Tuesday, July 31, 2012

Men with Excuses

He who excuses himself accuses himself. ~Gabriel Meurier, Trésor des sentences

Sadarkah Anda begitu banyak orang yang sibuk mencari alasan untuk dirinya ketika dirinya berada dalam situasi tertentu?

Mereka mencari alasan untuk menyelamatkan dirinya sendiri, membenarkan dirinya sendiri. Dan sikap mencari alasan ini sudah ada sejak 2000 tahun lalu sejak alkitab ditulis.

Tahukah Anda akan selalu ada keraguan untuk setiap mimpi dalam setiap manusia? Akan selalu ada penentang dalam setiap janji. Hal ini terjadi terjadi pada kita semua juga.

Dalam hidup Anda, akan selalu ada orang-orang yang mengatakan "tetapi" kepada Anda. Orang-orang ini akan selalu berusaha masuk ke dalam Anda, berusaha membuat Anda ragu atas apa yang rencana Tuhan telah tetapkan untuk Anda.

Tetapi Anda terlalu muda.
Tetapi Anda masih tidak berpengalaman.
Tetapi akan ada pengeluaran besar nantinya.
Tetapi bukan ini yang kami pikirkan dari Anda.
Tetapi ini resikonya besar.

TETAPI TUHAN TELAH MEMANGGIL ANDA UNTUK TUGAS ANDA! Cukup hanya itu yang perlu Anda pikirkan. Bangsa Israel mendengarkan suara yang salah sehingga mereka harus menghabiskan 40 tahun mereka di padang gurun. Apabila Anda mendengarkan orang-orang yang memberikan Anda alasan "tetapi" ini, Anda juga akan sama seperti bangsa Israel, Anda akan mengarungi lautan gurun entah untuk berapa lama. Anda akan berjalan di sisi yang salah dari takdir Anda. Anda akan berada di gurun hanya untuk bertahan semata.

Jangan biarkan suara-suara negatif ini memberikan Anda keraguan akan kemana Tuhan membawa Anda. Usahakan menggagalkan keraguan mereka dengan iman Anda sebanyak mungkin karena mereka juga sedang berusaha untuk menggagalkan iman Anda dengan keraguan yang diberikan oleh mereka kepada Anda. Akan selalu ada orang-orang yang memberikan Anda alasan "tetapi" ini di sekeliling Anda, tetapi apa jawaban Kaleb dan Yosua kepada orang-orang yang memberikan alasan "tetapi" ini? ... Mereka menjawab "TETAPI tuhan bersama kita" (Bilangan 14:9)

Tetapi Anda terlalu muda.
Tetapi Tuhan bersama saya.

Tetapi Anda masih tidak berpengalaman.
Tetapi lihat apa yang Tuhan bisa lakukan lewat murid-muridnya.

Tetapi akan ada pengeluaran besar nantinya.
Tetapi Tuhan akan menyediakan kebutuhan saya sesuai dengan kekayaanNya.

Tetapi bukan ini yang kami harapkan dari Anda.
Tetapi itu yang dipikirkan Tuhan untuk saya.

Tetapi ini resikonya besar.
Tetapi hal ini patut didapatkan.

Tetapi Anda tidak bisa melakukan hal ini.
Ya, benar. Saya tidak bisa. Tetapi sejak kapan ketidakbisaan saya adalah ketidakbisaan Tuhan?

Monday, July 30, 2012

Ketika baik saja tidak cukup

Temen : "Tre, cariin gw pacar dongss!!"
Saya : "Siap 'ndoro. Mau pacarnya tuh yang kaya opo?"
Temen : "Gak muluk-muluk lah, Tre. Yang baik!"
Saya : "Nggih.."


Entah sudah berapa kali mungkin Anda juga diminta menjadi biro jodoh oleh beberapa teman, saudara, rekan kantor atau mungkin adik-kakak Anda. Saya sering. (Meskipun saya juga masih jomblo hingga hari ini), tidak ada yang salah memang dengan percakapan di atas.

Namun saya sangat menyadari bahwa kebanyakan dari kita menginginkan seorang pasangan yang 'baik' semata. Benarkah 'baik' saja cukup? Untuk saya, tidak!

Untuk saya, kata 'baik' hanyalah sebatas kiasan saja. Saya menemukan banyak teman saya yang menawarkan temannya untuk dijadikan calon jodoh dengan perkataan semacam ini. "Ini gw kenalin seseorang nih, dia orangnya 'baik', kok" ... Alhasil si pencari jodoh pun mengiyakan. Tidak ada yang salah mungkin, tetapi sekali lagi saya katakan, terkadang 'baik' saja tidak cukup.

