Tuesday, March 6, 2012

Cara cepat menjadi kaya

Semua orang ingin kaya, tentunya. Permasalahannya, tidak semua orang mengerti cara menjadi kaya yang benar. Sehingga tampaknya semua pekerjaan dilakukan, banting tulang hingga tidak ada lagi tulang tersisa untuk dibanting. Jadi, piye toh caranya?

Benar bahwa saya belum kaya. Saya masih bekerja kantoran. Saya belum memiliki usaha sendiri (sedang dalam proses). Belum memiliki rumah yang besar atau mungkin belum sesukses Anda yang membaca tulisan ini.

Namun saya ingin sekedar membagikan kepada Anda bagaimana cara untuk menjadi kaya berdasarkan apa yang diajarkan oleh Alkitab. Saya bukan pendeta atau pengkhotbah atau pengajar. Namun saya tertarik untuk memberikan apa yang saya tahu kepada Anda agar kita sama-sama berkembang dan bertumbuh.

Tujuan saya adalah tentu agar saya dan Anda tidak memiliki hutang sama sekali. Saya ingin melihat Anda dan saya mendapatkan promosi di tempat saya dan Anda bekerja. Saya juga ingin agar kita dapat menghasilkan lebih daripada apa yang kita dapatkan sekarang agar kita dapat melakukan pekerjaan yang Tuhan inginkan kita lakukan. Saya juga ingin melihat Anda dan saya berhasil dalam segi finansial agar kita dapat menjadikan orang lain yang ada di sekeliling kita atau mereka yang datang ke dalam kehidupan kita diberkati oleh keberhasilan finansial kita.

---------------------------------------------

Pelajaran pertama - kekuatan untuk memperoleh kekayaan
Baiklah, kita masuk ke pelajaran pertama yakni saya ingin memberitahu kepada Anda bahwa Tuhan tidak menentang anak-anakNya untuk menjadi kaya. Benar bahwa setiap orang memiliki pengertian dan standar kekayaannya masing-masing dan Tuhan tidak menentang itu. Bahkan, lebih daripada itu, Dia memberikan Anda kemampuan agar Anda dapat memperoleh kekayaan.

Alkitab berkata dalam Ulangan 8:18 "Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan,dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini." Jadi saya ingin mengajak Anda untuk menggunakan kekuatan itu.

Tuhan menginginkan kita menjadi kaya, oleh karena itu Dia memberikan kepada kita kekuatan untuk menjadi memperoleh kekayaan. Ingat bahwa kata memperoleh disini berarti akan ada usaha yang harus dilakukan. Bukan hanya semata dengan doa saja.

Sekedar cerita saja, ada seseorang yang bertanya kepada seseorang yang kaya raya. "Semisalnya suatu hari nanti, Anda kehilangan semua hartamu -rumahmu, mobilmu, investasimu- semua kekayaanmu ... kira-kira berapa lama Anda bisa membangun ulang kekayaanmu hingga sama seperti hari ini?" Orang kaya itu berpikir selama beberapa detik. Dia melihat ke orang yang menanyakan hal tersebut dan mengatakan dengan penuh keyakinan, "Beri saya lima tahun."

Tidakkah itu mengagumkan? Ini kenyataannya, kekayaan Anda yang sebenarnya bukanlah uang, rumah, saham, mobil mewah. Kekayaan utama Anda adalah kemampuan untuk memperoleh kekayaan itu lagi. Jadi saya ulangi lagi, gunakan kekuatan itu. Dan coba tanyakan kepada diri Anda sendiri. Kalau Anda menjadi orang kaya itu, berapa lamakah waktu yang Anda butuhkan untuk memperoleh kekayaan itu kembali?

---------------------------------------------

Bagaimana kita dapat secara alamiah memperoleh kekayaan?
Anda tentu tahu bahwa ada begitu banyak cara untuk menjadi kaya atau memperoleh kekayaan. Tetapi, cara yang paling mudah, paling efektif, paling kuat, paling produktif dan paling alamiah dalam menciptakan kekayaan adalah dengan menjawab panggilan Tuhan akan hidup Anda. Panggilan ini didasarkan kepada keunikan Anda, karunia Anda, talenta Anda, yang telah diberikan khusus untuk Anda. Semua itu diberikan agar Anda dapat menggunakan talenta itu untuk dunia.

Mungkin Anda tidak setuju dengan saya. Mungkin Anda berpendapat bahwa Anda tidak harus selalu mengikuti panggilan Tuhan untuk bisa memperoleh kekayaan. Tidak apa-apa. Mungkin Anda berpikir bahwa panggilan Tuhan akan hidup Anda tidak ada hubungannya sama sekali dengan uang, tetapi tentang melayani orang lain. Kalau Anda berpikir begitu .. Tepat sekali! Apakah Anda tahu bahwa usaha yang bagus bukanlah tentang seberapa besar uang yang Anda miliki? Menurut saya, sebuah usaha yang bagus adalah tentang melayani orang lain. Tentang Misi. Tentang memberkati orang lain.

Saya akan memberikan Anda sebuah analogi. Ketika Anda menginginkan sebuah gelas untuk luber isinya, taruh gelas itu tepat di bawah keran air dan buka kerannya besar-besar. Lakukan itu maka airnya pasti akan meluber keluar dari gelas tersebut. Tetapi kalau Anda meletakkan gelas itu sedikit jauh ke kanan atau ke kiri dari keran tersebut, gelas itu tidak akan luber. Mungkin hanya terkena percikan air keran tersebut saja dan akan dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadikan gelas itu penuh.

---------------------------------------------

Terkadang hal tersebut berada tepat di depan kita - namun kita tetap tidak melihatnya
Pada tahun 1990-an, sebuah tim kecil beranggotakan 5 orang secara rutin menulis dan membagi-membagikan buletin rohani secara gratis. Namun tim kecil ini memiliki masalah finansial, jadi mereka membutuhkan uang tambahan. Mereka membutuhkan printer laser dan sebuah komputer. Dana yang dibutuhkan anggap saja 10 juta rupiah dimana pada tahun 1990-an, uang segitu cukup besar.

Mereka mencari cara untuk bisa menambah keuangan mereka. Salah seorang dari mereka mengangkat tangannya dan memberikan usul untuk merampok bank. Mereka tidak bisa membayangkan apa reaksi pembaca buletin mereka ketika mereka mengetahui kalau buletin rohani itu dicetak dari penjara.

Ide menjual narkoba pun muncul dari seorang yang lain. Namun ide tersebut pun kandas. Agak anehbukan, apabila sang kurir mengantarkan sepaket narkoba beserta sebuah buletin rohani?

Singkatnya, anggota kecil beranggotakan 5 orang ini tidak sadar bahwa jawaban dari kebutuhan finansial mereka berada tepat di depan mata mereka, yaitu : kemampuan mereka untuk bisa menulis. Kemampuan mereka untuk mengedit. Kemampuan mereka untuk bisa menciptakan sebuah majalah bersama-sama dapat mendatangkan keuntungan finansial dengan cara? Menjual majalah tersebut. Bukan membagi-bagikannya secara gratis. Tidak dibutuhkan merampok bank atau menjual narkoba.

---------------------------------------------

Hidup akan mencari cara untuk membayar kerja keras Anda
Jadi saya ulangi pesan saya yaitu cara terbaik untuk menciptakan kekayaan adalah dengan merespon kepada panggilan spesial yang berasal dari Tuhan berdasarkan talenta yang Anda miliki yang asalnya dari Dia. Tetaplah berada tepat dibawah keran. Karena ketika Anda melayani orang lain dengan segenap hati Anda, hidup akan mencari caranya sendiri untuk membayar kembali usaha Anda.

