Showing posts with label Review Buku. Show all posts
Showing posts with label Review Buku. Show all posts

Friday, January 11, 2013

[review buku] Paulo Coelho : Seperti sungai yang mengalir

Tidak seperti buku Paulo Coelho yang berisi alur cerita, buku ini berisi kumpulan dan cerita pendek dari Paulo Coelho, kisah-kisah yang menggugah tentang kehidupan dan kematian, suratan takdir dan pilihan, cinta yang hilang dan ditemukan. 
Kadang humoris, kadang serius, tapi selalu dalam, buku ini - seperti semua karya Coelho lainnya - mengeksplorasi artinya menjalani hidup dengan sepenuh-penuhnya. Kisah-kisah dan artikel-artikel di dalam buku ini telah diterbitkan di berbagai surat kabar di seluruh dunia, dan dikumpulkan menjadi buku atas permintaan pembaca Paulo Coelho. Berikut salah bentuk tulisan renungan yang dalam yang ada di dalam buku tersebut,


Kisah sebatang pensil (hal.13)

Si anak lelaki memandangi neneknya yang sedang menulis surat, lalu bertanya, 
   "Apakah nenek sedang menulis cerita tentang kegiatan kita? Apakah cerita itu tentang aku?"
Sang nenek berhenti menulis surat dan berkata kepada cucunya,
   "Nenek memang sedang menulis tentang dirimu, sebenarnya, tetapi ada yang lebih penting daripada kata-kata yang sedang Nenek tulis, yakni pensil yang Nenek gunakan. Mudah-mudahan kau menjadi seperti pensil ini, kalau kau sudah dewasa nanti."
   Si anak lelaki merasa heran; diamat-amatinya pensil itu. Kelihatannya biasa saja.
   "Tapi pensil itu sama saja dengan pensil-pensil lain yang pernah kulihat!"
   "Itu tergantung bagaimana kau memandang segala sesuatunya. Ada lima pokok yang penting, dan kalau kau berhasil menerapkannya, kau akan senantiasa merasa damai dalam menjalani kehidupanmu.
   "Pertama, kau sanggup melakukan hal-hal besar, tetapi jangan pernah lupa bahwa ada tangan yang membimbing setiap langkahmu. Kita menyebutnya tangan Tuhan, dan Dia selalu membimbing kita sesuai dengan kehendak-Nya."
   "Kedua:  sesekali Nenek harus berhenti menulis dan meraut pensil ini. Pensil ini akan merasa sakit sedikit, namun sesudahnya dia menjadi jauh lebih tajam. Begitu pula denganmu, kau harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik."
   "Ketiga: pensil ini tidak keberatan kalau kita menggunakan penghapus untuk menghapus kesalahan-kesalahan yang telah kita buat. Ini berarti, tidak apa-apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita jadi tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan."
   "Keempat: yang paling penting pada sebuah pensil bukanlah bagian luarnya yang terbuat dari kayu, melainkan grafit di dalamnya. Jadi, selalu perhatikan selalu apa yang sedang terjadi didalam dirimu."
   "Dan akhirnya, yang kelima: .... (jawabannya akan Anda temukan ketika Anda membeli dan membaca sendiri bukunya) #teaser #hihihi #oops

Tuesday, January 3, 2012

Your Journey to the Ultimate U by Rene Suhardono

"Jangan menyamakan pekerjaan dengan karir. Pekerjaan hanyalah alat. Sedangkan karir adalah mengenai diri sendiri. -Rene S"

Yeah, Rene is back! Dia kembali menyapa para penggemarnya di buku barunya yang berjudul "Your Journey to The Ultimate U" dengan gaya bahasa yang ringan, ringkas, dalam dan juga berbeda dengan buku sebelumnya, "Your Job is Not Your Career"

Apa isi bukunya?
Buku ini berisikan cerita-cerita dan pemikiran yang sangat inspiratif yang bisa Anda gunakan sebagai panduan petulangan penuh makna dalam hidup Anda untuk menemukan versi terbaik dari diri Anda sendiri. Buku ini mengajak Anda untuk merenungkan sejenak makna hidup Anda tentang diri Anda sendiri. Sebuah buku yang jujur yang ditulis dengan hati, bukan sekedar pikiran. Sebuah cubitan dan tamparan untuk Anda yang hidup "biasa-biasa" saja.