Saya juga percaya ketika Anda mati-matian meminta jodoh kepada Tuhan, Anda tidak hanya sekedar meminta pasangan yang 'baik'. Atau, kalau Anda ternyata memang meminta seorang pasangan dengan daftar 'baik' saja, lebih baik segera rubah doa Anda. Kenapa begitu? Karena Tuhan menciptakan kita secara detil. Bukankah Tuhan itu tahu setiap helai rambut kita? Lah, kita? Boro-boro tahu berapa helai rambut, wong berapa helai bulu kaki aja susah ngitungnya. Oleh karena Dia menciptakan kita sedemikian detil, masak Anda meminta sesuatu yang sikapnya abstrak atau sekedar rancu? Deskripsikan lah orang yang Anda 'butuhkan' secara detil. Oke Tre, karena 'baik' saja tidak cukup. Apa yang adalah cukup untukmu? Jawaban saya adalah 'benar'. Carilah seseorang yang benar.

Ketika kehidupan imannya benar, besar kemungkinannya orang tersebut baik kepada sesama.
Ketika karakternya benar, sangat besar kemungkinannya orang tersebut juga baik.
Ketika tutur katanya benar, besar kemungkinannya orang tersebut menjadi orang tua yang baik.
Ketika prinsip-prinsip hidupnya benar, besar kemungkinannya orang tersebut berhasil.


Untuk saya pribadi, seseorang yang baik adalah kulit luar yang dinilai orang lain dalam jangka waktu yang relatif sebentar. Tetapi seseorang yang benar adalah bagian dalam dari seseorang yang sudah terbukti kualitasnya dalam jangka waktu yang cukup lama. Kita dapat berbuat baik hari ini, tetapi belum tentu esok hari kita berbuat baik. Bisa jadi karena mood kita yang mengatur tindakan kita. Bisa jadi karena emosi kita yang mengatur tindakan kita. Renungkan hal dibawah ini :

Karena seseorang baik, belum tentu dia tidak malas.
Karena seseorang baik, belum tentu dia sopan.
Karena seseorang baik, belum tentu dia punya visi misi dalam hidupnya.
Karena seseorang baik, belum tentu dia rajin menabung.
Karena seseorang baik, belum tentu dia punya iman kepada Tuhan.
Karena seseorang baik, belum tentu dia menyayangi keluarganya.
Karena seseorang baik, belum tentu dia tidak memiliki agenda terselubung pada Anda.
Karena seseorang baik, belum tentu dia benar.
Karena seseorang baik, belum tentu dia tidak matre.
Dan daftarnya terus berlanjut ...

Oleh karena itu saya katakan, apabila Anda mencari seorang pasangan hidup dan Anda hanya terpaku kepada seseorang yang sekedar 'baik'. Mintalah secara detil seperti apakah orang yang Anda inginkan untuk dijadikan pasangan hidup Anda baik secara karakter dan fisik. Ingat bahwa tidak ada yang mustahil untuk Tuhan. Mintalah seorang pasangan yang dapat memberikan Anda nilai hidup yang lebih tinggi daripada nilai yang Anda miliki sekarang. Jangan takut untuk meminta secara detil karena Tuhan juga menciptakan kita secara detil.

Untuk saya pribadi, orang yang hidupnya benar memiliki nilai hidup yang lebih baik daripada mereka yang hidup baik semata. Atau setidaknya orang tersebut berusaha untuk terus hidup benar ketimbang hanya sekedar ingin dikenal menjadi orang yang 'sekedar baik.' Hidup benar memiliki arti dan pandangan yang lebih luas dan lebih dalam ketimbang hanya hidup baik. Dalam Alkitab ditulis bahwa doa orang benar, sangat besar kuasanya. Tidaklah ditulis bahwa doa orang baik besar kuasanya, bukan? Jadi, mintalah kepada Tuhan seorang pasangan yang benar untuk Anda. Dan mintalah kepada Tuhan agar hidup Anda pun dibenarkan olehNya agar Anda dapat menjadi pasangan yang sepadan dengan pasangan Anda nantinya.

Saya harap Anda menemukan seseorang yang benar untuk Anda dan Anda pun dapat menjadi orang yang benar untuk pasangan Anda. Saya menemukan banyak teman saya yang akhirnya pun putus dan berpisah dengan pasangannya karena misalnya, pasangannya terlalu kekanak-kanakan, pasangannya terlalu banyak bekerja, pasangannya tidak serius dengan mereka, pasangannya tidak berusaha cocok dengan keluarga mereka .. walaupun, mereka semua baik.