"Tetapi, saya sudah menjawab panggilan Tuhan, saya melayani orang lain berdasarkan talenta saya, passion saya. Tetapi kenapa penghasilan saya tidak bertambah." Ada dua alasan klise kenapa penghasilan Anda tidak bertambah, yakni :
1. Pertama, keyakinan Anda salah
2. Strategi Anda salah.

---------------------------------------------

1. Keyakinan yang salah
Jujur, saya bukanlah orang yang mengejar kekayaan sampai sebegimana-nya. Namun saya sekarang sadar bahwa Tuhan pun menginginkan saya dan Anda untuk menjadi kaya. Saya sering berpikir bahwa menjadi orang yang biasa-biasa saja sudahlah cukup. Cukuplah bekerja, mendapatkan gaji dan tidak perlu berwirausaha. Tetapi sebenarnya, Tuhan Yesus sendiri berbicara tentang kewirausahaan.

Yesus memberikan perumpamaan tentang seorang majikan yang memiliki tiga orang pelayan. Sebelum sang majikan pergi, dia menitipkan lima kantong berisi emas kepada pelayan pertama, 2 kantong emas kepada pelayan kedua, dan satu kantong emas kepada pelayan ketiga.

Ketika sang majikan pulang, pelayan yang pertama berkata, "Saya mengivestasikan kelima kantong emas yang Anda berikan, ini lima kantong tambahannya...."

Pelayan kedua berkata, "Saya menginvestasikan kedua kantong emas yang Anda berikan, ini dua kantong tambahannya..."

Dan pelayan yang ketiga berkata, "Saya takut saya akan kehilangan kantong berisi emas itu, jadi saya menguburnya di tanah. Lihat, ini adalah uang Anda." Tetapi sang majikan menjawab sang pelayan itu, "Engkau adalah pelayan yang malas dan licik." (Matius 25:25-26)

---------------------------------------------

Yang ingin saya sampaikan dari cerita di atas adalah bahwa Tuhan Yesus sendiri mendorong Anda dan saya untuk memperoleh kekayaan dan dengan tidak menciptakan kekayaan. Dan Anda salah besar kalau tidak menciptakan kekayaan. Menurut saya, investasi adalah sesuatu yang membutuhkan keberanian. Dan tidak semua orang berani berinvestasi. Saya pun terkadang demikian.

Tetapi masalahnya, Anda didorong untuk berinvestasi. Anda didorong untuk melakukan bisnis. Anda didorong untuk menjual. Memang tidak dijelaskan secara detil jenis investasi apa yang dilakukan oleh pelayan pertama dan kedua sehingga mereka mendapatkan keuntungan ganda dari hasil investasi mereka selama sang majikan pergi. Namun bagaimana mungkin pelayan-pelayan itu bisa meningkatkan investasi mereka kalau tidak ada kegiatan jual beli di dalamnya, kan?

Sayangnya, dari segi rohani dan keagamaan, kenyataan berbicara sebaliknya. Keuntungan, bisnis, dan jual beli dianggap menyesatkan karena dianggap materialistik. Hal yang paling menyedihkannya, beberapa pemimpin gereja, entah bagaimana caranya, malah materialistik. Mungkin Anda pun diajarkan oleh pemimpin atau gereja Anda untuk hidup miskin. Tidak ada yang salah dengan itu.

Berjanji atau berikrar untuk hidup miskin adalah sebuah panggilan yang sangat tinggi dari Tuhan untuk sekelompok kecil bagian dari gereja, seperti para biarawan-biawarati atau pendeta yang memilih hidup selibat. Itu adalah sebuah panggilan yang sangat heroik. Tetapi, masalahnya, kelompok ini jumlahnya bahkan tidak mencapai 0,0001% dari jumlah populasi manusia di dunia. (Ada sekitar 400.000 pendeta dan 800.000 biarawati di seluruh dunia)

Untuk bisa menjadi bagian dari 0,0001% dari populasi itu (mereka yang memilih hidup selibat), Tuhan memanggil mereka untuk menjalani hidup dalam keadaan miskin. Dan sisanya, 99,9999% (saya dan Anda), Tuhan memanggil kita untuk menjalani janji untuk hidup dengan kemurahan hati. Janji untuk hidup lebih. Janji untuk hidup dalam kelimpahan.

---------------------------------------------

Saya percaya bahwa Tuhan memberikan talenta khusus untuk Anda untuk diberikan kepada dunia, untuk melayani orang lain dan juga untuk menerima kelimpahan keuangan sebagai upahnya -agar Anda bisa menjadi saluran berkat untuk orang lain. Ya! Anda memiliki panggilan spesial dalam hidup Anda. Setiap orang memiliki panggilannya masing-masing.

Tuhan telah memberikan Anda panggilan yang spesial untuk melayani orang lain dengan cara yang spesifik. Mungkin keahlian Anda adalah memasak. Mendengarkan. Menyanyi. Menari. Menggambar. Mendesain. Menghitung. Merencanakan. Memperbaiki. Mengatur. Menjual. Dan lainnya. Jadi, kalau Anda ingin meningkatkan penghasilan Anda, responlah panggilan Tuhan. Karena ini adalah cara yang paling alami untuk Anda meningkatkan keuntungan finansial Anda.

Mendapatkan keuntungan adalah sesuatu yang kudus
Untuk sebagian orang, bisnis dan keuntungan adalah kata yang memiliki makna negatif / kotor. Anda harus menghilangkan cara pikir ini atau uang tidak akan datang kepada Anda. Untuk saya, keuntungan adalah sesuatu yang kudus. Kenapa? Karena tujuan dari mendapatkan keuntungan adalah untuk melayani lebih lagi dari apa yang sekarang kita lakukan. Karena dengan keuntungan, Anda bisa meningkatkan produk Anda. Dan Anda bisa menciptakan lebih banyak produk. Dan Anda bahkan bisa menciptakan bisnis baru untuk melayani orang lain.

Untuk saya pribadi, saya ambil contoh, saya suka sekali menulis. Mungkin saat ini saya hanya bisa melayani orang lewat tulisan-tulisan di blog saya yang domain blog-nya masih gratis sehingga ada fitur-fitur bagus yang saya belum bisa akses. Atau saya menjual buku-buku novel keluaran saya yang tidak seberapa untungnya. Namun tidak masalah, karena saya menjalani talenta yang diberikan oleh Tuhan kepada saya.

Meskipun pada awalnya saya berpikir, tidak masalah kalau tidak ada yang membeli novel saya, tetapi hati saya berkata, Tuhan menginginkan sesuatu yang lebih besar untuk novel saya. Oleh karena itu, saya harus mencoba mendaftarkan novel saya ke penerbit yang lebih besar untuk bisa menggapai orang lain lebih banyak lagi. Bukan tidak mungkin ke depannya saya akan menulis sebuah buku yang bisa memotivasi orang lain untuk bertumbuh. Namun, talenta menulis saya berasal dari Tuhan.

Ada sebuah kerinduan di hati saya agar saya bisa melayani lebih lagi dari apa yang sekarang saya lakukan. Tentu saja untuk kebutuhan yang lebih besar, saya juga membutuhkan modal finansial yang lebih besar juga. Jadi, hasil penjualan buku saya akan saya gunakan untuk menggapai lebih banyak orang lagi, dengan membuat website sendiri beserta perawatannya misalnya. Atau membuat majalah, buku-buku lebih banyak lagi, internet, televisi ataupun radio misalnya.

