan mengingatkan saya dan Anda akan arti dari Natal.
Terlepas dari apa pun kado Natal yang saya terima atau saya berikan kepada teman-teman dan keluarga dan terlepas dari apa pun kegiatan saya saat liburan Natal atau rencana liburan yang saya rencanakan, benar rasanya bahwa Natal telah diidentikkan dengan kado, Santa klaus, makan-makan, diskon, belanja, liburan. Kita telah kehilangan arti sebenarnya dari Natal. Padahal, Natal adalah tentang kelahiran Yesus Kristus sebagai penyelamat manusia di dunia ini. (Benar, kita tidak akan menemukan satu pun tempat perbelanjaan yang akan memasang banner / iklan / poster mengenai kelahiran Yesus Kristus sebagai media promosi mereka.)

Sebagai umat Kristen / Katolik, seringkali saya atau kita, lupa bahwa Natal bukanlah tentang kado, makan-makan, santa klaus, melainkan tentang kelahiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat manusia. Seharusnya orang pertama yang kita berikan hadiah adalah kepada Dia yang kita peringati saat hari Natal, yaitu Yesus Kristus. Seharusnya kita seperti orang Majus yang mengikuti petunjuk bintang dan datang ke palungan yang sederhana untuk menemukan Yesus berada di sana dan bersyukur bahwa Sang Penyelamat telah bersama kita.
Kita yang merayakan Natal adalah jiwa-jiwa yang telah mendengar kabar baik karena kita percaya akan berita Kabar Baik dimana kelahiranNya adalah keselamatan jiwa kita.
Sayangnya kebanyakan dari kita tidak menyebarkan Kabar Baik dan kita tidak menyelamatkan sesama kita. Kita cenderung sibuk dengan diri kita sendiri. 
Kita memposting ratusan ucapan Natal di sosial media kepada teman-teman kita namun disaat yang sama, masih ada ratusan orang diluar sana yang masih belum mengenal Yesus, tidak pernah mendengar namaNya dan bahkan mereka hidup dalam kegelapan. Sudahkah Anda meraih mereka?
Kalau kelahiran Yesus Kristus memberikan terang dalam hidup kita, sudahkah kita juga menjadi terang untuk kehidupan orang lain di luar sana? (Saya harap saya sudah melakukan itu dan tidak berhenti melakukannya)
Jadi, apa yang telah saya atau Anda berikan sebagai hadiah kepada Dia,satu-satunya pribadi yang 'berulang-tahun' setiap tanggal 25 Desember? 
Sudahkah Anda dan saya mempersiapkan hadiah untuk Dia? 
Pernahkah Anda bertanya kepada yang berulang tahun ini, apa hadiah yang Dia minta dari Anda?
Atau jangan-jangan kita malah terlebih dahulu sibuk mencari hadiah kepada kolega, tetangga, pasangan, kenalan, atasan kita terlebih dahulu ketimbang Dia yang 'empunya' acara di tanggal 25 Desember ini?
Jangan-jangan kita lebih sibuk memesan tempat untuk makan malam mewah bersama pasangan atau keluarga kita jauh-jauh hari ketimbang memesan jauh-jauh hari sebuah tempat palungan kecil yang sederhana di pojokan kamar kita untuk bersamaNya merayakan hari kelahiranNya?
Ketika saya memikirkan bahwa saya cenderung lebih mengutamakan mencari hadiah-hadiah kepada teman-teman saya terlebih dahulu dan cenderung memuaskan keinginan saya akan liburan Natal ketimbang memberikan hadiah kepada Dia terlebih dahulu, jujur, saya merasa malu dan tidak pantas merayakan Natal meski saya tahu kasih karunia Tuhan akan terus menyertai Anda dan saya. Namun biarlah rasa malu yang saya dapat dengan menuliskan ini semua membawa cara pikir baru dalam merayakan Natal tahun ini.
Selamat hari Natal.
Tuhan Yesus memberkati.

Friday, December 7, 2012

Lewat Mana, sih?

A man travels the world over in search of what he needs and returns home to find it.  ~George Moore


Saya ingat benar bahwa beberapa hari kemarin hidup saya dikuasai oleh emosi. Seakan semuanya berjalan tidak sesuai rencana saya.