Wednesday, July 25, 2012

Saat mereka meninggalkan Anda

There is no distance on this earth as far away as yesterday. ~Robert Nathan

Pernahkah Anda merasakan keadaan dimana seseorang memutuskan untuk berpisah dan meninggalkan Anda atau grup Anda?

Entah apakah itu adalah grup pertemanan ataupun grup pelayanan. Tentunya sangat sedih apabila orang-orang yang terbiasa berkumpul bersama kita, tiba-tiba memutuskan untuk keluar dari grup. Meskipun tentu itu adalah keputusan mereka dan kita harus menghargai keputusan tersebut.

Saya teringat saya pernah menonton dokumenter sebuah grup rock Dream Theatre. Sebuah band yang memiliki nama besar dan mereka sudah bersama selama puluhan tahun, mulai dari masing-masing menikah, anak mereka bertumbuh, orang tua mereka meninggal. Mereka bukan hanya sekedar grup, tetapi sudah menjadi seperti keluarga yang intim.

Setelah puluhan tahun bersama, dan tiba-tiba drummer mereka memutuskan untuk keluar dan bergabung dengan band lain. Perasaan bercampuk aduk seketika dan perasaan yang paling besar yang biasanya terjadi adalah perasaan gagal.

Mungkin Anda pun begitu. Ribuan orang pergi meninggalkan sesuatu dalam kehidupan Anda, dan mungkin Anda menjadi pihak yang ditinggalkan atau mungkin Anda yang meninggalkan. Saat mereka meninggalkan Anda dan mungkin ada perasaan marah, kecewa, takut, gagal dan lainnya di hati Anda. Namun ketahuilah bahwa apabila ada seseorang meninggalkan Anda dalam kehidupan Anda bukan berarti Anda tersesat terhilang.

Beberapa orang memutuskan pergi karena situasi kehidupan mereka berubah. Mungkin Tuhan menginginkan mereka melakukan sesuatu hal yang lebih besar di tempat lain, atau mungkin peranan mereka di tempat tersebut sudahlah usai.

Saya pun sedang dalam masa di mana tim kerja saya saat ini akan segera bubar dan terpisah. Beberapa dari mereka akan pindah ke proyek-proyek baru bersama tim baru mereka. Tentu sedih melihat tim kerja saya yang sudah sangat solid terpecah dan kami harus mengambil orang baru lagi yang (bisa jadi) tidak seenak tim yang sekarang terbentuk. Ada perasaan tidak ingin maju dalam diri saya. Kami sudah bersama-sama selama 4 tahun lebih. Kami merasakan perkembangan dan progres yang kami buat, mendengarkan kisah satu sama lain, mengerti satu sama lain. Saya berusaha sebisa mungkin menahan untuk tidak membiarkan tim ini terpecah. Tetapi, apapun yang saya lakukan, waktu terus berjalan dan beberapa orang akan meninggalkan kami.

Saya sempat berasa saya tersesat. Apakah ada investasi yang saya berikan kepada mereka untuk menjadikan mereka lebih baik dan sebaliknya? Atau apakah semua itu tidak berarti apa-apa? Namun, saya berusaha untuk berpikir positif. Saya hanya harus percaya bahwa kemauan saya terkadang bukanlah kemauan Tuhan. Saya hanya harus percaya bahwa akan ada hari dimana semua benih yang telah tertanam dalam tim saya akan tumbuh. Mungkin belum terlihat hasilnya saat ini, namun saya menolak untuk mengatakan saya tidak bertumbuh.

Namun apabila saya memiliki rasa percaya dan setia, pekerjaan apa pun yang kita lakukan di dalam Tuhan tidak akan pernah gagal walaupun mungkin hasilnya belum terlihat. Satu hal yang pasti, kita menuju ke arah naik. Bukan turun.

Tuesday, July 24, 2012

Part 2 : Bagaimana cara mendengar suaraNya?

Setelah blog saya sebelumnya tentang mendengar suara Tuhan (klik disini), saya menyadari bahwa kita seringkali mengatakan kita adalah pengikut Kristus, tetapi kebanyakan dari kita tidak mengenali suaraNya (termasuk saya).