---------------------------------------------

Saya tidak kaya karena saya tidak ingin menjadi kaya
Seperti yang saya tulis, saya tidak terlalu memikirkan kekayaan, namun tampaknya hal tersebut salah. Saya beberapa kali bermain musik juga untuk pelayanan di beberapa komsel atau menulis untuk buletin mereka, tetapi saya tidak menginginkan uang. Talenta terbesar saya adalah berbicara, menulis dan musik. Itu adalah panggilan Tuhan yang spesial untuk hidup saya. Tetapi selama hampir puluhan tahun saya hidup, walaupun saya menggunakan panggilan tersebut, saya tetap tidak kaya-kaya. Kenapa? Karena saya tidak ingin menjadi kaya. Selama puluhan tahun itu, saya memblokir arus berkat finansial yang Tuhan ingin berikan kepada saya. Kalau di akhir acara saya mendapatkan uang, saya terima. Kalau tidak, tidak masalah.

Tetapi sekarang, dimana semua teman-teman saya yang berusia 26 tahun ke atas yang sedang sibuk mengurusi pernikahan atau anak mereka, membuat saya membuka mata atas sisi finansial saya. Saya sadar saya tidak mungkin bisa mengatakan kepada anak-anak saya nantinya, "Anak-anakku, berbahagialah karena Papi tidak bisa menyekolahkan kalian karena papitidak memiliki uang sama sekali. Dan, bukankah kita harus menderita untuk Yesus?" Nope! Jangan sampai itu terjadi.

Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya memutuskan untuk mau menjadi kaya -dalam konteks dan untuk tujuan agar bisa memberkati orang lain. Bukan memperkaya diri sendiri- Saya menetapkan tujuan. Saya berkomitmen kepada diri saya untuk menjadikan impian itu kenyataan ... yang mana ternyata komitmen itu membawa blokir tahap dua bagi saya untuk menciptakan kekayaan.

2. Strategi yang salah
Karena sekarang saya sudah menetapkan komitmen mau menjadi orang yang kaya, saya terjun bebas ke semua bidang bisnis. (Biasanya ini yang dilakukan oleh orang-orang yang ingin cepat kaya), Saya menjual semuanya, mulai dari minyak, obat-obatan, baju, kaos kaki, pakaian bayi sampai-sampai kalau kolor sama beha bisa saya jual, saya jual juga, deh. Dan untungnya, sebagian besar usaha yang saya jalankan scara menggairahkan hasilnya gagal total.

Benar bahwa cara pikir saya sudah berubah, dari yang tidak mau kaya menjadi mau kaya sekarang. Saya sudah mencoba berjualan ini-itu, tetapi kok saya tetap tidak kaya-kaya? Jawabannya karena saya memiliki strategi yang salah. Saya menyadari bahwa tidak ada dari bisnis-bisnis yang saya jalani itu menggunakan talenta spesial saya. Tidak ada satupun dari bisnis itu menyinggung atau berhubungan dengan panggilan Tuhan yang spesial dalam hidup saya.

---------------------------------------------

Jangan bandingkan diri Anda dengan pengusaha serba bisa
Terkadang, kita bertemu dengan orang yang handal di bisnis yang bisnisnya berbeda-beda. Jadi, kita berpikir kita bisa seperti mereka. Hal tersebut tidaklah benar. Terkadang saya berpikir orang-orang yang memiliki talenta seperti itu pasti anak kesayangan Tuhan. Teman saya, @Victor membangun bisnis dengan berbagai macam bidang. Mulai dari gerai minuman bubble, bisnis mainan anak seperti Timezone dsb, sekolah anak-anak, produk mebel, dsb. Seseorang yang sangat multi-talent dalam bisnis.

Orang-orang seperti @Victor ini sangat fantastis dalam berbisnis karena Tuhan menaruh karunia spesial kepada mereka yang mana karunia tersebut adalah Bisnis! Tetapi untuk saya dan mungkin Anda, terlebih ketika kita baru memulai usaha. Hal ini susah. Kita bukanlah mereka. Jadi jangan menyimpang dari rencana awal Tuhan akan karunia Anda karena Dia mau Anda memberikan karunia itu kepada dunia.

Dan juga benar, bahwa ketika Anda berkembang sebagai seorang pengusaha nantinya, Anda dapat melakukan lebih banyak hal yang bervariasi (Tahun ini, saya mencoba berjualan sprei. Yang mana hal tersebut tampaknya tidak berhubungan dengan karunia saya dalam bidang menulis). Tetapi walaupun saya sekarang menjual sprei, tetap dibutuhkan beberapa waktu (yang terkadang cukup lama) untuk melakukan hal yang berbeda seperti ini. Jadi sekali lagi saya katakan : tetaplah berada di jalur karunia Anda.

---------------------------------------------

Temukan strategi untuk meng'uang'kan karunia Anda
Bagaimana saya bisa meng'uang'kan karunia dan talenta saya? Tampaknya sangatlah mustahil. Saya terus menanyakan sebuah pertanyaan kepada Tuhan. "Tuhan, berikan saya strategi untuk meng'uang'kan karunia saya. Bantu saya mengumpulkan uang." Kenapa saya berani meminta ini, karena Alkitab berkata "Mintalah maka kamu akan menerimanya"

Dulu saya menulis hanya karena untuk iseng semata, saya tidak memungut bayaran karena yang saya lakukan hanyalah untuk sekedar memuaskan keinginan menulis saya. Jadinya saya seringkali menolak untuk mmeberikan harga untuk jasa menulis saya. Entah itu saat saya menulis jurnal atau buletin atau lainnya. Saya tidak menyebutkan harga saya sama sekali. Semua berdasarkan dari 'kemurahan hati' sang pemberi tugas saja.

Sekitar tahun 2006, ketika saya mencoba untuk menulis untuk sebuah majalah desain, saya sadar bahwa pihak yang meminta saya mengisi artikel di majalah tersebut membayar semuanya. Mereka membayar desainer grafis untuk mendesain majalah. Mereka membayar percetakan. Mereka membayar editor. Mereka membayar listrik. Mereka membayar kurir. Mereka bahkan membayar narasumber. Mereka membayar semuanya - kecuali saya.

Jadi saya pikir, mungkin saya perlu memberikan harga kepada mereka. Jadilah saya meminta harga 300.000 rupiah kepada mereka untuk 1 halaman. Mereka tersenyum. Saya mencoba menaikkan harga saya menjadi 700.000 rupiah untuk satu halaman. Mereka masih tersenyum. Saya naikkan lagi harga saya menjadi 1 juta. Mereka masih tetap tersenyum. Jadi harga saya yang terakhir adalah 2.5 juta. Mereka tidak lagi tersenyum. Tetapi mereka tetap meminta saya menulis untuk majalah tersebut. Inti dari contoh yang saya berikan adalah, dengan merespon panggilan Tuhan akan talenta Anda adalah cara yang paling mudah, efektif untuk memperoleh kekayaan dalam hidup Anda. Anda hanya harus menemukan strategi yang tepat untuk meng'uang'kan talenta Anda.

Karyawan atau menjadi wirausaha?
Apabila Anda menanyakan hal tersebut kepada saya, jawaban saya adalah Anda seorang wirausahawan. Bahkan kalau Anda masih bekerja di sebuah perusahaan, Anda tetap seorang wirausahawan. Kenapa?