Cocok untuk siapa?
Cocok untuk Anda yang ragu, bingung dan sedang dalam tahap mencari purpose Anda. Anda yang mungkin ragu untuk keluar dari zona nyaman. Bingung menentukan target kesuksesan hidup Anda sendiri. Dan tentunya untuk Anda yang belum atau tidak berani untuk memotivasi diri sendiri untuk mengambil sebuah keputusan yang terbaik untuk diri Anda sendiri. Jangan tunggu lagi, your journey is for you and you alone!

Saya mendapatkan begituuuu banyaaak pemikiran baru saat membaca buku ini. Seakan semua ketakutan, kepesimisan saya terkuak saat membaca buku ini. Rene dapat melihat sebuah masalah kecil yang terkadang kita lupakan atau tidak perhatikan dari lensa kacamata yang berbeda. Saya pastikan Anda pasti mendapatkan sesuatu setelah anda membaca buku, bahkan bukan tidak mungkin hidup Anda berubah drastis setelah membaca buku ini.

Bocoran : Psst.. buku ini juga memberikan sticker instagram yang nantinya bisa ditempeli loh.

Friday, November 25, 2011

Perpustakaan Ajaib : Bibbi Bokken

“Aku berjalan menyusuri rak-rak perpustakaan. Buku–buku tersebut memunggungiku. Tak seperti manusia yang ingin berjarak denganku, buku-buku itu malah menawarkan diri untuk memperkenalkan diri mereka. Bermeter-meter jajaran buku yang tak akan pernah mampu kubaca. Dan aku tahu, apa yang ada di sini adalah kehidupan yang merupakan pelengkap kehidupanku, yang menanti untuk dimanfaatkan.” (hlm. 234)

Saya dipinjami sebuah buku oleh sahabat baik saya. Sebuah buku terbitan Mizan berjudul Perpustakaan Ajaib : Bibbi Bokken. Sebuah buku yang menarik dan sangat enak dibaca karena tidak sampai 2 hari saya telah berhasil melahap buku tersebut.

Buku ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama tentang Buku Surat dan bagian kedua tentang Perpustakaan. Bagian pertama berisi tulisan-tulisan surat sepasang adik-kakak sepupuan, Berit Boyum dan Nils Boyum Torgersen. Berit Boyum dan Nils Boyum Torgersen menggunakan buku surat ini untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Sampai waktu yang lama pun seluruh arsip catatan tetap tersimpan rapi dan runtut.

Sejak awal hingga akhir bagian pertama, Kita dibuat penasaran terhadap berbagai pengalaman yang mereka tuliskan. Apalagi keduanya menambahkan dugaan-dugaan teori, imajinasi, serta fantasi mereka masing-masing untuk mendapatkan titik terang dari semua misteri yang mereka hadapi.

Sedangkan di bagian kedua diceritakan saat-saat di mana keduanya akhirnya berkumpul kembali untuk memecahkan misteri tersebut. Hingga akhirnya mereka berhasil menemukan dan memasuki perpustakaan bawah tanah milik Bibbi Bokken. Di bagian inilah akhirnya semua misteri tersebut diurai satu persatu.

Buku surat Berit Boyum dan Nils Boyum Torgersen, yang selama ini menjadi alat komunikasi keduanya, ternyata diincar seorang wanita misterius, yang tak dikenal sebelumnya. Bersama komplotannya perempuan misterius tersebut menjalankan sebuah rencana rahasia atas diri Berit Boyum dan Nilas Boyum Torgersen.

Buku imajinatif ini ditulis oleh Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup. Saya salut karena bahasa-bahasa mereka selalu piawai meramu banyak hal dalam aspeknya melalui sudut pandang anak-anak. Banyak sekali unsur yang dimasukkan dalam buku ini, mulai dari misteri, pengetahuan, dan filsafat. Di bukunya yang ini selama mengikuti petualangan Berit dan Nils tersebut, banyak wawasan mengenai perbukuan yang dapat disimak pembaca. Misalnya tentang klasifikasi Dewey yang sering digunakan untuk menandai buku-buku di perpustakaan. Selain itu, juga ada istilah kepustakaan yang diperjelas di dalamnya. Jelas, tidak salah sahabat baik saya mengidolakan karya-karya penulis Jostein Gaarder, dan mungkin saya pun menjadi salah satu pengagum beliau.