Dimulai dari kesal kepada Tuhan karena rasanya begitu susah untukNya mengatakan kepada saya secara gamblang arah mana sebenarnya yang perlu saya tuju dalam hidup saya.
Dilanjutkan dengan pekerjaan dadakan tanpa briefing dari atasan saya.
Ketiadaan internet di agency video ketika mau mengirim dan men-download file kerjaan.
Barang pesanan yang tidak jelas kapan datangnya.
Pekerjaan presentasi yang dimajukan deadlinenya dan lainnya.
Betapa sebuah hari yang tidak menyenangkan untuk saya. Namun dari semua hal itu, yang membuat saya agak gusar adalah hal pertama. Saya merasa kenapa Tuhan begitu pelitnya untuk menunjukkan arah kepada saya.

Mungkin para Rasul di jaman terdahulu, Anda yang membaca tulisan ini atau mungkin hampir semua orang menanyakan hal yang sama dengan saya.
Bagaimana caranya menemukan apa yang menjadi keinginan Tuhan dalam hidup kita?
Bagaimana kita bisa membedakan impian kita dengan apa yang menjadi impian Tuhan untuk kita? Apa yang Dia inginkan untuk kita berikutnya?

Semua orang yang menanyakan hal ini saya yakin adalah orang-orang yang mau berkembang secara spiritual karena jawaban yang kita terima sangatlah penting dan krusial akan kebutuhan dan pemenuhan batin kita. Mengetahui apa yang menjadi rencana Tuhan seharusnya menjadi pemikiran utama dari setiap pengikut Tuhan. Permasalahannya tidak sering juga pertanyaan kita tentang apa kemauan Tuhan seringkali bentrok dengan satu atau banyaknya keputusan yang harus kita ambil. Misalkan keputusan yang mungkin akan berpengaruh akan masa depan kita, keputusan besar yang resikonya besar, atau bisa jadi panggilan dalam hati kita.

Saya selalu kagum akan Rasul Paulus dalam usahanya mengejar kemauan Tuhan. Rasul idaman saya berdoa untuk saya dan Anda dalam Kolose 1: 9-10 seperti ini :
1:9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,
1:10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.

Tentu ketika kita ingin mengetahui rencana Tuhan atas kita tidak mungkin bisa diketahui kalau kita tidak mengenalNya. Kejarlah arahan langsung dari Tuhan itu sendiri dengan berdoa dan membaca firmanNya. Mungkin benar bahwa Alkitab tidak akan secara langsung menunjukkan kepada Anda jawaban yang Anda butuhkan. Tetapi dengan membaca Alkitab, hal tersebut akan mengantar kita kepada banyak sekali permasalahan-permasalahan atau kondisi yang serupa. Dan juga, membaca firmanNya akan mempengaruhi nilai-nilai dan pemikiran Anda sehingga hati dan pikiran Anda akan diperbaharui sehingga Anda akan melihat dari sudut pandang yang berbeda dengan filter yang baru, yakni filter yang berdasarkan kata-kataNya. Akibatnya? Tentu saja, Anda akan mendapatkan hikmat dan kebijaksanaan dalam segala ketidakpastian yang ada di sekeliling Anda.

Kemampuan kita untuk memutuskan sebuah keputusan yang penuh dengan hikmat dan kebijaksanaan ketika kita dihadapkan oleh situasi dan kondisi yang serba tidak jelas akan membuat membuat perbedaan besar antara maju melangkah berdasarkan firman Tuhan dalam hidup kita ketimbang hanya menjalani hidup penuh kebingungan.Saya belajar bahwa terkadang menemukan kehendak-Nya adalah cukup dengan melihat prinsip yang sama dalam FirmanNya dapat diterapkan pada situasi yang unik yang kita hadapi sekarang.