Perusahaan tentu menyewa jasa Anda untuk bekerja di perusahaan mereka. Terlepas apakah Anda seorang staff, supervisor, manager ataupun office boy di perusahaan Anda, perusahaan tempat Anda bekerja tetap menyewa jasa Anda. Dan karena perusahaan menyewa jasa Anda, otomatis mereka adalah pelanggan pertama dari produk Anda, yaitu jasa Anda. Nah, talenta atau kemampuan yang ada di dalam diri Anda akan ada selama Anda hidup. Itulah modal wirausaha Anda.

Teman baik saya @Marcellus berkata karyawan yang baik adalah karyawan yang memiliki cara pikir untuk menciptakan usahanya sendiri walaupun dia bekerja kantoran. Walaupun orang tersebut adalah seorang cleaning service, tetapi kalau dia tahu apa jenis usaha yang ingin dia bangun nantinya, dia akan mencari cara untuk menabung dan mendapatkan keuntungan dari tempatnya bekerja dengan bekerja sebaik mungkin.

Kalaupun perusahaan tempatnya bekerja tidaklah mempromosikan dia, seseorang akan mempromosikan dia. Karena Anda tidak akan pernah melihat seseorang yang mahir dalam melakukan sesuatu sesuai dengan talentanya berada terus di bawah roda kehidupan. Sudah hukum dari alam semesta ini bahwa orang seperti itu akan dihargai. Tuhan pun tidak tidur, bukan?

Kalaupun Anda merasa uang tetap tidaklah datang kepada Anda, jangan berhenti melayani. Ingat bahwa usaha bukanlah tentang uang. Tetapi tentang melayani orang lain. Usaha adalah tentang memberikan diri kita kepada orang lain dan menjadi berkat untuk orang lain. 5 macam bisnis yang dimiliki oleh teman saya hanyalah 5 macam cara untuk melayani orang lain. Ketika teman saya melayani orang lain, uang akan datang kepadanya karena dia menemukan 5 cara dan strategi untuk meng'uang'kan talentanya.

Jadi apa yang harus dilakukan?
1. Pertaruhkan Emas Anda yang diberikan oleh majikan kita, Yesus Kristus.
Jangan menjadi seperti pelayan ketiga. Jangan kubur talenta Anda. Kalau Anda tidak menggunakannya, Anda akan kehilangan talenta Anda. Gunakan talenta Anda dan tunjukkan kepada dunia talenta Anda entah di tempat Anda bekerja atau di bisnis Anda. Benar bahwa hal tersebut beresiko.

Dulu saya tidak mengetahui talenta saya. Saya juga menemui banyak orang yang tidak mengetahui apa talenta mereka. Tetapi sekarang saya sadar kenapa banyak orang masih tetap tidak mengetahui apa yang menjadi 'emas' mereka karena untuk mengetahui apa talenta kita dibutuhkan banyak percobaan. Kebanyakan orang tidak peduli dengan apa yang menjadi talenta mereka. Saya rasa setidaknya, kita harus mencoba. Kita harus mengambil resiko untuk mengetahui apa talenta kita.

Mungkin kita akan diejek, dicemooh, dikata-katai. Jaminan saya? Ya, hal tersebut akan datang kepada Anda. Anda akan diketawai, Anda akan dicemooh karena menjalankan talenta saya. Saya ingat mantan pacar saya pernah mengatai saya bodoh dan hidup dalam impian untuk bisa menerbitkan sebuah buku novel karena membuat novel itu tidak menguntungkan sama sekali. Untuk diri mantan saya, hal tersebut tidak ada gunanya. Sekarang, saya bisa menerbitkan 2 buku novel dan entah berapa banyak artikel yang saya tulis. Mungkin tulisan saya belum menghasilkan banyak uang, namun dari beberapa feedback yang saya dapatkan, saya sadar bahwa ada orang-orang yang hidupnya berubah karena cara pikirnya termotivasi oleh tulisan saya, setidaknya.

Saya sadar akan ada orang yang tidak bisa menerima talenta kita. Tetapi ... akan ada cukup banyak orang yang bisa menerima kita. Akan ada cukup banyak orang yang menyukai produk jasa Anda. Akan ada cukup banyak orang yang akan menyukai Anda dan menjadi pelanggan tetap Anda. Akan ada cukup banyak orang yang rela untuk membayar Anda akan produk dan jasa yang Anda kembangkan. Jangan takut untuk menjalani talenta Anda.

2. Gandakan emas Anda.
Kalau Anda tidak menggunakan emas yang Anda miliki, maka Anda akan kehilangan emas itu. Tetapi kalau Anda menggunakannya, pastikan nilai akan ganda di akhirnya nanti. Jangan hanya puas dengan menjaga saja talenta yang diberikan sang majikan kepada Anda. Kembangkan talenta Anda. Perluas talenta Anda. Gandakan talenta Anda. Buat talenta Anda bertumbuh.

Jadilah yang terbaik dalam bidang Anda. Jadilah pekerja terbaik. Jadilah penulis terbaik, penyanyi terbaik, sales terbaik, koki terbaik, desainer terbaik, mekanik terbaik, akuntan terbaik. Anda tahu apa yang menarik kalau Anda bertumbuh? Anda menginspirasi orang lain untuk bertumbuh juga.

Saya baru sadar beberapa waktu belakangan, bahwa ada beberapa orang menanyakan kepada saya bagaimana cara menulis blog yang baik, apa kira-kira tips dan trik dalam menulis atau membuat blog. Saya menyadari bahwa tulisan yang saya tulis (yang pada awalnya hanya iseng semata) ternyata menginspirasi orang lain juga. Oleh karena itu saya memberikan beberapa tips dan trik untuk menulis di bagian blog saya.

Apabila Anda memilik usaha yang bertumbuh, bukan tidak mungkin orang lain juga akan terinspirasi oleh Anda. Mungkin orang lain akan menanyakan hal yang sama seperti ketika mereka menanyakan kepada saya bagaimana cara menulis yang baik.
Mungkin mereka akan bertanya bagaimana mendirikan suatu usaha?
Langkah-langkah apa saja yang perlu diperhatikan?
Bagaimana prospeknya?
Apa kendalanya?
Berapa modalnya?
Kenapa mereka menanyakan itu, karena mereka ingin menjadi seperti Anda. Mereka ingin menjadi berhasil seperti Anda sesuai dengan kapasitas talenta dan emas yang mereka miliki.

Tetapi bayangkan kalau Anda bangkrut atau terjerat hutang yang sangat besar. Saya yakin seorang pemimpin yang mengalami kebangkrutan tidak dapat menuntun orang lain ke dalam kesuksesan. Orang buta tidak bisa menuntun orang buta . Jadi, ada kemungkinan yang sangat besar bahwa 'emas' yang Anda miliki, talenta yang Anda miliki membuat orang lain pun bertumbuh. Untuk kebaikan mereka dan Anda, kembangkan talenta Anda. Kembangkan finansial Anda. Jadilah contoh sehingga orang lain dapat mengikut Anda. Dengan Anda memiliki finansial yang baik, Anda bisa menginspirasi orang untuk berkembang di sisi finansial mereka juga.

3. Kembalikan emas Anda.
Ini adalah hal yang seringkali dilupakan oleh manusia. Kebanyakan orang lupa bahwa talenta adalah pinjaman Tuhan. Dan yang namanya pinjaman harus dikembalikan. Bukan dimiliki oleh diri sendiri. Saat saya membaca perikop tiga pelayan ini, saya cukup kaget mengetahui bahwa pelayan-pelayan itu mengembalikanSEMUA emas yang mereka miliki.

Pelayan pertama diberikan lima kantung emas. Dia menggunakan lima kantung emas itu untuk berinvestasi dan mendapatkan keuntungan sebanyak lima kantung emas lagi, dan dia mengembalikan kesepuluh kantung emas itu kepada majikannya.