Saya ingin mencari dan mendengar suaraNya karena kekristenan bukan hanya sekedar datang ke gereja tetapi lebih daripada itu. Kekristenan menawarkan sebuah hubungan personal dengan Tuhan pencipta dahulu dan sekarang dan selamanya. Kita memiliki sebuah hak istimewa dimana kita bisa mengenal pencipta kita.

Yesus berkata bahwa "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku”. Namun seringkali saya merasa seperti domba bodoh yang tidak mengenali suarra gembala saya dan malah sibuk bercengkrama dengan para kumpulan serigala di hutan yang tidak jelas dimana letaknya. Tetapi saya temukan ternyata hei, pertanyaan ini juga ditanyakan oleh para nabi-nabi jaman dahulu, loh.

Samuel mendengar suara Tuhan namun tidak mengenalinya sampai dia dinasehati oleh Eli.
Gideon mendapatkan wahyu secara fisik dari Tuhan dan masih meragukan apa yang didengarnya sehingga dia meminta tanda, bukan sekali, tapi tiga kali.

Jadi berdasarkan blog saya tentang mengenal suara Tuhan, saya ingin membuat blog lanjutan tentang bagaimana cara mendengar suaraNya. Ketika kita mendengarkan suara Tuhan, bagaimana kita tahu pasti bahwa Dialah yang berbicara?

1. Suara Tuhan terkadang muncul seperti pemikiran yang datangnya sepintas.
Saya tipikal orang yang pemikir dan banyak sekali pemikiran dalam otak saya. Saya selalu mencoba untuk mendengarkan suara hati saya, dan saya rasa Tuhan bekerja dengan berbicara melalui suara hati kita. Terkadang suara Tuhan datang lewat pemikiran sesaat, visi yang mendadak, perasaan, atau impresi tertentu.

Misalkan, suatu hari di hati Anda, ada sebuah perasaan dimana Anda mendadak merasa tidak enak akan sesuatu hal, dan suara hati Anda menyuruh Anda untuk mengambil waktu sejenak untuk berdoa sejenak. Apakah Anda percaya bahwa yang menyuruh hati Anda untuk berdoa adalah Tuhan? Apabila Anda percaya, sudahkah Anda mengerti seperti apa suaraNya? Mungkin bukan suara yang audibel, tetapi hanya pemikiran sepintas. Oleh karena itu, ketika Anda ingin mendengar suaraNya, cobalah memilah-milih pemikiran Anda yang terkadang datang sepintas.

2. Luangkan waktu bersamaNya
Kalau Yesus menggunakan perumpamaan domba, maka saya menggunakan perumpamaan yang sama, hanya binatangnya saja yang berbeda. Saya memiliki banyak piaraan anjing dirumah saya. Dan piaraan saya mengenali suara saya. Baik dari intonasi saat saya marah kepada mereka, saat saya merindukan mereka, saat saya bermain dengan mereka, saat saya memuji mereka. Kenapa mereka bisa mengenali suara saya? Karena saya dan mereka tinggal dan hidup bersama setiap harinya. Jadi, secara otomatis, anjing piaraan saya mengenali suara saya atau suara anggota keluarga saya lainnya.

Pastikan bahwa setiap hari Anda menikmati waktu doa yang berkualitas, mempelajari Alkitab dan dengan tenang merenungkan FirmanNya. Makin Anda menggunakan waktu secara intim dengan Tuhan dan FirmanNya makin mudah Anda mengenali suara Tuhan dan pimpinanNya dalam hidup Anda.

Karyawan bank dilatih untuk mengenali uang palsu dengan mempelajari uang asli dengan cermat sehingga dengan mudah mereka mendeteksi uang palsu. Kita perlu mengenali dengan cermat Firman Tuhan yang telah difirmankan olehNya sehingga ketika Tuhan berbicara kepada kita atau menuntun kita akan jelas bahwa itu adalah Tuhan.

Tuhan berbicara kepada kita supaya kita dapat mengerti kebenaran. Tuhan dapat saja berbicara secara lisan kepada orang, namun secara utama Dia berbicara melalui FirmanNya; dan kadang-kadang melalui Roh Kudus kepada hati nurani kita, melalui keadaan, dan melalui orang-orang lain. Dengan menerapkan apa yang kita dengar pada kebenaran Firman Tuhan, kita dapat belajar mengenali suaraNya.