Mungkin saya dan Anda berpikir bahwa mendengar suara Tuhan adalah dengan adanya ungkapan verbal yang dapat kita dengar. Tetapi saya rasa saya harus merubah pemikiran saya bahwa hanya orang-orang yang penuh dengan anugerah tertentu yang dapat mendengar suara Tuhan secara langsung. Tetapi saya tidak menyerah, saya rasa dalam versi saya, mendengar suara Tuhan artinya adalah tidak hanya sekedar mengerti arah yang Ia inginkan untuk saya (berdasarkan firmanNya) tetapi juga mengetahui apa langkah selanjutnya yang harus saya ambil. 

Mungkin Tuhan tidak berkata secara lantang sehingga telinga saya dapat mendengar, tetapi bisa jadi Dia sebenarnya sedang berbisik secara perlahan kepada hati saya, untuk mengarahkan saya kepada sebuah arah yang untuk bersekutu denganNya melalui tulisan-tulisan firmanNya.

Tuesday, November 27, 2012

Bukan Kepala? No Problemo!

"Sodara-Sodara!! Karena apa yang disebut kepala itu bukanlah ekor, dan apa yang dikatakan ekor itu bukanlah kepala. "#Halah!


Saya seringkali mendengar beberapa hinbauan dari pastor-pastor senior di gereja-gereja terdahulu baik di gereja Katolik ataupun Kristen bahwa kehidupan kita seharusnya menjadi kepala, bukan ekor. Saya mengerti bahwa maksud dan tujuan dari perkataan seperti itu adalah baik meskipun rasanya kok sedikit 'nyinyir' karena kita semua dipaksakan menjadi kepala.

Terlepas dari pernyataan motivasi di atas, saya rasa pada kenyataannya, tidak semua orang dapat menjadi kepala. Karena apabila kita semua menjadi kepala, maka siapa yang menjadi badannya? Saya rasa semua dari kita walaupun bagian dari Kristus, memiliki peran dan bagiannya masing-masing. 

Kenyataannya, di dalam tubuh Kristus itu sendiri (dalam hal ini, gereja) beberapa orang dipanggil untuk menjadi jari-jari kaki. Tidak semua orang bisa menjadi tangan kanan, mata atau telinga. Semua itu adalah bagian tubuh yang mudah terlihat dari luar. Bagian tubuh ini menjadi sorotan dari apa yang terlihat dari luar.

Beberapa orang berfungsi sebagai paru-paru, ginjal, lever, darah, hati, usus. Anggota-anggota tubuh ini berada di bagian dalam tubuh dalam artian jarang terlihat. Tetapi coba saja biarkan salah satu organ-organ tubuh ini berhenti berjalan, bisa jadi seluruh tubuh bisa berada dalam kesulitan. Bisa jadi orang-orang yang menjadi bagian-bagian dalam tubuh ini tidak terlalu dikenal, tidak berada di bawah sorotan panggung, tetapi tanpa mereka, tubuh Kristus pun mengalami kesulitan.

Sialnya, kebanyakan dari kita mau menjadi kepala meskipun kita tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk menjadi kepala. Mungkin bisa jadi fungsi dan tugas kita hanya menjadi jemari kaki atau sebatas lengan atau leher. Atau yang lebih parah, mungkin menjadi bagian di dalam tubuh. Pertanyaan saya, maukah Anda? Maukah Anda berada di belakang layar? Maukah Anda menjadi seseorang yang (mungkin) kurang terkenal di dalam tubuh Kristus? 

Siapa pun Anda, apa pun tugas dan fungsi Anda dalam tubuh Kristus, saya rasa itu bukanlah hal penting untuk Tuhan. Dia hanya ingin menggunakan Anda. Itu saja. Mungkin Anda gagal dalam hidup Anda, mungkin Anda selalu berusaha untuk menjadi kepala namun berakhir menjadi bagian lainnya. Saya yakin Tuhan akan memakai kegagalan dalam hidup Anda untuk menghancurkan hasrat besar yang ada di dalam hati Anda untuk melihat Anda berada di dalam kilauan cahaya tubuhNya.