Pelayan kedua diberikan dua kantung emas. Dan dia pun melakukan hal yang sama : dia melipatgandakan emas yang dia miliki dan mengembalikan total empat kantung emas kepada majikannya.

Mereka mengembalikan kepada majikannya baik modal dan keuntungannya. Mereka tidak menyimpan untuk diri mereka sendiri keuntungan yang mereka dapat. Mungkin pelayan pertama bisa mengembalikan delapan kantung emas dan dua sisanya disimpan. Mungkin pelayan kedua bisa mengembalikan tiga kantung emas dan satu sisanya disimpan untuk dirinya sendiri. Tetapi mereka tidak melakukan itu. Mereka mengembalikan SEMUANYA.

Maksudnya adalah, Anda tidak memiliki kekayaan Anda atau kemampuan Anda untuk memperoleh kekayaan karena Anda memang bisa melakukan itu. Anda tidak memiliki kemampuan spesial, bakat atau talenta. Semua yang Anda miliki hanyalah pinjaman dari majikan Anda, yakni Tuhan. Tugas Anda hanya sebagai sebatas penjaga kantung emas saja.

Pertanyaannya adalah, kenapa kita perlu mengembalikan semua itu? Agar pada akhirnya, kita menjadi pelayan yan tetap rendah hati di hadapan majikan dan kita tidak bercela di hadapanNya. Ketika kita bisa melakukan perkara-perkara kecil, kita akan diberikan perkara-perkara besar.

Setiap dari kita memiliki kantung emas masing-masing. Oleh karena itu, karena kantung emas itu bukan milik kita, jangan lupa untuk bertanya kepada majikan kita, Yesus Kristus. Apa yang Dia mau untuk kita lakukan dalam menggunakan emasNya agar kita mendapat damai dalam menginvestasikan emas yang dia percayakan kepada kita.

Indonesian Zombie Club (Izoc)

"Dari sekian banyak komunitas yang saya tahu. Mulai dari komunitas sepeda, fotografi, menulis, jalan kaki, blogger, fashionista, pecinta kuliner, iPhone, Instagram, HDR, Cosplay, musik dan lainnya. Tapi komunitas yang satu ini unik rasanya. Yap! Komunitas Zombie Club. Apaan tuh yah?"

Kalau kalian adalah maniak dan fans berat dari game Resident Evil, tentu sudah tidak asing lagi mendengar kata zombie. Wong, musuhnya sebagian besar adalah zombie. Bahkan zombie pun rasanya cukup dipopulerkan oleh grup musik Cranberries dengan tembang 'Zombie'nya di tahun 1990-an.

Nah, kalau Anda pecinta hal-hal yang berbau zombie atau pengumpul mainan atau pernak-perik yang berbau zombie, atau moviegoers film thriller yang berbau zombie seperti 28 Days Later, Back from the dead, Resident Evil, dan lainnya. Sekarang di Indonesia ada, loh komunitas yang membahas tentang zombie. Namanya Indonesian Zombie Club.

Saya mengetahui tentang komunitas ini dari televisi saat saya sedang menikmati semangkuk wedang jahe setelah selesai menikmati pijat shiatsu. Rasanya komunitas yang satu ini cukup unik mengingat cukup banyak orang yang menyukai film-film tentang Zombie dan sudah cukup banyak film tentang zombie yang beredar dan mendapatkan respon yang cukup memuaskan. Namun membuat sebuah komunitas khusus membahas tentang zombie? Well, thats something new, i think.

Sedikit tentang latar belakang IZoC
Dari hasil pencarian saya, Indonesian Zombie Club atau Izoc berdiri pada bulan November 2009. Saat ini IZoC memiliki anggota dari berbagai macam profesi yang mayoritas merupakan pekerja seni & desain, mulai dari mahasiswa, designer, video editor sebuah televisi swasta sampai movie maker. Saya percaya yang namanya komunitas, pasti tujuannya adalah untuk hal yang positif meskipun mungkin tema dari komunitas tersebut terkadang aneh seperti Indonesian Zombie Club ini.

Lalu, apa sih tujuan dari berdirinya IZoC ini? Tujuan dari terbentuknya komunitas ini adalah mewadahi kreatifitas yang berawal dari hobi yang pasif (non-produktif) menjadikannya sebagai hobi yang aktif (menghasilkan/ memproduksi sebuah kreatifitas). Selain itu juga komunitas ini saling berbagi informasi dengan sesama anggota mengenai hal yang menyangkut zombie, seperti film, komik, novel, make-up zombie, video game, toys action figure, movie soundtrack dan hal lainnya. Thumbs up!

Hasil karyanya apa saja, sih?
Anda pernah melihat beberapa orang berdandan seperti zombie di tempat-tempat umum? Nah, bisa dipastikan 'zombie-zombie' itu sedang adalah hasil karya mereka anggota IZoC ke publik. Eits! Jangan menganggap remeh atau merendahkan ya kalau melihat mereka sedang memamerkan karya mereka. Karena dibutuhkan keberanian loh untuk bisa mengeksiskan hasil karya pribadi ke publik. Dari apa yang saya lihat (meskipun mungkin untuk sebagian besar orang aneh), tentu saja make up menjadi hal yang menonjol untuk membuat seseorang terlihat seperti zombie. Penasaran dong rasanya di make up menjadi seperti zombie seperti apa? Atau Anda penasaran ingin membuat seseorang terlihat seperti zombie? Gabung saja dengan IZoC.

Selanjutnya tentu saja bahasa tubuh. Mungkin terlihat mudah untuk bisa memerankan sesosok zombie. Namun, apa benar demikian? Rasanya cukup sulit loh untuk tidak berekspresi, memiliki sorot seperti mayat hidup, berakting jalan tertatih-tatih dan lain sebagainya.

Selain itu, IZoC juga sudah membuat film sendiri loh. Tentu saja filmnya juga bercerita tentang Zombie, tentunya. Judul filmnya adalah Miasma Project buatan hasil karya dari Jajal Project yang bekerja sama dengan Anemone Creative Studio. Meskipun baru berupa trailer, tetapi setidaknya patut diacungkan jempol bahwa mereka memberikan yang terbaik dari passion mereka di dalam komunitas ini. Trailer dari Miasma Project bisa Anda lihat di sini : Miasma Project


Berniat bergabung dengan IZoC?
Enaknya lagi, yang namanya komunitas, akan lebih seru kalau tidak ada syarat atau ketentuan khusus untuk bergabung dengan komunitas tersebut. Nah, IZoC sendiri sangat terbuka bagi semua orang yang ingin bergabung. Nah, untuk kalian yang mau bergabung atau tertarik mengetahui lebih lengkap tentang IZoC, bisa langsung mengunjungi link ini atau ini. Lumayan kan menambah-nambah teman atau sekedar berbincang-bincang dan sekaligus kopi darat nantinya. Two Thumbs Up buat komunitas IZoC.

Make it easy

"Yang kecil ya kecil. Yang besar ya besar. Yang besar belum tentu sulit dan yang kecil belum tentu mudah."

Baik saya maupun Anda, ada begitu banyak hal yang tidak bisa kita lakukan dalam kehidupan. Ada begitu banyak hal yang untuk saya sangatlah susah untuk saya lakukan meski hal tersebut sangatlah simpel sebenarnya.

Misalnya, saya tidak mudah untuk mengambil keputusan karena saya plin-plan. Butuh waktu yang amat sangat lama untuk saya bisa mengambil keputusan. Semakin besar tanggung jawab yang ada di belakang keputusan tersebut, semakin lama saya berpikir.