3. Tetaplah berada di dalam naunganNya hingga Anda dapat merasakan kehadiranNya yang lembut di tempat yang sunyi.
Kebanyakan dari kita seringkali merasa bingung, cemas dan lainnya ketika kita membutuhkan untuk mendengar suaraNya. Biasanya, di saat-saat seperti ini, kita cenderung akhirnya melarikan kebutuhan kita akan mendengar suara Tuhan dengan cara curhat ke orang lain. Tidak salah memang. Tetapi saran orang lain belum tentu menjadi apa yang Tuhan kehendaki untuk Anda.

Habbakuk berkata dia akan tetap berdiri di tempat pengintaiannya dan menantikan apa yang akan difirmankan Tuhan kepadanya (Habakkuk 2:1) Habakkuk mengerti bahwa dia membutuhkan sebuah tempat yang sunyi sehingga jiwanya dapat berteriak, mengeluh, bercerita kepada Tuhan. Bukankah Yesus juga berdoa di taman Getsemani yang sunyi kepada Allahnya? Apakah Anda memiliki sebuah tempat sunyi seperti ini?

4. Berikan pujian-pujian kepadaNya
Seringkali disaat saya sedang pusing, stress, tidak tahu harus berbuat apa, rasanya begitu banyak yang ingin saya katakan kepada Tuhan namun saya tidak tahu berkata apa, saya melampiaskan semua perasaan saya lewat puji-pujian atau menyanyikan lagu dengan hati yang benar-benar tertuju kepadaNya. Puji-pujian adalah satu bentuk cara agar kita tetap bisa berdiri di dalam naunganNya. Kenapa saya tahu? Karena di 2 Raja-raja 3:15 dikatakan "... Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan TUHAN meliputi dia."

Ketika saya bermain musik, menyanyikan lagu, membuat lagu, membuat lirik atau apapun itu, saya membuka jiwa saya, pikiran saya kepadaNya dalam keheningan agar Dia tahu, bahwa saya membutuhkan Dia tidak peduli saya terlihat kuat di hadapan orang lain.

5. Jangan remehkan visi dan mimpi-mimpi yang Anda dapatkan
Seringkali Tuhan berbicara lewat visi dan mimpi kepada orang pilihanNya di Alkitab. Ketika Habakkuk berdoa kepada Tuhan di ayat 2:1, sebenarnya dia sedang meminta visi kepada Tuhan. Dia menantikan Tuhan memberinya visi. Dia membuka seluruh jiwa, tubuh, hati, pikiranNya kepada Tuhan demi visi itu.

Mungkin saya jarang bersikap seperti Habakkuk, dimana saya benar-benar meminta visi. Tetapi bukankah dia memberi kita mata di hati kita agar kita dapat menerima visi rohaniNya dan juga pergerakan Tuhan di dalam hidup kita? Sadarkah Anda bahwa kita adalah makhluk roh dan ada banyak pergerakan aktif dari roh di sekitar kita. Baik itu Roh Kudus, para malaikat, para setan dan Iblis, Roh Allah Bapa, roh Yesus. Ketidakbisaan kita untuk melihat ini semua karena ketidakpercayaan kita atau kurangnya pengetahuan. Seringkali kita bingung ketika kita mendapatkan visi atau mimpi. "Ini apa ya? Kemarin kok bisa mimpi itu, ya?"

Apabila saat ini Anda tidak memiliki visi dan ingin Tuhan berbicara kepada Anda agar dia memberi Anda visi, maka carilah, terus cari dan terus cari. Kebanyakan dari kita tidak mencari. Kita hanya meminta. Jadi, rubah hati Anda. Mulailah tertuju kepada visi dan mimpiNya.

6. Catat semua berkat dan pertanyaan Anda untukNya
Pernahkah Anda mencatat berkat-berkat Anda atau setidaknya menghitung setiap hari berapa banyak berkat yang Anda telah dapatkan dari Tuhan? Mungkin Anda pernah meminta sebuah hal yang besar dan Anda mendapatkannya? Atau mungkin berkat-berkat sederhana yang tidak Anda tidak sadari setiap harinya seperti udara, kesehatan, pekerjaan, gaji, teman-teman dan lainnya?

Cobalah catat secara rutin 3 bulan saja untuk latihan pertama. Mungkin Anda memiliki banyak pertanyaan tentang hidup Anda, tentang pilihan-pilihan Anda, tentang keraguan Anda. Catatlah semua itu. Berkat dan pertanyaan Anda dan ajukan kepada Tuhan. Dan lihatlah hasilnya selama perjalanan maka Anda akan terkagum-kagum akan betapa baiknya Tuhan kepada Anda. Anda adalah gereja Tuhan. Anda adalah catatan dan buku harian Tuhan.