Ketika Anda mengerti bahwa apa pun bagian Anda di dalam tubuh Kristus, itu tidak akan menjadi masalah. Anda tidak akan peduli apakah Anda berada di waktu utama atau sampingan, pemimpin kendali atau pengemas barang-barang. Yang penting adalah Anda adalah bagian dari Sang Raja, Yesus Kristus. Penting untuk kita mengerti bahwa tidak selalu setiap dari kita menjadi kepala. Menjadi bagian apa pun tidak masalah asalkan kita memiliki hati seorang hamba. Percuma saja ketika Anda menjadi kepala namun tugas dan fungsi Anda sebagai kepala tidaklah berjalan, bukan?

Lagipula, bolehkah saya tahu, apakah hebatnya menjadi kepala tanpa leher? Kepala pun tidak dapat menoleh tanpa ditopang leher.
apakah hebatnya menjadi kepala tanpa mata? Kepala pun tidak dapat melihat kalau tidak memiliki mata.
Apakah hebatnya menjadi kepala tanpa rambut? Kepala tidak dapat memiliki mahkota tanpa rambut. 

Untuk saya pribadi, satu-satunya pribadi yang cocok menjadi kepala hanyalah Yesus Tuhan dalam hidup, bukan manusia (siapa pun itu orangnya). Dan saya sangat setuju kalau kita jangan mau jadi ekor. Karena hei, kita bukan binatang, kita tidak punya ekor. Tuhan tidak menciptakan kita, manusia sebuah ekor. Dan entah kenapa kalau kita dikatakan menjadi ekor, saya selalu terbayang seekor naga. Jadi, apapun bagian tubuh Anda saat ini, bukan itu yang dicari oleh Tuhan. Yang dicari olehNya adalah orang-orang yang memiliki pengabdian penuh kepadaNya tanpa keegoisan. Orang-orang seperti ini yang sangatlah diperlukan. Banyak sekali diperlukan, malah.

Thursday, November 1, 2012

Chayank, kita mau kemana?

Pria :"Sayang, kamu mau kemana hari ini?"
Wanita :"Terserah kamu kemana aja. Asal bareng kamu."
Pria : "Aaah.. Toow Tweet. "#blushed


Anda mungkin cukup jijik membaca kalimat pembuka di blog thread kali ini (sama seperti saya yang agak sedikit jijik menuliskan kalimat tersebut)

Tetapi hei  .. bukankah itu kata-kata manis dan indah dan menenangkan jiwa ketika pasangan Anda mementingkan kehadiran diri Anda ketimbang memikirkan makanan apa yang kalian makan, tempat seperti apa yang akan dituju dan lainnya. 

Saya yakin untuk siapa pun yang mendapatkan pengakuan seperti itu akan bertindak lebih. Mungkin sang pria akan membawa sang wanita ke tempat yang lebih 'baik' dan 'spesial' ketimbang biasanya. 

Bukankah seharusnya seperti itu perjalanan kita kepada Tuhan? Anggap saja kita di pihak wanitanya sekarang. Kita mengatakan kepada Tuhan "Terserah deh Tuhan, kamu bawa aku kemana, yang penting aku bareng sama kamu, Tuhan." Hei, mungkin kita tidak tahu kemana Tuhan akan membawa kita kemana. 

Mungkin Tuhan karena saking senangnya mendengar perkataan kita, dia menutup mata kita dan membawa ke tempat yang spesial. Ya, mungkin perjalanannya sedikit bergelombang, berputar atau cukup jauh, tetapi dia tetap memegang kita untuk membawa kita ke tempat spesial itu. Karena dia juga tidak sabar untuk cepat-cepat menunjukkan tempat spesial itu kepada Anda tetapi tentu akan ada perjalanan yang harus dilewati.

Kita mungkin memiliki ekspektasi kemana pasangan kita akan membawa kita. Kita mungkin memiliki ekspektasi tempat-tempat romantis yang wow, makanan-makanan enak dan ditemani lagu-lagu romantis, misalnya. 

Tetapi sadarkah Anda bukan ekspektasi yang membuat Anda mau dibawa oleh pasangan Anda. Kepercayaan yang Anda berikan kepada pasangan Anda itulah yang membuat Anda mau dibawa olehnya. Bayangkan ketika Anda tidak mempercayai pasangan Anda, saya yakin Anda tidak akan mau dibawa kemana pun oleh dirinya. Kalau pasangan Anda yang manusia bisa membawa ke tempat-tempat spesial dimaan hati Anda berbunga-bunga, bayangkan apa yang bisa Tuhan lakukan untuk Anda. Pertanyaannya hanya :

Percayakah Anda kepadaNya? 
Maukah Anda bersama Tuhan? 
.... Terlepas kemana pun Dia membawa Anda?