Saya juga merasa sangat susah untuk mengingat tanggal atau angka. Jadi apabila Anda bertanya kepada saya kemana saya tanggal sekian, saya cenderung susah untuk mengingatnya. Dan maaf, saya cenderung lupa akan tanggal ulang tahun orang lain. Begitu pun juga dengan nama. Saya cenderung menambahkan embel-embel atau kode pengingat ketika saya mencatat nomor telepon orang lain yang saya temui agar membantu saya mengingat.

Sepertinya mungkin hal ini terdengar biasa dan mungkin siapa pun bisa mengalami ini. Tetapi menurut saya permasalahannya adalah terkadang saya menghabiskan cukup banyak waktu dan energi untuk menjadi baik di bidang yang sepertinya tidak akan saya bisa kuasai. Saya susah untuk mengingat dan sepertinya sekuat apa pun saya mencoba, saya tetap susah untuk mengingat tanggal. Dan parahnya, hal tersebut akhirnya memecah konsentrasi dan fokus saya kepada hal yang harusnya secara mudah bisa saya kuasai.

Hal yang mudah mungkin terlihat susah untuk saya. Tentu saja bukan karena hal tersebut sulit untuk dilakukan, tetapi menurut saya akan lebih bijaksana kalau saya menggunakan waktu saya untuk menjadikan hal yang sulit terlihat mudah.

Saya rasa banyak orang yang sepertinya menghabiskan terlalu banyak waktu mereka untuk meningkatkan kelemahan mereka daripada menyempurnakan kekuatan dan kelebihan mereka. Mungkin pilihan pertama adalah pilihan yang bisa dibilang bisa dilakukan, tetapi sebenarnya hal tersebut membuang-buang energi Anda. Meningkatkan sesuatu dari buruk menjadi biasa-biasa saja sepertinya tidak terlalu mengesankan atau bahkan berguna, menurut saya. Tetapi meningkatkan sesuatu dari yang biasa-biasa saja menjadi sempurna menurut saya mengesankan sekali.

Seseorang yang mampu memberikan pengaruh besar kepada orang lain di sekeliling mereka adalah orang yang mampu menggunakan kekuatan dan kelebihan potensialnya secara maksimal. Hal yang akan membedakan Anda menjadi yang terbaik tergantung pada apa yang Anda lakukan secara baik.

Saya yakin bahwa Tuhan tidak akan menahan berkat untuk saya dan Anda karena ia memberikan kekuatan pada masing-masing kita yang tentunya kekuatan Anda dan saya berlainan. Mungkin saya kuat di menulis, dan Anda di bidang lain. Saya rasa Tuhan justru akan bertanya kepada kita apa yang sudah kita lakukan dengan apa yang sudah diberikan kepada kita.

Apa yang sudah kita lakukan dengan talenta kita?
Sudahkah kita menyempurnakan talenta kita?
Atau kita sibuk mengembangkan sesuatu yang bukan talenta kita dan membuang jauh-jauh talenta kita yang sebenarnya?
Sadarkah Anda apa yang menjadi talenta Anda?
Berhentilah membuat hal yang mudah menjadi berat dan mulailah membuat hal yang berat menjadi mudah.

Saturday, March 3, 2012

Goodbye 20 and Welcome 30

"Selamat Ulang Tahun! Happy Birthday! Alles Gute zum Geburtstag! Otanjou-bi Omedetou Gozaimasu! Suk San Wan Keut! Saeng il chuk ha ham ni da!"

Yak, selamat datang umur tiga puluh dan selamat tinggal masa-masa dua puluh tahunku. Sudah tidak lagi muda sekarang karena baru saja 'pecah telor' memasuki masa-masa yang kalau kata orang lain, adalah masa-masa kritis dan kedewasaan. (Halah)

Tapi, tidak terasa loh, saya sudah umur tiga puluh tahun hidup di planet bernama bumi. Betapa waktu begitu cepat berlalu, rasanya baru kemarin menginjak umur 23.

Tentu saja ucapan terima kasih harus diucapkan terlebih dahulu ke pada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan saya umur. Harapannya semoga di umur pecah telor ini, saya semakin dewasa, semakin bisa mencapai target-target yang belum bisa dicapai pada saat saya berumur duapuluhtahunan, seperti punya rumah sendiri, usaha sendiri, dan lain sebagainya. Lucu rasanya mengingat saya sering mengatakan kepada teman-teman saya atau orang lain bahwa umur hanyalah sebatas angka, namun begitu mencapai umur 30 ini, kok, sepertinya di lubuk hati ada sesuatu yang terasa 'lepas' dari hidup. Inikah gejala penuaan? (ho ho)

------------------------------------

Terima kasih juga kepada @XxX, yang telah rela-rela datang ke rumah di pagi-pagi buta jam stengah 2 pagi hanya demi membawakan saya kue ulang tahun yang sangat-sangat-sangat-sangat lucu. Yakni cake bentuk strawberry yang bentuknya jg strawberry. (Ah, so sweet). Melihat bentuknya dari samping mengingatkan saya akan tikus dan sialnya, saya tidak rela untuk memotong kue tersebut karena benar-benar lucuuuuu. Tidak percaya? Lihat foto di bawah! (Lucu kan?), sepertinya ini kue ulang tahun terlucu yang pernah saya dapat dan jadilah si 'tikus' strawberry ini masih ngendon di freezer kulkas saya. So, thankyou so much @XxX.


------------------------------------

Tidak seru dong kalau ultah ke 30 hanya menghabiskan waktu di rumah tanpa teman-teman. Awalnya ingin mengadakan ucapan syukur dan bday party di Peppenero di Energy Building, namun apa daya, resto tersebut sudah fully booked.

Jadilah pesta ulang tahun saya dirayakan di restoran Pesto Autentico di gedung menara UOB bersama teman-teman dekat yang mana beberapa dari teman-teman yang saya undang berhalangan karena adanya pagelaran nikah, pagelaran java jazz, pagelaran konser band roxette, dan pagelaran-pagelaran lainnya.

Sialnya, lupa foto ramai-ramai. (hiks). Meskipun sepertinya memang agak susah untuk foto di dalam resto Pesto karena suasana restonya cukup gelap di area non smoking. (Sampai-sampai menunya saja tidak kelihatan karena saking gelapnya). Setelah mengenyangkan perut, lanjutlah kami ke acara nonton bareng film Safe House.

Terima kasih kepada teman-teman saya yang sudah bisa menyempatkan diri untuk hadir dan terima kasih juga untuk ucapan serta hadiah ulang tahunnya. Oh yah, tidak lupa saya juga memposting hadiah-hadiah yang saya terima dari teman-teman, dari orang tua saya. Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Luph U All. After all, its not bad for getting a lil bit old, right?


PS: Sampai detik ini, saya masih tidak mengerti bagaimana mengoperasikan jam berbentuk sapi itu. @agnes, tanggung jawab kau!

Wednesday, February 29, 2012

Pekerjaan Anda tidak membuat Anda naik level? Mungkin ini penyebabnya

"Duuh Tre, kayanya kerjaan gw banyaaak bener deh tapi gw gini-gini aja dari tahun ke tahun. Sedangkan temen gw kayanya yang kerjaannya dikit, bisa jalan-jalan kesana kemari, promosinya dapet terus tuh tiap tahun. Iri gw, tre!"