----------------------------------

Note :
Jaman kita berbeda dengan jaman nabi-nabi dimana mereka tidak memiliki akses kepada Alkitab, internet dan lainnya. Jadi ketika mereka ragu akan suara Allah, mereka tidak bisa saling BBM atau mendapatkan peneguhan dari nabi lain melalui twitter. Sedangkan kita memiliki apa yang tidak dimiliki oleh Gideon dan Samuel yakni Alkitab yang lengkap, Firman Tuhan yang diinspirasikan yang dapat kita baca, pelajari dan renungkan.

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai hal-hal atau keputusan dalam hidup Anda? Lihat apa yang dikatakan Alkitab mengenai hal itu. Karena Alkitab adalah salah satu bentuk lain dari suaraNya.

Monday, July 23, 2012

Part 1 : Suara Tuhan

Oke, saya pernah menyebutkan di blog-thread saya sebelumnya bahwa saya iri dengan nabi-nabi di Perjanjian Lama yang bisa mendengar suara Tuhan secara verbal.

Siapa yang tidak mau? Tidakkah Anda ingin bisa mendengar suara Tuhan? Ayolah, masa Anda tidak ingin mendengar suaraNya sama sekali?

Dia lebih besar dari kita.
Dia tahu apa yang terbaik untuk kita.
Dia mencintai kita.

Kita memiliki begitu banyak musim dan area dalam kehidupan kita dimana kita sangat-sangat ingin mendengar suaraNya.

Lalu kenapa, begitu Anda begitu ingin mendengar suaraNya, kita tidak mendengar suaraNya sama sekali? Kemanakah Dia?

Saya sadari bahwa ketika kita menolak untuk mendengar suaraNya di satu area kehidupan Anda karena Anda merasa Anda tidak membutuhkan Tuhan, maka bisa jadi Anda tidak bisa mendengar Dia di seluruh kehidupan Anda. Akan ada begitu banyak pertanyaan Anda dan Anda sangat ingin mendengar suaraNya, misalnya :

Haruskah Anda mengambil pekerjaan tersebut?
Haruskah Anda menikahi orang tersebut?
Haruskah Anda menjalani ide atau proyek tersebut?
Haruskah Anda melakukan ini atau itu?
Ada masa dimana Anda ingin mendengar suaraNya karena Anda kesepian
Dan daftarnya terus berlanjut dan berlanjut...

Permasalahannya begini, kita ingin mendengarkan Tuhan, kita merindukan suara Tuhan ketika kita menginginkan kita mendengar suaraNya. Ketika banyak orang merasa mereka tidak mendengar suara Tuhan, mereka kecewa dan berjalan semakin menjauh dari Tuhan karena mereka merasa Tuhan tidak memberikan petunjuk atau bisikan kepada mereka.

Saya tidak merasa Tuhan berbicara kepada saya.
Ketika saya meminta Dia berbicara, Dia tidak berbicara.
Saya meminta kepadaNya tetapi Dia tidak menjawab.
Percuma saya meminta dan ingin mendengar suaraNya. Lupakan saja.

Dan karena kekecewaan Anda, Anda terus saja berjalan menjauh. Tetapi bagaimana dengan sebaliknya? Bagaimana kalau kita yang tidak memberikan jawaban kepada Tuhan ketika Dia ingin mendengar suara kita? Kemanakah kita ketika Tuhan menyuruh kita untuk bersyukur? Kemanakah kita ketika Tuhan menyuruh kita untuk disiplin membaca firmanNya setiap hari? Kemanakah kita ketika Dia ingin kita melakukan ini dan itu?

Permasalahannya adalah ini, ketika Anda merasa dan berpikir bahwa Anda tidak mendengar suaraNya, Anda tidak sedang berada di frekuensi yang sama dengan frekuensiNya. Anda menginginkan Tuhan yang berada di frekuensi Anda. Padahal seharusnya, kita yang menyesuaikan frekuensi kita denganNya.

Anda tahu Radio Prambors? Radio Prambors selalu mengudara setiap hari di frekuensi 102.2FM. Ketika Anda ingin mendengar siaran Prambors, Anda tentu menyetel frekuensi Anda sesuai dengan frekuensi Prambors bukan? Anda tidak mungkin bisa menyetel siaran Radio Prambors di frekuensi lainnya. Hal yang sama juga terjadi antara Anda dan Tuhan. Tahukah Anda bahwa setiap saat Tuhan selalu membuka siaran frekuensiNya untuk Anda ketemukan.