Wednesday, October 31, 2012

Bersikap Melebih-lebihkan

Yohanes 4:28-29
4:28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
4:29 "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"


Benarkah Yesus mengatakan SEMUA yang telah diperbuat oleh wanita itu? Jawabannya adalah tidak. Tidak semuanya ... 

Ingat bahwa perempuan ini tidaklah mengenal Yesus dalam jangka waktu yang lama. Yesus tidak menghabiskan waktu berjam-jam, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun untuk mengatakan segala sesuatu yang perempuan itu lakukan. Bahkan, bisa saja pertemuan Yesus dengan wanita itu mungkin hanya berlangsung beberapa menit saja.

Tetapi efek dari waktu singkat itulah yang perlu kita cerna. Karena tampaknya hidup wanita itu begitu dirubahkan pada saat Yesus berbicara dengannya selama beberapa menit, sehingga wanita itu melebih-lebihkan segala sesuatunya. 

Bagi diri wanita itu, kasih yang diberikan dan ditujukan dari Yesus untuk wanita itu begitu menakjubkan sehingga wanita itu tidak tahu harus berkata apa untuk mengungkapkan ketakjubannya. Jadi, hiperbola adalah jalan keluar terbaik yang wanita muda itu lakukan.

Anda mungkin mendengar banyak sekali hal-hal yang hiperbola di sekeliling Anda. Anda mungkin mendengar apabila banyak orang mengatakan bahwa Yesus tidak menyelamatkan mereka, mereka mungkin tidak akan ada sekarang ini. Terkadang hal itu benar. Tetapi biasanya hal tersebut juga salah. Kenapa? Karena walaupun mereka tidak mengenal Yesus, mereka akan tetap hidup. Tetapi apakah hidup mereka berarti?

Kasih karunia Tuhan membuat kita melebihkan segala sesuatunya. Dibutuhkan hanya satu ons saja dalam perubahan hidup kita yang berasal dari kasih karunia Tuhan untuk kita sampai kepada pemikiran bahwa kasih karunia Tuhan begitu dashyat (Dan memang seharusnya begitu). Kita harus bersyukur atas segala belas kasih Tuhan di dalam hidup kita untuk segala hal.

Ketika Anda pernah merasakan atau mengetahui kasih karunia yang memang berasal dari Allah dan Anda disuruh untuk menceritakan kembali pengalaman itu, saya yakin Anda juga mungkin akan bereaksi hiperbola seperti wanita di dalam cerita itu, kenapa? Karena Anda menginginkan orang lain mengalami hal yang sama.

Hal yang menyedihkannya adalah, seringkali kita bertindak sebaliknya. Kita meremehkan hal tersebut, kita meminimalisasi mukjizat Tuhan dalam hidup kita. Kita berbicara dan bertindak seakan-akan Yesus telah membuat hidup kita hanya SEDIKIT lebih baik. Hal tersebut tidaklah benar. 

Kasih karunia Tuhan akan mengubah kehidupan Anda jauh lebih dari apa yang Anda bisa bayangkan. Dan apabila Anda mengatakan bahwa kasih karunia Tuhan hanya menambah sedikit aspek kehidupan Anda, orang lain akan merendahkan efeknya juga. Tidak perlu takut untuk melebih-lebihkan efek yang telah Tuhan perbuat dalam hidup Anda, karena kasih karunia Tuhan jauh lebih besar daripada yang Anda bisa bayangkan, hanya saja terkadang anda harus meniup efeknya lebih besar untuk Anda bisa menyadari hal itu.

Monday, October 29, 2012

Alasan untuk hidup

Suicide is man's way of telling God, "You can't fire me - I quit." - Bill Maher


Beberapa hari kemarin sekitar pukul tiga pagi saya melihat-lihat kembali tulisan-tulisan saya sejak saya SMP.