Siapa yang nggak iri dengan keadaan promosi atau naik level yang terus menerus datang, bisa jalan-jalan dan lainnya? Permasalahannya, kebanyakan dari kita hanya bisa iri-iri-iri dan iri semata.

Saya sendiri pun terkadang iri dengan beberapa rekan kantor yang tampaknya, kok, pekerjaannya nyantai tapi kok gajinya lebih besar, atau promosinya lebih cepat atau lainnya. Yah, masih dalam tahap wajar sih irinya, tapi saya penasaran juga apa sih yang bikin mereka bisa mendapatkan itu. Dari pengamatan yang saya dapat, ternyata jawabannya adalah seberapa besarnya tanggung jawab pekerjaan Anda.

Anda mungkin bekerja di luar job desc Anda. Anda mungkin mengerjakan sekaligus pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya yang terkadang rasanya tidak penting untuk Anda lakukan. Atau mungkin porsi pekerjaan Anda lebih dari seharusnya karena Anda juga terkadang mendapat pekerjaan dadakan atau mengerjakan pekerjaan rekan kerja Anda. Anda merasa Anda layak mendapat apresiasi lebih, namun nyatanya tidak padahal Anda sudah bekerja dan semua sudah Anda kerjakan seperti kuli.

Pertanyaan saya adalah, apakah pekerjaan Anda memberikan porsi tanggung jawab yang besar kepada Anda? Karena tidak semua pekerjaan memiliki porsi tanggung jawab yang besar. Kalau Anda mau menjadi besar dan berhasil, Anda harus mengambil atau mendapat porsi tanggung jawab yang lebih besar. Tidak percaya?

Benar bahwa semua pekerjaan pasti memiliki tanggung jawab. Bahkan di kantor pun, para Office Boy dan Office Girl memiliki tanggung jawabnya sendiri, tetapi seberapa besarkah porsi tanggung jawab itu dampaknya terhadap perusahaan? Mari kita lihat para pemilik perusahaan. Saya rasa sebagian besar dari mereka hanya memantau dan tidak bekerja seperti kuli, toh? Mereka mungkin hanya datang sesekali, menandatangani ini dan itu, mengadakan rapat dan kemudian plesiran ke luar negeri. Kok bisa? Ya, karena tanggung jawab yang mereka emban jauh lebih besar dari para bawahannya. Apabila terjadi sesuatu yang berantakan yang terjadi di bagian bawah, para pemimpin perusahaan inilah yang akan dicecar pertama kali oleh pihak luar.

Contoh yang lebih mudah adalah, ketika Anda makan di restoran dan Anda sama sekali tidak puas dengan pelayanan yang diberikan, misalnya makanannya sangat lama sekali keluar atau terjadi hal-hal yang benar-benar di luar batas kesabaran Anda. Siapa yang Anda cari? Tentu supervisor atau bahkan mungkin manajernya, bukan? Anda tidak memanggil kasir, atau tukang bersih-bersih atau pelayan. Kenapa? Karena Anda mencari seseorang yang memiliki tanggung jawab yang lebih besar agar Anda bisa mendapatkan pelayanan atau jawaban yang lebih memuaskan. Supervisor tersebut tidak melakukan pekerjaan fisik seperti memasak makanan, tidak membersihkan meja atau mengatur meja tetapi beban tanggung jawabnya ada di pundaknya.

Tanggung jawab itulah yang membuat seseorang bisa dibayar lebih mahal oleh perusahaan. Kalau saja seorang office boy diberikan kesempatan untuk memikul tanggung jawab seorang manajer dan dia bisa melakukannya dengan baik, saya rasa tidak heran kalau pemimpin perusahaan mengangkat posisinya secara drastis, bukan?

Ingat bahwa ketika pertama kali kita diinterview oleh perusahaan, pertanyaan yang kerapkali diajukan oleh perusahaan adalah "Apa yang bisa Anda lakukan atau berikan untuk perusahan ini?" Tentu saya rasa jawabannya adalah kontribusi. Permasalahannya, sebesar apakah kontribusi Anda? Bahasa lainnya, segila apa Anda berani mengemban tanggung jawab Anda?

Anda bisa mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain, tetapi jangan pernah mendelegasikan tanggung jawab dan jangan pula menghindar dari tanggung jawab Anda. Kalau Anda seorang pengusaha properti dan ingin membuat sebuah kompleks cluster perumahan, tentu bukan Anda yang mengukur tanah, memecah batu, mengebor tanah, memasang kusen, mengecat tembok dan lainnya bukan? Semua pekerjaan itu bisa Anda delegasikan ke Agency yang bisa Anda bayar untuk pekerjaan itu. Anda bisa mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain.

Jadi, bukan jenis pekerjaan yang membuat Anda naik level, tetapi kemampuan Anda untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan Anda itulah kunci dari kesukesan yang Anda bisa raih. Terlepas dari apakah Anda seorang profesional yang bekerja di kantor atau seorang yang memiliki bisnis sendiri, saya rasa prinsip tanggung jawab ini berlaku untuk setiap orang. Bahkan sepertinya untuk seseorang yang memiliki usaha sendiri, beban tanggung jawabnya lebih besar lagi karena dia tidak hanya bertanggung jawab untuk diri sendiri tetapi juga untuk para manusia yang bekerja kepadanya.

Anda mungkin menemukan kesalahan yang terjadi di tengah jalan dan mungkin kesalahan yang terjadi, bukanlah kesalahan Anda melainkan kesalahan anak buah Anda. Dan Anda sebagai atasannya harus bertanggung jawab akan apa yang menjadi kesalahan anak buah Anda. Bukan ikut melemparkan tanggung jawab Anda kepada anak buah Anda, karena ketika Anda melemparkan tanggung jawab itu, kualitas Anda sebagai atasan akan dipertanyakan.

Anda mungkin mengerjakan ini-itu. Tetapi apakah pekerjaan Anda memiliki bobot tanggung jawab yang besar? Kalau jawaban Anda tidak, ya tidak heran kalau Anda berada di level itu-itu saja. Tetapi kalau Anda mau maju dan naik level, jangan hanya menunggu kapan Anda akan diberikan tanggung jawab lebih.

Sebaliknya, majulah meminta tanggung jawab lebih kepada atasan Anda. "Pak / Bu, saya rasa saya bisa melakukan lebih daripada apa yang saya kerjakan sekarang, bisakah saya diberikan kesempatan untuk mencoba mengemban tanggung jawab yang lebih besar dari sekarang?" Tentunya, sebelum Anda mengajukan permintaan semacam ini, kualitas mental dan lainnya sudah harus Anda pikirkan.

Akhir kata, saya tidak terkejut dengan rekan kerja saya yang tadinya hanya selevel dengan saya tadinya dan tahun ini sudah dipromosikan sebagai Senior Manajer hanya dalam waktu beberapa tahun bekerja karena terbukti, dia bisa mengemban tanggung jawab yang begitu besar meskipun setelah dia naik jabatan mengakibatkan dia jarang di kantor, plesiran ke berbagai kota untuk menghadiri acara ini dan itu dan tidak banyak melakukan pekerjaan fisik (seperti saya) yang hanya diam di dalam kantor.

Tetapi toh, seperti kata saya, pekerjaan bisa didelegasikan, tetapi tanggung jawab? Hanya orang yang tidak mau naik level yang mendelegasikan tanggung jawab.
Bukankah sama dengan hubungan asmara? Dimana orang yang tadinya pacaran lalu memutuskan untuk menikah, mereka dianggap naik level. Kenapa? Karena mereka berani memikul tanggung jawab yang lebih besar kepada diri mereka, keluarga besar mereka, pasangan, anak nantinya, dan lainnya. Jadi, bagaimana dengan Anda? Siap untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar dari apa yang Anda miliki sekarang? Siap untuk naik level? Saya harap iya.