Tuhan selalu akan menggunakan semua media yang Anda tahu untuk berbicara kepada Anda. Bisa lewat alam, keluarga, spanduk, firman di Alkitab, iklan, lagu, tulisan di majalah, lewat gereja, lewat oranag asing, atau mungkin lewat tulisan di blog saya ini. Dia memberikan Anda semua sumber yang bisa Anda dengarkan. Tetapi Anda yang tidak mau menyatukan frekuensi Anda denganNya. Bahayanya adalah ketika Anda tidak bisa mendengar suaraNya di salah satu area kehidupan Anda, bisa jadi Anda juga tidak bisa mendengar suaraNya di area hidup Anda yang lain.

Kita hanya mau mendengarkan Dia ketika kita sedang ingin mendengarkanNya. Sadarkah Anda bahwa Anda bisa dengan mudah melewatkan satu lagu ke lagu yang lainnya hanya dengan menekan tombol next di iPod? Saya pun begitu, ketika intro pertama lagu A terdengar dan saya sedang tidak mood untuk mendengarkannya, saya tinggal menekan tombol next hingga saya mendengarkan lagu yang sesuai dengan mood saya.

Sayangnya, terkadang kita memperlakukan Tuhan seperti iPod. Padahal, seharusnya kita tidak memperlakukan Tuhan seperti lagu di iPod kita. Seharusnya suara Tuhan menjadi lagu yang selalu ingin kita dengar berulang-ulang karena lagu itu terlalu sayang untuk dilewatkan. Jadi, rubah kembali frekuensi Anda. Sesuaikan frekuensi Anda denganNya dan bersiaplah menikmati lagu terbaik Anda, yakni ... suaraNya.

Friday, July 20, 2012

Menjadi sempurna

No one is perfect... that's why pencils have erasers. ~taukdehsapa

Saya setuju dengan pernyataan gembala sidang gereja saya, Jeffrey Rachmat bahwa tujuan kehidupan bukan untuk menjadi kaya, atau sukses, tetapi menjadi dewasa.

Namun lebih daripada itu, saya mencoba untuk berpikir, bagaimana kalau ada sesuatu yang lebih daripada sekedar menjadi dewasa? Bagaimana kalau tujuan hidup kita adalah bereaksi dan berjalan sesuai dengan maksud dan tujuan keinginan Tuhan secara sempurna.

Sebentar Tre ... Sempurna? Yap! Anda tidak salah membaca. Saya menulis kata sempurna. Tetapi bukankah kita semua tahu bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Sayangnya, tujuan hidup kita bukan berasal dari dunia ini, tetapi berasal dari Tuhan sendiri.

Saya yakin, di setiap hati super terkecil di setiap kita, kita ingin melayani Tuhan secara sadar atau tidak sadar. Keinginan Tuhan akan memberikan kita sebuah kedamaian sejahtera dariNya. Tetapi keinginan Tuhan yang super mulia itu mungkin tidak terlihat sama dengan apa yang kita inginkan kita lihat.

Kita perlu mengerti dan menelaah apa arti sempurna Tuhan terlebih dahulu. Karena kalau kita salah, bisa jadi kita menjadi tidak mengerti akan maksud asli tujuan Tuhan untuk kita karena kita terlalu sibuk mengejar impian kita sendiri. Kebanyakan dari kita sibuk membuat mimpi kita sendiri. Kebanyakan dari kita sibuk menciptakan tujuan hidup kita sendiri, padahal kita semua memiliki tujuan kita yang berasal dari Tuhan.

Pengertian kita akan kata sempurna sayangnya, artinya adalah sempurna untuk kita.
Hari yang sempurna artinya adalah semua berjalan sesuai dengan yang kita inginkan.
Pernikahan yang sempurna artinya adalah pernikahan itu berjalan mudah dan tidak membuat stres.
Pekerjaan yang sempurna adalah pekerjaan itu menghasilkan banyak uang dan kita menjadi pemimpin teratas di rantai makanan dengan hanya sedikit bekerja.
Hasil ulangan yang sempurna adalah mendapatkan nilai A+ tanpa perlu belajar seharian atau semalam suntuk.

Hal tersebut di atas tidak salah atau tidak buruk, tetapi seperti yang saya katakan. Pengertian sempurna itu hanya berdasarkan keinginan kita. Bukan keinginan dan kehendak Tuhan. Sialnya, apa yang menurut kita sempurna, belum tentu sempurna untuk Tuhan.