Hanya beberapa catatan dan tulisan biasa yang sering saya tulis di buku saya yang memiliki gambar depan seekor induk bebek berwarna kuning yang sedang bermain dengan anak-anaknya.

Di dalam buku tersebut tersimpan catatan nomor telepon teman-teman lama saya. Saya termenung melihat deretan nama tersebut ketika menyadari beberapa teman saya tidak lagi ada di dunia ini karena mereka menyerah dan mengambil keputusan dalam hidup mereka untuk bunuh diri beberapa tahun silam ketika mereka berumur belasan tahun.

Jadi, dalam blog thread kali ini saya berusaha membuat sebuah memoire pendek untuk mengenang mereka yang telah mengambil keputusan untuk melakukan tindakan bunuh diri tersebut. 

Terkadang, nampaknya begitu mudah melepaskan diri dari semua ini ketika kita semua mengakhiri hidup kita sendiri ketika sebuah problema yang begitu besar tidak bisa kita atasi. Sebuah pemikiran yang terkesan sepele namun sangat menyesatkan.

Saya sendiri pun sering berada dalam kondisi seperti itu. Saya merasa buruk. Tidak berarti. Tidaklah penting. Mencoba bunuh diri? Saya pernah. Terpikir untuk melakukan bunuh diri? Cukup sering. Pada saat itu saya tidak dapat menemukan satu pun alasan agar saya bisa melanjutkan hidup saya. Dan mungkin dunia akan menjadi sedikit lebih peduli ketika saya tidak lagi ada. Benarkah? Kenyataannya, tidak. Dunia akan terus berjalan dan berputar terlepas Anda ada atau tidak di dalamnya. 

Saya tidak tahu siapa Anda dan apa kondisi Anda saat ini. 
Tetapi ketika Anda berada dalam posisi dimana saya pernah berada, yaitu posisi dimana seakan-akan orang tidak ada yang peduli atau posisi dimana-mana seakan-akan Tuhan tidak peduli. Saya mohon, temukan alasan untuk Anda tetap hidup karena selalu ada alasan untuk Anda tetap hidup. Kita semua disini untuk sebuah alasan dan tujuan. Dan saya yakin mengakhiri hidup Anda sendiri bukanlah tujuan akhir Anda dan tindakan itu tidak pernah dirancang Tuhan untuk Anda.

Anda PENTING!
Anda INDAH !
Anda DICINTAI !

Mungkin Anda merasa tidak ada sosok manusia yang mencintai Anda. Tetapi Tuhan mencintai Anda. Dia sedang mendemonstrasikan cintaNya kepada Anda. Dengan membiarkan Anda hidup, bernafas, berpikir, merasakan, Dia sedang mendemonstrasikan cintaNya kepada Anda.
Dia ingin Anda kembali kepadanya.

Anda berhak mendapatkan alasan untuk hidup.
Anda perlu mencari alasan untuk tetap hidup.
Ingatlah bahwa bertahan hidup selalu lebih sulit ketimbang mengakhiri hidup.
Bertahan hidup membutuhkan keberanian.
Beranikah Anda menjalani hidup Anda sendiri?


---------------------------

Saya berdoa untuk jiwa-jiwa yang memiliki kecenderungan negatif seperti depresi, stress, kecenderungan untuk mengakhiri hidup sendiri agar mereka dikuatkan dimanapun jiwa-jiw ini berada. Aku meminta agar Roh Kudus menemani mereka, menghibur mereka, mengubah cara pikir mereka dan Yesus Kristus memaafkan kami semua (termasuk jiwaku sendiri) yang pernah berpikir untuk menyerah terhadap hidup. Berikan kami kelemahan untuk mau datang kepadamu ya, Bapa. Berikan kami kekuatan dan keberanian untuk mau menutup mata kami, membuka hati kamu dan menyerahkan semua masalah kami kepadamu. Berikan kami jalan keluar ketika kami merasa semua pintu tertutup. Dan untuk jiwa-jiwa yang sudah mendahului kami, ampuni jiwa mereka. Berikan kami damaiMu.