Sunday, February 26, 2012

Komputer baru

"Aku benar-benar tidak mengerti. Ketika kubutuhkan dirimu, engkau selalu tidak mengerti. Terpaksa, dengan berat hati aku berpindah hati. Selamat sayang cintaku. Oh, laptop HP-ku."

Setelah hampir berapa bulan berkeluh kesah dengan laptop kesayangan saya. Akhirnya saya memutuskan untuk PUTUS HUBUNGAN dengan laptop tersebut. dan jawabannya? Yeap! Komputer baru! Ho ho ho. Sebenarnya sih udah sekitar 1 bulanan belinya cuma karena baru keinget, baru bikin log deh soal PC baru ini.

Awalnya saya menggunakan laptop Hewlett-Packard tipe HP pavilion Dv6700 Special Edition, namun apa daya, karena sudah umur dan juga waktunya (mungkin), laptop tersebut rusak. lagipula saya membeli laptop tersebut dari teman karena dia sedang butuh uang saat itu.

Rusaknya laptop saya bukan yang gimana sih, tapi sepertinya rusaknya karena ada masalah di graphic card-nya karena terkadang nyala, terkadang tidak. Kalaupun menyala, terkadang screennya jadi ada 'lumut-lumut' gitu (susah dijelaskan dengan kata-kata), jadi seringkali emosi dan kemarahan yang saya dapatkan ketika saya sedang benar-benar membutuhkan laptop saya untuk beroperasi dengan benar dan baik.

Berhubung saya tidak terlalu mengikuti perkembangan komputer dan rekan-rekannya, saya meminta bantuan adik saya untuk mencarikan saya komputer PC. Tadinya sih mau ambil iMac. Memang sih enak sekali menggunakan Mac (karena di kantor pun saya memakai Mac), namun setelah pertimbangan akan program, upgrade-ablenya(kalo Mac cukup ribet kalo mau upgrade-upgrade), dan juga program-programnya, akhirnya diputuskan saya tetap beralih ke PC saja.

Budget saya? sebenarnya sih 6 jutaan, tapi saya pikir-pikir. Ah, nanggung lah, sekalian saja spec agak mahal dikit, agar makainya lebih puas. Jadilah adik saya memberikan saya alternatif beberapa pilihan spec, yang mana specnya jatuh sebagai berikut :

Procesor : Intel Core i5 2320
Motherboard : Gigabyte GA-H61M-S2P-B3
Memori : Corsair 3333C9 4Gb
Graphic Card : Digital Alliance GTX550 Ti Sonic
Harddisk : 500Gb WDC Sata3 + 1TB Seagate Sata3
DVD ROM : Sony DVD Rw
Monitor : Dell 22" LED Widescreen
Power Supply : Corsair CX-500
Casing : Thermaltake V4 Black Edition

Untuk kalian yang menanyakan berapa total harga PC dengan spec di atas, harganya 8.7 juta saja? Hiks... Beruntunglah di jaman ini ada fasilitas yang namanya cicilan kartu kredit. Yah, setidaknya (mudah-mudahan) saya tidak perlu mengganti komputer baru untuk setidaknya 5-7 tahun ke depan. Amin.

Friday, February 24, 2012

Jangan biarkan keterikatan Anda membuat Anda menyesal.

"Salah satu kesusahan kita dalam hidup adalah kita berpegang kepada banyak sekali hal-hal yang melekat dalam hidup kita. "

Terkadang sangatlah susah untuk lepas dari sesuatu yang sudah melekat kepada kita karena kebiasaan. Kita sulit untuk menjauh dari sesuatu yang kita jaga. Begitu banyak hal yang begitu membuat kita menjadi kecanduan.

Saya ambil contoh yang mudah saja, rasanya mungkin sebagian besar remaja / orang di sekitar saya begitu susah dan sulit untuk tidak menggunakan Blackberry atau iPhone dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mungkin tidak akan masalah apabila 1-2 hari mereka tidak menggunakannya, namun keinginan untuk mau dan bisa lepas itulah yang sulit untuk dilakukan.

Mereka membawa gadget kesayangan mereka kemana pun mereka pergi. Apabila tidak menggunakannya sehari saja susah, apalagi untuk menjauh selama seminggu penuh? Itu baru soal gadget, belum soal yang lebih parah seperti keterikatan narkoba, pornografi, masturbasi, judi, addicted shopping dan lainnya.

-------------------------------------

Jadi, dari begitu banyaknya hal yang bisa membuat kita begitu erat dan susah untuk melepaskannya, ada sebuah pertanyaan yang berkecamuk di kepala saya dan saya tanyakan kepada diri saya saat saya mencoba untuk membuat diagram prioritas atau pada saat menentukan dimana 'strength' saya. Pertanyaannya ialah "Apakah kira-kira hal yang tidak bisa saya dapatkan kembali?"

-------------------------------------

Apakah Anda sadar bahwa tidak semua hal dapat digantikan? Saya yakin Anda secara nalar setuju dengan saya. Memang ada banyak hal dalam hidup yang tidak akan bisa Anda dapatkan kembali ketika Anda kehilangan hal tersebut. Jawaban terbaik mungkin adalah waktu. Kita tidak akan pernah bisa memutar balik waktu. Nah, kepada hal-hal yang tidak dapat tergantikan ini, saya ingin Anda memegang erat-erat benar hal-hal tersebut karena toh, waktu tidak dapat tergantikan dan diputar kembali.

Anda tidak bisa mendapatkan kembali waktu Anda untuk keluar bermain dengan anak-anak Anda karena Anda tidak menyelesaikan pekerjaan di tempat kerja Anda.
Anda tidak bisa mendapatkan kembali pernikahan Anda jika tindakan dan perilaku Anda yang menyebabkan pernikahan tersebut benar-benar hancur.
Anda tidak dapat mendapatkan kembali integritas Anda yang sudah Anda bangun bertahun-tahun karena suatu alasan tertentu Anda memutuskan untuk mengambil jalan pintas untuk keuntungan atau kesenangan sesaat.

-------------------------------------

Saya yakin tidak ada slip gaji atau promosi sebesar apa pun yang sebanding dengan betapa berharganya waktu yang Anda habiskan dengan keluarga Anda.
Saya yakin tidak ada kebiasaan keras kepala yang sebanding dengan harga pernikahan Anda.
Saya yakin tidak ada kompromi yang sebanding dengan pentingnya pengembangan karakter Anda.

Jadi, prioritaskan apa yang benar-benar penting dalam hidup Anda dan peganglah hal tersebut dengan apa pun yang Anda miliki. Lawanlah hal-hal yang sekiranya memaksa Anda melepaskan secara pelan-pelan hal-hal yang Anda pegang erat tersebut. Sadarkah Anda bahwa kita seringkali berpegang erat kepada hal-hal yang sebenarnya tergantikan?

-------------------------------------

Banyak orang mementingkan pekerjaannya yang seakan adalah segalanya dibanding menghabiskan waktu berkumpul bersama keluarga.
Banyak orang mementingkan hartanya dibanding membantu anggota keluarga yang secara finansial tidak akan membuat mereka bangkrut.
Lepaskan hal tersebut dan mulailah mengganti pegangan Anda kepada hal-hal yang tidak tergantikan dalam hidup Anda, atau Anda mungkin akan menyesal karena Anda tidak dapat menggantikan hal tersebut dengan apa pun juga.