Sial untuk Anda lagi, apa yang sempurna di mata Tuhan akan menjadi sempurna untuk kita juga. Keinginan Tuhan untuk Anda adalah agar Anda menjadi semua yang telah Dia ciptakan untuk Anda di awal hidup Anda, agar Anda memuliakan Tuhan dengan cara yang layak dimataNya. Kehendak dan rencana Tuhan yang sempurna mungkin tidak sempurna untuk setiap kita. Kehendak Tuhan mungkin tidak terlihat sempurna di mata Anda. Tetapi saya yakinkan Anda, bahwa kehendaknya adalah sempurna untuk Anda.

Anda mungkin mengutuki pekerjaan Anda sekarang ini. Anda mungkin memaki Tuhan atas hubungan Anda yang kandas dengan kekasih Anda. Penyakit yang Anda hadapi saat ini sudah pasti tidak terlihat sempurna di mata Anda. Tetapi melalui semua itu, ketahuilah bahwa Tuhan (secara sempurna) meningkatkan dan mengasah karakter Anda, Dia melebarkan dan membesarkan ruang hati Anda agar Anda menjadi orang yang persis Dia inginkan. Dan sepanjang perjalanan pengasahan karakter tersebut, Dia akan meletakkan Anda di posisi dimana Anda akan dapat melihat bahwa Dia begitu baik, besar, dapat diandalkan dan memiliki tujuan baik untuk Anda pada akhirnya.

Kehendak Dia mungkin akan mudah untuk dijalani, tetapi Anda yang akan menikmati hasil kebaikanNya. Seperti yang saya katakan diatas, tujuan hidup manusia bukanlah untuk menjadi kaya, tetapi menjadi sesuai apa yang Dia harapkan dengan mendewasakan kita, menyempurnakan kita. Mungkin saat ini Anda adalah ulat gendut yang berjalan merambat, namun saya percaya bahwa setiap dari kita adalah kupu-kupu yang indah. Sekarang hanya tinggal pertanyaannya adalah, maukah Anda disempurnakan olehNya?

Menjadi Luar Biasa #Wish

Saya teringat dengan obrolan teman saya beberapa hari bahwa kami menemukan, bahwa saya dan dia memiliki satu kesamaan dalam hidup yakni, kami sama-sama ingin menjadi manusia yang lebih baik. Baik dari segi keuangan, karakter, sifat, cara pikir dan lainnya. Sayangnya, terkadang ucapan itu lebih mudah dilakukan ketimbang dilakukan.

Saya juga ingat beberapa belas tahun lalu, saya pernah berjanji kepada Tuhan untuk menjadi orang yang lebih baik. Seorang sahabat karib saya di masa lalu pernah bertanya kepada saya, ingin menjadi apakah saya nanti? Ingin seperti apakah saya dikenang kalau saya tidak lagi ada di dunia ini? Saat itu, saya tampaknya tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Namun setelah beberapa belas tahun berjalan, saya rasa apabila teman karib saya bertanya lagi kepada saya pertanyaan yang sama, saya akan menjawab "Saya ingin menjadi orang yang luar biasa. Bukan hanya sekedar baik."

Saya ingin menjadi dan dikenal sebagai orang yang luar biasa.
Luar biasa dalam integritas saya.
Luar biasa dalam prioritas saya.
Luar biasa dalam kerendahan hati.
Luar biasa dalam mempertahankan iman saya.
Saya ingin menjadi dan dikenal sebagai orang tua yang luar biasa.

Ssaya sadar bahwa dunia kita sekarang ini secara mayoritas dengan cepat berubah menjadi dunia yang hanya mementingkan diri sendiri dan memamerkan kesuksesan mereka secara menyolok. Dimana keberhasilan diumumkan sendiri oleh orang yang bersangkutan tanpa rasa malu.

Saya ingin menjadi pribadi yang unik yang dapat berdiri teguh dan tidak tergoyahkan.
Saya ingin menjadi pribadi yang tidak terintimidasi oleh masalah yang saya hadapi.
Saya ingin menjadi pribadi yang tidak takut akan rintangan yang muncul di depan.
Saya ingin menjadi pribadi yang tidak sombong atas keberhasilan yang saya dapatkan.

Saya belum disana. Namun hei, cerita perjalanan saya belum berakhir. Bagaimana dengan Anda? Akan menjadi seperti apakah cerita Anda? Bagaimanakah Anda ingin dikenal dan dikenang?